JAKARTA – Kiprah gemilang pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di ajang Moto3 World Championship 2026 terus menjadi buah bibir. Usai tampil impresif dengan melakukan comeback sensasional dari posisi ke-17 hingga finis di peringkat keenam pada seri Spanyol di Sirkuit Jerez, nama Veda kini tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mulai diperhitungkan oleh para bintang dunia, termasuk pembalap papan atas MotoGP, Fabio Quartararo.
Veda Ega Pratama kini menjadi sorotan utama berkat performa konsistennya bersama Honda Team Asia. Dalam empat seri balapan yang telah dijalani, pembalap berusia 17 tahun ini telah mengoleksi 37 poin. Capaian ini menempatkan Veda di posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026, sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi seorang debutan murni yang baru menjalani musim penuh pertamanya di panggung balap motor paling bergengsi di dunia.
Pujian berkelas datang dari bintang Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo. Pembalap asal Prancis tersebut mengaku terpukau dengan keberanian Veda di lintasan. Menurut Quartararo, Veda memiliki mentalitas yang berbeda dibanding pembalap muda lainnya. "Dia berbeda. Banyak pembalap muda cepat, tapi tidak semua berani mengambil risiko seperti dia. Cara dia menyalip dan memilih momen menunjukkan keberanian sekaligus kepercayaan diri yang tinggi," ujar Quartararo. Ia bahkan menyarankan tim-tim besar seperti Aspar Team atau Leopard Racing untuk segera melirik talenta asal Gunung Kidul tersebut.
Baca Juga: Satu Rumah, Satu Saluran Air: Langkah Nyata Menuju Surabaya Bersih dan Bebas Banjir
Peluang Besar Meraih Gelar Rookie of the Year
Di tengah derasnya dukungan dan pujian, Veda kini memiliki peluang emas untuk mengunci gelar Rookie of the Year 2026. Berdasarkan data resmi MotoGP hingga 27 April 2026, Veda menjadi satu-satunya pembalap di jajaran enam besar klasemen yang benar-benar berstatus debutan murni. Meski pembalap seperti Marco Morelli (CFM Gaviota Aspar Team) berada tepat di atasnya di peringkat kelima, Morelli diketahui telah mencicipi kompetisi Moto3 pada musim 2025 lalu.
Konsistensi Veda sepanjang musim debutnya memang layak diacungi jempol. Dari empat balapan, ia hanya sekali gagal meraih poin di GP Amerika Serikat. Sisanya, ia tampil solid dengan finis kelima di GP Thailand, meraih podium ketiga di GP Brazil, dan finis keenam di GP Spanyol. Gaya balapnya yang tenang namun sangat agresif saat melakukan overtake telah menjadi ciri khas yang membedakannya dari pembalap lain.
Antusiasme Publik dan Tantangan ke Depan
Besarnya harapan publik Indonesia terhadap Veda terlihat dari antusiasme masyarakat yang menggelar acara nonton bareng di berbagai tempat, seperti di kawasan SCBD Jakarta. Setiap manuver yang dilakukan Veda di lintasan selalu disambut sorak-sorai pendukung yang bangga melihat talenta muda tanah air mampu bersaing di level tertinggi. Meski sempat beredar isu miring mengenai sindiran dari pihak lain terhadap performanya, seluruh narasi tersebut terbukti tidak berdasar atau merupakan informasi yang tidak valid.
Baca Juga: Data BPS Ungkap IPM 2025 Kota Blitar Naik, Pengeluaran Warga Ikut Terkerek
Menatap seri-seri berikutnya, Veda Ega Pratama dituntut untuk tetap menjaga fokus dan konsistensi. Persaingan di papan atas Moto3 2026 dipastikan akan semakin ketat seiring dengan kematangan para pembalap lainnya. Namun, dengan bekal modal 37 poin dan kepercayaan diri yang terus meningkat, Veda berada di jalur yang tepat untuk terus bersinar. Kini, publik tanah air hanya menantikan apakah Veda mampu mempertahankan tren positif ini hingga akhir musim dan menutup tahun 2026 sebagai Rookie of the Year yang akan dicatat dalam sejarah balap motor Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina