BLITAR KAWENTAR- Arema FC pemain didepak menjadi isu panas yang mencuat setelah Singo Edan gagal memenuhi target finis di lima besar Liga 1 musim 2025/2026. Evaluasi besar-besaran pun mulai dilakukan manajemen, termasuk kemungkinan perombakan skuad di akhir musim. Sejumlah nama pemain asing hingga lokal kini masuk dalam daftar sorotan suporter karena performa, cedera, hingga kontribusi yang dinilai belum maksimal.
Evaluasi Besar Usai Target Gagal Tercapai
Arema FC pemain didepak tidak lepas dari kegagalan tim dalam mencapai target yang telah ditetapkan sejak awal musim. Inkonsistensi performa, badai cedera, serta minimnya kontribusi beberapa pemain menjadi alasan utama wacana perombakan skuad mulai menguat di internal klub.
Manajemen Arema FC disebut tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap komposisi pemain, terutama mereka yang dianggap tidak mampu memberikan dampak signifikan sepanjang musim. Situasi ini membuat beberapa nama besar masuk dalam daftar tidak aman untuk musim berikutnya.
Pablo Oliveira dan Luis Gustavo Terancam Berakhir di Arema FC
Dalam daftar Arema FC pemain didepak, nama Pablo Oliveira menjadi sorotan utama. Gelandang bertahan asal Brasil tersebut dipastikan absen hingga akhir musim akibat cedera serius ACL dan MCL pada lututnya. Cedera ini membuatnya harus menjalani operasi dan proses pemulihan panjang, sehingga kontribusinya untuk tim praktis terhenti.
Nasib serupa juga dialami Luis Gustavo Tavares Conde. Bek tengah asal Brasil ini mengalami robekan ligamen ACL pada lutut kiri saat pertandingan. Cedera tersebut membuatnya harus kembali ke Brasil untuk menjalani operasi, yang sekaligus mengakhiri musimnya lebih cepat bersama Arema FC.
Lucas Frigeri hingga Walisson Maya Masih dalam Sorotan
Posisi kiper Lucas Frigeri juga tidak luput dari kritik. Dalam daftar Arema FC pemain didepak, namanya sempat diragukan karena catatan kebobolan yang tinggi, mencapai 20 gol pada periode awal musim. Meski demikian, performanya mulai membaik pada April 2026 dengan beberapa clean sheet penting yang membantu stabilitas tim.
Sementara itu, Walisson Maya sempat mengalami cedera patah tulang fibula dan absen hampir dua bulan. Namun, kabar baik datang setelah ia kembali berlatih dengan progres pemulihan mencapai 80 persen. Kondisi ini membuat peluangnya bertahan di skuad masih terbuka, tergantung evaluasi akhir musim.
Pemain Pinjaman dan Rotasi Skuad
Nama lain dalam pembahasan Arema FC pemain didepak adalah Rio Fahmi yang didatangkan dengan status pinjaman dari Persija Jakarta bersama Hansamu Yama. Rio tampil cukup menjanjikan di awal kedatangannya dan langsung beradaptasi dengan skema tiga bek yang diterapkan pelatih.
Selain itu, Gustavo Franca juga menjadi sorotan. Pemain yang bertransformasi menjadi gelandang serang ini sempat tampil impresif dengan kontribusi gol, assist, hingga penghargaan man of the match. Meski begitu, rumor ketertarikan klub lain membuat masa depannya di Arema FC belum sepenuhnya aman, meski kontraknya berlaku hingga 31 Mei 2026.
Dalberto Belo dan Gabriel Silva Masuk Radar Evaluasi
Nama Dalberto Belo juga masuk dalam pembahasan Arema FC pemain didepak. Minimnya menit bermain di awal musim akibat izin pulang ke Brasil membuat kontribusinya sempat menurun. Kondisi ini memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan perpisahan di akhir musim.
Sementara itu, Gabriel Silva sempat mengalami periode sulit tanpa gol atau assist dalam enam pertandingan. Namun, ia berhasil bangkit dengan mencetak dua gol penting saat menghadapi Persis Solo yang memastikan kemenangan Arema FC. Meski demikian, rumor ketertarikan klub lain di Liga 1 membuat posisinya tetap dalam pengawasan manajemen.
Masa Depan Arema FC Masih Dinamis
Dengan banyaknya nama yang masuk dalam daftar Arema FC pemain didepak, jelas bahwa klub sedang berada dalam fase evaluasi besar. Cedera panjang, inkonsistensi performa, hingga faktor adaptasi menjadi penentu utama masa depan para pemain.
Manajemen Arema FC kini dihadapkan pada keputusan penting untuk menyeimbangkan antara mempertahankan pemain yang masih potensial dan melepas mereka yang dinilai kurang memberikan kontribusi maksimal. Keputusan ini akan sangat menentukan arah Singo Edan di musim berikutnya.
Bagi Aremania, situasi ini menjadi sinyal bahwa perubahan besar mungkin terjadi demi mengembalikan kejayaan Arema FC di kompetisi Liga 1.
Baca Juga: Perbandingan Suzuki Ignis vs Kia Picanto 2026: Mana Lebih Irit, Nyaman, dan Layak Dibeli?
Editor : Cholifatun Nisak