BLITAR KAWENTAR- FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen baru yang langsung menyedot perhatian publik sepak bola Asia Tenggara. Kompetisi ini disebut-sebut sebagai agenda resmi FIFA yang menghadirkan format baru, pembagian divisi, hingga sistem promosi dan degradasi antar negara peserta.
FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi sorotan karena menghadirkan Timnas Indonesia sebagai salah satu tuan rumah di Divisi 1. Tidak hanya itu, Garuda bahkan tercatat sebagai tim dengan nilai skuad tertinggi dibanding negara ASEAN lainnya, membuat ekspektasi publik semakin tinggi terhadap peluang juara.
FIFA ASEAN Cup 2026 diprediksi menjadi ajang pembuktian generasi baru sepak bola Indonesia di bawah tekanan kompetisi regional yang semakin ketat, dengan lawan-lawan kuat seperti Vietnam, Thailand, hingga Malaysia.
Format Baru FIFA ASEAN Cup 2026
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 dibagi menjadi dua divisi. Divisi 1 akan digelar di Indonesia, sementara Divisi 2 berlangsung di Hongkong. Sistem ini menggunakan konsep promosi dan degradasi, di mana tim terbawah Divisi 1 akan turun kasta, sedangkan tim terbaik Divisi 2 naik ke level utama.
Di Divisi 1, terdapat dua grup utama. Grup A diprediksi berisi Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. Sementara Grup B diisi Thailand, Filipina, dan Singapura. Format ini membuat persaingan semakin ketat sejak fase awal.
Sementara itu, Divisi 2 dihuni oleh Hongkong, Kamboja, Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, dan Timor Leste yang terbagi dalam dua grup.
Baca Juga: Kia Picanto 2008 Bekas Harga 55 Jutaan, City Car Irit BBM dengan Fitur Lengkap, Masih Layak Diburu?
Skuad Timnas Indonesia Paling Mahal di ASEAN
Dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia menjadi sorotan utama karena memiliki nilai skuad tertinggi di kawasan ASEAN dengan total mencapai Rp53,18 miliar.
Di posisi penjaga gawang, Indonesia diperkuat Martin Paes (Ajax Amsterdam), Emil Audero (Cremonese), Nadeo Argawinata (Borneo FC), dan Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta).
Lini belakang diisi nama-nama besar seperti Jordi Amat, Elkan Baggott, Dean James, Justin Hubner, Sandy Walsh, Rizky Ridho, hingga Kevin Diks. Kehadiran pemain yang berkarier di Eropa membuat lini pertahanan Garuda semakin solid dan berpengalaman.
Di lini tengah, Indonesia memiliki kombinasi pemain lokal dan abroad seperti Marselino Ferdinan (Oxford United), Ivar Jenner, Thom Haye, Ricky Kambuaya, hingga Marc Klok. Sektor ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam skema permainan.
Sementara di lini depan, Indonesia diperkuat Witan Sulaeman, Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, Yakob Sayuri, hingga Hokky Caraka. Kombinasi kecepatan dan kreativitas diharapkan mampu menjadi pembeda di turnamen ini.
Rival Kuat: Vietnam, Thailand, hingga Malaysia
Dalam peta kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026, Vietnam menjadi salah satu ancaman serius dengan ranking FIFA 99 dunia dan nilai skuad mencapai Rp10,81 miliar. Thailand juga tetap menjadi favorit dengan ranking 93 dunia.
Malaysia dan Filipina juga diprediksi tidak bisa dianggap remeh, mengingat keduanya memiliki perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan di Grup A dan B dipastikan berlangsung sengit sejak fase awal.
Jadwal dan Sistem Kompetisi
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026. Setiap tim akan memainkan maksimal empat pertandingan di fase grup sebelum melaju ke babak semifinal.
Format semifinal mempertemukan juara Grup A melawan runner-up Grup B, dan sebaliknya. Pemenang kemudian akan melaju ke final, sementara tim kalah bertanding memperebutkan posisi ketiga.
Sistem ini membuat setiap pertandingan memiliki bobot tinggi, karena satu kekalahan bisa sangat menentukan nasib tim di turnamen.
Harapan Besar untuk Timnas Indonesia
Dengan status sebagai tuan rumah Divisi 1 dan skuad bernilai tertinggi, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi momentum besar bagi Timnas Indonesia untuk membuktikan diri di level Asia Tenggara.
Dukungan publik, kualitas pemain diaspora, serta pengalaman pelatih diharapkan mampu membawa Garuda melangkah jauh bahkan menembus partai final.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Indonesia menghadapi tekanan besar di turnamen ini. Mampukah Garuda terbang tinggi dan menjadi juara di rumah sendiri?
Baca Juga: Terbukti Irit! Uji Konsumsi BBM KIA All New Picanto 2013 Tembus 14 Km/L, Masih Layak Dibeli di 2026?
Editor : Cholifatun Nisak