JAKARTA - Performa impresif Feda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026 kembali menjadi bahan perbincangan dunia balap internasional. Pembalap muda Indonesia tersebut kini bersiap menghadapi seri berikutnya di Sirkuit Le Mans, Prancis, setelah tampil mengejutkan pada balapan sebelumnya di Jerez, Spanyol.
Feda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026 mencuri perhatian media Eropa berkat konsistensinya sebagai rookie di musim Moto3 2026. Meski baru debut, pembalap asal Gunungkidul ini langsung menembus posisi enam klasemen sementara dengan total 37 poin, sebuah pencapaian yang jarang terjadi bagi pendatang baru di kelas Grand Prix.
Nama Feda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026 semakin diperhitungkan setelah performa heroiknya di Sirkuit Jerez. Start dari posisi ke-17, ia mampu menyalip banyak pembalap dan finis di posisi keenam, sekaligus memperkuat statusnya sebagai rookie paling menjanjikan musim ini.
Baca Juga: Nissan X-Trail T30 Bekas Masih Diburu, SUV Nyaman dan Gagah Harga Rp60 Jutaan tapi BBM Bikin Kaget
Performa Konsisten di Musim Debut
Sejak awal musim Moto3 2026, Feda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026 menunjukkan perkembangan signifikan. Ia langsung mencatat hasil impresif dengan finis lima besar pada debut di Thailand, kemudian berlanjut dengan podium bersejarah di Brasil.
Podium tersebut menjadi catatan penting karena merupakan podium pertama pembalap Indonesia di kelas Moto3 sepanjang sejarah. Dengan total 37 poin, Feda kini berada di peringkat enam klasemen umum dan memimpin klasemen Rookie of The Year 2026.
Rival terdekatnya, Brian Uriarte, saat ini mengoleksi 28 poin dan berada di posisi kedua klasemen rookie. Persaingan ini membuat nama Feda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026 semakin disorot sebagai ancaman baru di paddock Moto3.
Rekor Kecepatan di Sirkuit Jerez
Sorotan besar juga datang dari catatan kecepatan Feda di Jerez. Berdasarkan data resmi MotoGP, ia mencatat top speed mencapai 222,2 km/jam menggunakan motor Honda NSF 250RW.
Catatan ini tidak hanya menjadi yang tercepat di kalangan rookie, tetapi juga melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Daniel Holgado (221,3 km/jam pada 2024) serta Adrian Fernandez pada 2025. Kecepatan tersebut menjadi bukti bahwa Feda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026 memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi.
Tantangan Berat di Sirkuit Le Mans
Kini perhatian beralih ke Moto3 Prancis 2026 yang akan digelar di Sirkuit Bugatti Le Mans pada 8–10 Mei. Trek ini dikenal teknikal dengan banyak titik pengereman keras yang akan menguji kemampuan manajemen ban dan ketahanan mental pembalap.
Bagi Feda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026, Le Mans menjadi ujian penting untuk mempertahankan konsistensi. Apalagi jadwal padat di bulan Mei akan berlanjut ke Catalunya (15–17 Mei) dan Misano, Italia (23–31 Mei).
Rumor Ketertarikan Tim Besar
Performa Feda yang stabil membuat rumor ketertarikan tim besar mulai beredar. Salah satunya adalah Aspar Team yang dikabarkan mulai memantau perkembangan pembalap Indonesia tersebut.
Jika performanya terus meningkat, peluang Feda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026 untuk naik ke Moto2 di masa depan terbuka lebar. Hal ini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di ajang Grand Prix.
Harapan dan Dukungan Indonesia
Meski belum kembali meraih podium di Jerez, pencapaian Feda tetap mendapat apresiasi besar dari publik Indonesia. Ia menjadi satu-satunya pembalap rookie yang mampu bersaing di papan atas klasemen sementara Moto3 2026.
Kini seluruh perhatian tertuju pada Feda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026 dan bagaimana ia akan menghadapi tekanan di Le Mans. Dengan performa, kecepatan, dan mental yang terus berkembang, Feda diprediksi masih bisa memberikan kejutan di seri-seri berikutnya.
Editor : Divka Vance Yandriana