Blitar Kawentar – Marco Bezzecchi tampil luar biasa dalam Sprint Race MotoGP Mandalika 2025. Pebalap Aprilia Racing itu sukses meraih kemenangan dramatis setelah melakukan comeback sensasional dari posisi kedelapan pada awal balapan hingga finis pertama di lap terakhir.
Sprint race di Sirkuit Mandalika tersebut berlangsung penuh drama dan disebut sebagai salah satu balapan terbaik MotoGP musim 2025. Persaingan ketat antara Marco Bezzecchi dan rookie muda Fermin Aldeguer membuat penonton tegang hingga tikungan terakhir.
Fermin Aldeguer sebenarnya nyaris mencetak sejarah sebagai pemenang sprint termuda MotoGP. Rider berusia 20 tahun itu tampil sangat matang sejak awal balapan dan memimpin sejak tikungan pertama.
Saat lampu start padam, Aldeguer langsung melesat cepat dan merebut holeshot. Sementara Marco Bezzecchi justru mengalami start buruk meski memulai balapan dari pole position.
Rider Aprilia tersebut sempat tercecer hingga posisi kedelapan pada sektor awal lap pertama. Situasi itu membuat peluang kemenangan Bezzecchi terlihat sulit karena Aldeguer mulai membuka jarak di depan.
Namun perlahan keadaan berubah. Marco Bezzecchi mulai menunjukkan kecepatan luar biasa dengan catatan lap konsisten di kisaran waktu tercepat sprint race.
Bezzecchi Tampil Agresif di Lap Penentuan
Memasuki pertengahan balapan, Marco Bezzecchi mulai menyalip satu per satu rivalnya. Dengan gaya balap agresif dan pengereman kuat, ia berhasil memangkas jarak dengan grup depan.
Keunggulan motor Aprilia di area corner speed dan grip juga terlihat sangat membantu Bezzecchi saat mengejar Aldeguer.
Puncak drama terjadi di lap terakhir. Saat memasuki tikungan 10, Marco Bezzecchi melakukan manuver pengereman agresif untuk mengambil alih posisi pertama dari Aldeguer.
Meski berhasil disalip, rookie Spanyol tersebut tidak menyerah begitu saja. Aldeguer terus memberikan tekanan dan mencoba membalas di beberapa tikungan berikutnya.
Kedua pebalap terlibat duel sengit hingga memasuki tikungan terakhir. Aldeguer bahkan sempat mendapatkan peluang untuk menyerang dari sisi luar lintasan.
Namun Bezzecchi mampu mempertahankan racing line dengan sempurna dan akhirnya menyentuh garis finis lebih dulu.
Kemenangan tersebut langsung disambut meriah oleh garasi Aprilia Racing. Bezzecchi sukses mengubah balapan yang hampir berakhir buruk menjadi kemenangan spektakuler.
Fermin Aldeguer Dipuji Meski Gagal Menang
Walau gagal menjadi juara, penampilan Fermin Aldeguer tetap mendapat pujian besar. Rider muda itu tampil sangat tenang dan dewasa menghadapi tekanan dari pembalap berpengalaman seperti Marco Bezzecchi.
Aldeguer memimpin hampir sepanjang sprint race sebelum akhirnya kehilangan posisi di lap terakhir. Banyak pengamat MotoGP menilai penampilannya sebagai sinyal kuat bahwa ia akan menjadi bintang besar di masa depan.
Di belakang Bezzecchi dan Aldeguer, Raul Fernandez berhasil mengamankan podium ketiga setelah tampil konsisten sejak awal lomba.
Hasil Sprint Race Mandalika 2025 juga memperlihatkan dominasi Aprilia yang semakin kompetitif musim ini. Dua motor Aprilia berhasil finis di posisi depan dan memperlihatkan perkembangan besar dibanding musim sebelumnya.
Sementara itu, performa mengecewakan dialami Francesco Bagnaia. Juara dunia Ducati tersebut hanya mampu finis di posisi ke-14 dengan selisih waktu yang sangat jauh dari pemenang balapan.
Kemenangan Marco Bezzecchi di Mandalika sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu kandidat kuat perebutan gelar MotoGP 2025. Mental bertarung, keberanian menyalip, dan konsistensinya sepanjang sprint race menjadi pembeda utama dalam balapan dramatis tersebut.
Editor : Maylanni Diana Fitri