Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Saham Bank Lagi Murah Banget, Peluang Cuan atau Value Trap? Ini Analisis BBCA dan BBRI yang Jadi Sorotan Investor 2026

Axsha Zazhika • Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:00 WIB
Saham Bank Lagi Murah Banget, Peluang Cuan atau Value Trap? Ini Analisis BBCA dan BBRI yang Jadi Sorotan Investor 2026 (Pinterest)
Saham Bank Lagi Murah Banget, Peluang Cuan atau Value Trap? Ini Analisis BBCA dan BBRI yang Jadi Sorotan Investor 2026 (Pinterest)

BLITAR - Saham bank kembali menjadi perhatian investor pada 2026. Setelah mengalami tekanan cukup dalam dalam beberapa bulan terakhir, valuasi saham perbankan kini dinilai berada di level diskon ekstrem. Namun di balik murahnya harga saham bank, muncul pertanyaan besar di kalangan investor: apakah ini peluang cuan besar atau justru jebakan value trap?

Kondisi saham bank yang sedang murah dipengaruhi berbagai faktor global, mulai dari penguatan dolar Amerika Serikat hingga ketidakpastian suku bunga The Fed. Situasi tersebut membuat investor asing cenderung menahan dana mereka di pasar berkembang, termasuk Indonesia.

Akibatnya, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA dan BBRI ikut terkoreksi. Meski begitu, banyak analis melihat kondisi ini justru membuka peluang investasi jangka panjang, terutama bagi investor yang memahami fundamental sektor perbankan.

Baca Juga: Bikin Kaget! Nissan Livina Ternyata Lebih Nyaman dari Avanza, Tapi Kenapa Penjualannya Malah Kalah Telak? Ini Fakta Lengkapnya

Rupiah Melemah dan Asing Masih Wait and See

Dalam beberapa bulan terakhir, nilai tukar rupiah sempat melemah dari kisaran Rp16 ribu menjadi di atas Rp17 ribu per dolar AS. Tekanan ini terjadi karena suku bunga Amerika Serikat masih bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan pasar.

Kondisi tersebut membuat aliran dana asing keluar dari pasar emerging market. Padahal, sektor perbankan menjadi salah satu sektor yang paling sensitif terhadap pergerakan dana asing di Bursa Efek Indonesia.

Situasi ini membuat harga saham bank tertahan. Banyak investor menganggap saham bank sudah murah hanya karena harganya turun. Padahal, harga murah belum tentu menjadi peluang jika tekanan makroekonomi masih berlanjut.

Baca Juga: Banyak Dicari tapi Dianggap Bermasalah! Nissan Grand Livina L11 Bekas Justru Jadi Rebutan di Pasar Mobil Keluarga, Ini Fakta Sebenarnya

Fenomena inilah yang sering disebut sebagai value trap, yakni kondisi ketika saham terlihat murah tetapi terus mengalami penurunan.

Musim Dividen Jadi Daya Tarik Investor

Di tengah ketidakpastian global, sektor perbankan juga mendapat sentimen positif dari musim pembagian dividen. Bank-bank besar mulai membagikan dividen jumbo yang menarik perhatian investor pencari passive income.

Selain itu, ada ekspektasi bahwa suku bunga ke depan mulai melandai. Jika suku bunga turun, biaya dana perbankan bisa lebih stabil dan permintaan kredit berpotensi meningkat.

Kondisi ini membuka peluang pertumbuhan laba bank dalam jangka menengah hingga panjang. Karena itu, investor kini mulai mempertimbangkan kembali saham perbankan sebagai instrumen investasi utama.

Baca Juga: Nissan Grand Livina L10: Mobil “Sejuta Masalah” atau Justru Salah Dipahami? Ini Fakta Lengkap Kelebihan dan Kekurangannya yang Bikin Kontroversial!

Fundamental Jadi Kunci Menilai Saham Bank

Dalam menganalisis saham bank, investor disarankan fokus pada beberapa indikator penting. Salah satunya adalah Capital Adequacy Ratio (CAR) yang menunjukkan kekuatan modal bank.

Bank BCA atau BBCA tercatat memiliki CAR sekitar 29,9 persen, sedangkan BRI atau BBRI berada di kisaran 23,5 persen. Angka tersebut jauh di atas batas minimum regulator sebesar 8 persen.

Selain CAR, pertumbuhan kredit atau loan growth juga menjadi perhatian. BBCA mencatat pertumbuhan kredit sekitar 5,84 persen secara tahunan, sementara BBRI mencapai hampir 12 persen.

Baca Juga: Nissan Grand Livina SV Manual 2012 Bekas Rp89 Jutaan Jadi Incaran Keluarga, Kondisi Mulus Siap Pakai Bikin Kaget!

Indikator penting lainnya adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), terutama rasio CASA atau dana murah. BBCA menjadi salah satu bank dengan CASA tertinggi yang mencapai lebih dari 84 persen.

Semakin tinggi CASA, semakin rendah biaya dana bank sehingga profitabilitas lebih stabil.

Investor juga perlu memperhatikan kualitas kredit melalui rasio NPL dan LAR. Rasio ini menunjukkan tingkat kredit bermasalah dan potensi risiko kredit ke depan.

Bank-bank besar seperti BCA dan BRI juga memiliki coverage ratio di atas 150 persen, menandakan cadangan yang kuat untuk menghadapi potensi kredit macet.

Baca Juga: Suzuki Baleno Hatchback 2017 Bekas Masih Diburu, Ini Review Lengkap yang Bikin Kaget: Fitur Lengkap Tapi Minim Minus!

BBCA atau BBRI, Mana Lebih Menarik?

BBRI menjadi sorotan karena membagikan dividen jumbo pada 2026. Total dividend yield yang ditawarkan bahkan disebut mencapai double digit jika digabung dengan dividen interim sebelumnya.

Hal ini membuat BBRI menarik bagi investor yang mengincar cash flow rutin. Selain dividen besar, valuasi BBRI juga dinilai cukup murah.

Saat ini price to book value (PBV) BBRI berada di sekitar 1,5 kali, lebih rendah dibanding rata-rata historisnya di kisaran 1,9 kali.

Sementara itu, BBCA memang terlihat lebih mahal dengan PBV sekitar 2,5 kali. Namun secara historis, saham BBCA sering diperdagangkan di level premium karena kualitas fundamentalnya yang sangat kuat.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Resmi Jadi Sorotan, City Car Irit dengan Desain Baru dan Harga Mulai Rp170 Jutaan

BBCA dinilai unggul dari sisi stabilitas bisnis dan efisiensi operasional. Karena itu, saham ini tetap dianggap menarik untuk investor jangka panjang yang mengincar capital gain.

Pada akhirnya, pilihan antara BBCA dan BBRI bergantung pada tujuan investasi masing-masing investor. Jika mengincar dividen besar dan valuasi murah, BBRI dinilai lebih menarik. Namun untuk kualitas bisnis premium dan potensi kenaikan jangka panjang, BBCA tetap menjadi favorit pasar.

Editor : Axsha Zazhika
#saham bank #value trap #dividen saham #BBCA #bbri