Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

3 Saham untuk Seumur Hidup yang Cocok Buat Investor Sibuk, BBCA hingga TLKM Disebut Paling Aman dan Menguntungkan

Axsha Zazhika • Sabtu, 9 Mei 2026 | 11:04 WIB
3 Saham untuk Seumur Hidup yang Cocok Buat Investor Sibuk, BBCA hingga TLKM Disebut Paling Aman dan Menguntungkan (Pinterest)
3 Saham untuk Seumur Hidup yang Cocok Buat Investor Sibuk, BBCA hingga TLKM Disebut Paling Aman dan Menguntungkan (Pinterest)

BLITAR - Banyak orang ingin mulai investasi saham, tetapi terkendala waktu untuk mempelajari analisis pasar setiap hari. Kondisi ini membuat konsep “saham untuk seumur hidup” atau lifetime stocks mulai diminati, terutama oleh investor pemula, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga yang menginginkan investasi jangka panjang tanpa harus aktif trading.

Istilah saham untuk seumur hidup mengacu pada saham perusahaan besar dengan fundamental kuat, pertumbuhan stabil, serta bisnis yang dinilai mampu bertahan dalam jangka panjang. Dalam video yang beredar di YouTube, sejumlah saham seperti BBCA, BBRI, TLKM hingga SIDO disebut sebagai pilihan utama untuk investor yang ingin kaya lewat investasi jangka panjang.

Saham untuk seumur hidup dinilai cocok bagi investor yang tidak suka memantau market setiap hari. Strategi ini lebih menekankan pada kekuatan bisnis perusahaan dibandingkan pergerakan harga saham harian.

Baca Juga: Bikin Kaget! Nissan Livina Ternyata Lebih Nyaman dari Avanza, Tapi Kenapa Penjualannya Malah Kalah Telak? Ini Fakta Lengkapnya

Kriteria Saham untuk Seumur Hidup

Dalam penjelasannya, ada tiga kriteria utama untuk memilih saham jangka panjang. Pertama adalah memiliki barrier of entry tinggi atau sulit disaingi kompetitor baru.

Perusahaan dengan economic moat kuat biasanya mampu mempertahankan dominasi pasar selama bertahun-tahun. Faktor seperti kepercayaan merek, jaringan bisnis, hingga dukungan pemerintah menjadi nilai tambah yang membuat perusahaan tetap unggul.

Kriteria kedua adalah pertumbuhan bisnis berkelanjutan atau sustainable growth. Perusahaan ideal harus mampu tumbuh lebih cepat dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun industrinya.

Baca Juga: Banyak Dicari tapi Dianggap Bermasalah! Nissan Grand Livina L11 Bekas Justru Jadi Rebutan di Pasar Mobil Keluarga, Ini Fakta Sebenarnya

Sementara kriteria ketiga adalah profitabilitas yang konsisten. Pertumbuhan perusahaan harus diikuti kemampuan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.

BBCA dan BBRI Jadi Pilihan Utama

Sektor perbankan menjadi salah satu pilihan utama dalam kategori saham untuk seumur hidup. Dua saham yang paling sering disebut adalah BBCA dan BBRI.

Kedua bank tersebut memiliki kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia dan telah berdiri selama puluhan tahun. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan membuat bisnis mereka dinilai sulit tergeser.

Baca Juga: Nissan Grand Livina L10: Mobil “Sejuta Masalah” atau Justru Salah Dipahami? Ini Fakta Lengkap Kelebihan dan Kekurangannya yang Bikin Kontroversial!

BBRI juga memiliki keunggulan sebagai bank milik negara yang berperan penting dalam penyaluran kredit dan program pemerintah. Hal ini membuat investor percaya pemerintah akan tetap menjaga stabilitas bisnis BBRI.

Selain itu, peluang pertumbuhan sektor perbankan Indonesia masih besar. Rasio utang rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disebut masih rendah dibanding negara lain.

Indonesia tercatat memiliki rasio household debt to GDP sekitar 17,2 persen, jauh di bawah Amerika Serikat, China maupun Thailand. Kondisi tersebut menunjukkan potensi pertumbuhan kredit nasional masih sangat besar di masa depan.

Baca Juga: Nissan Grand Livina Jadi Sorotan! Benarkah Mobil Keluarga Ini Tidak Layak Dimiliki atau Justru Hidden Gem di Kelas Bekas?

Dari sisi performa saham, BBCA mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 23 persen per tahun sejak IPO pada 2004. Sementara BBRI memiliki rata-rata pertumbuhan tahunan sekitar 21 persen sejak melantai di bursa pada 2003.

TLKM dan SIDO Dinilai Punya Masa Depan Cerah

Selain saham bank, TLKM dan SIDO juga disebut layak masuk daftar saham jangka panjang. TLKM dianggap memiliki posisi kuat di industri telekomunikasi Indonesia.

Perkembangan internet, konten digital, e-sports hingga kebutuhan meeting online dinilai akan terus mendukung pertumbuhan bisnis telekomunikasi dalam jangka panjang.

Baca Juga: Nissan Grand Livina SV Manual 2012 Bekas Rp89 Jutaan Jadi Incaran Keluarga, Kondisi Mulus Siap Pakai Bikin Kaget!

Sebagai perusahaan pelat merah, TLKM juga mendapat keuntungan dari pembangunan infrastruktur digital nasional seperti Palapa Ring dan pengembangan jaringan 5G.

Sementara itu, SIDO dinilai unggul karena menguasai pasar produk herbal Indonesia lewat Tolak Angin. Produk tersebut disebut menguasai sekitar 70 persen pangsa pasar nasional.

Ekspansi pasar internasional juga menjadi nilai tambah bagi SIDO. Penjualan ekspor perusahaan disebut terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Risiko Tetap Harus Diperhatikan

Meski dianggap aman untuk investasi jangka panjang, saham-saham tersebut tetap memiliki risiko. Persaingan dari bank digital, fintech, hingga teknologi blockchain menjadi ancaman bagi sektor perbankan.

Baca Juga: Suzuki Baleno Hatchback 2018 Bekas Rp165 Juta Jadi Alternatif Yaris dan Jazz, Fitur Mewah Bikin Kaget di Kelasnya!

TLKM juga menghadapi tekanan dari kompetitor asing seperti Axiata Group dan Hutchison yang terus memperkuat bisnis telekomunikasi di Indonesia.

Karena itu, investor tetap disarankan memantau perkembangan perusahaan secara berkala meski menggunakan strategi investasi jangka panjang.

Selain saham individual, investasi ETF dan reksa dana indeks juga mulai dilirik karena dianggap mampu mengurangi risiko non-sistematis. Instrumen ini memungkinkan investor membeli kumpulan saham unggulan sekaligus dalam satu produk.

Pada akhirnya, strategi saham untuk seumur hidup lebih cocok bagi investor yang ingin membangun kekayaan secara perlahan tanpa harus terjebak aktivitas trading harian.

Editor : Axsha Zazhika
#saham untuk seumur hidup #TLKM #BBCA #bbri #investasi jangka panjang