Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

PSM Makassar Waspadai Arema FC di Pekan Ke-32 BRI Super League, Pelatih Sebut Laga Lawan Singo Edan seperti Final

Divka Vance Yandriana • Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:24 WIB
PSM Makassar waspadai Arema FC di pekan ke-32 BRI Super League. Cedera pemain jadi kendala utama jelang laga penting.
PSM Makassar waspadai Arema FC di pekan ke-32 BRI Super League. Cedera pemain jadi kendala utama jelang laga penting.

JAKARTA - Duel panas antara PSM Makassar melawan Arema FC pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 dipastikan berlangsung sengit. Jelang pertandingan, kubu PSM Makassar menegaskan kesiapan mereka menghadapi tekanan besar demi menghindari ancaman degradasi.

Dalam sesi konferensi pers resmi sebelum pertandingan, perwakilan tim PSM Makassar mengakui persiapan mereka kurang ideal. Hal itu disebabkan banyak pemain yang masih menjalani pemulihan cedera sehingga tidak dapat tampil maksimal saat menghadapi Arema FC.

Meski demikian, pelatih sementara PSM Makassar menegaskan timnya tetap memiliki semangat tinggi untuk meraih kemenangan. Menurutnya, hasil pertandingan kontra Arema FC akan sangat menentukan posisi klub di klasemen akhir musim.

Baca Juga: Saham BBRI Anjlok hingga 50 Persen, Tapi Dividen Diproyeksi Tembus 13 Persen? Simak Analisa Q1 2026 dan Prospek Big Bank RI

“Kami memang kehilangan beberapa pemain karena cedera, tetapi itu tidak menurunkan motivasi tim. Saya sudah sampaikan kepada pemain bahwa pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kualitas mereka,” ujarnya.

Laga melawan Arema FC juga disebut sebagai pertandingan hidup mati bagi PSM Makassar. Saat ini, posisi tim berjuluk Juku Eja itu masih belum sepenuhnya aman dari ancaman zona bawah klasemen.

PSM Makassar Anggap Tiga Laga Tersisa seperti Final

Pelatih PSM Makassar menegaskan seluruh pertandingan sisa musim ini harus dianggap sebagai partai final. Ia meminta pemain fokus penuh karena hanya kemenangan yang dapat memastikan PSM tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

Baca Juga: Nissan Grand Livina L10: Mobil “Sejuta Masalah” atau Justru Salah Dipahami? Ini Fakta Lengkap Kelebihan dan Kekurangannya yang Bikin Kontroversial!

“Tidak ada yang bisa menolong selain diri sendiri. Tiga pertandingan tersisa harus dianggap seperti grand final,” katanya.

Selain masalah cedera, inkonsistensi performa juga menjadi sorotan utama di tubuh PSM Makassar musim ini. Tim beberapa kali kehilangan fokus dalam pertandingan penting sehingga gagal meraih poin maksimal.

Kapten tim PSM Makassar, Akbar Tanjung, mengakui timnya harus bekerja lebih keras saat menghadapi Arema FC. Menurut dia, Singo Edan memiliki pemain-pemain berkualitas yang bisa memberikan ancaman serius sepanjang pertandingan.

Baca Juga: Dari Hampir Pensiun ke Podium Dunia: Kebangkitan Mental Jorge Martin MotoGP 2026 Usai Cedera Parah, Ubah Mindset Jadi Kunci Comeback Gila

“Kami harus lebih fokus dan bekerja keras. Arema punya banyak pemain bagus, terutama di lini depan,” ujar Akbar.

Arema FC Tetap Berbahaya Meski Sedang Tertekan

Di sisi lain, kondisi Arema FC juga tengah menjadi sorotan setelah menelan hasil kurang memuaskan dalam beberapa laga terakhir. Tekanan dari Aremania semakin besar karena Singo Edan dinilai kehilangan konsistensi pada putaran kedua musim ini.

Namun, pelatih PSM Makassar tetap menaruh rasa hormat tinggi kepada Arema FC. Ia mengaku memiliki hubungan emosional dengan klub asal Malang tersebut karena pernah menjadi bagian dari tim selama tiga tahun.

“Saya selalu menaruh hormat kepada Arema. Saya pernah di sini tiga tahun dan tahu bagaimana tekanan ketika tim kalah, apalagi di laga derbi,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kekuatan lini depan Arema FC yang dianggap sangat berbahaya ketika bermain di kandang sendiri. Menurut hasil analisis tim pelatih PSM Makassar, trio penyerang Arema mampu memberikan kontribusi besar terhadap permainan tim.

“Semua pemain Arema berbahaya, terutama lini depannya. Ketika bermain di kandang, mereka selalu tampil agresif,” katanya.

Cedera Jadi Kendala Utama PSM Makassar

Masalah cedera pemain menjadi hambatan terbesar bagi PSM Makassar sepanjang musim ini. Sang pelatih menyebut kondisi tersebut membuat tim kesulitan menjaga komposisi ideal di setiap pertandingan.

Ia mengakui banyak pemain yang justru mengalami cedera saat sedang dibutuhkan oleh tim. Situasi itu membuat strategi yang sudah disiapkan tidak dapat berjalan maksimal.

“Ketika pemain dibutuhkan, justru ada yang cedera. Itu membuat pelatih sulit menjaga komposisi tim,” jelasnya.

Meski berada dalam tekanan besar, pelatih PSM Makassar mengaku menikmati tanggung jawab yang kini diembannya. Ia menyebut kesempatan memimpin tim menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan karier kepelatihannya.

“Semakin sulit perjuangannya, semakin nikmat kemenangan nanti,” tuturnya.

Pertandingan antara PSM Makassar melawan Arema FC diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif demi memperbaiki posisi di klasemen BRI Super League musim 2025/2026.

Editor : Divka Vance Yandriana
#BRI Super League #PSM Makasar #Arema FC