Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bangkit dari Crash Kualifikasi Moto3 Jerez 2026, Hiroshi Aoyama Sampai Tertunduk Haru

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:24 WIB
Veda Ega Pratama bangkit dari crash kualifikasi Moto3 Jerez 2026 dan sukses finish posisi enam usai start dari grid 17. (Pinterest)
Veda Ega Pratama bangkit dari crash kualifikasi Moto3 Jerez 2026 dan sukses finish posisi enam usai start dari grid 17. (Pinterest)

Blitar Kawentar – Veda Ega Pratama menunjukkan mental baja pada Moto3 Jerez 2026 setelah berhasil bangkit dari drama crash saat sesi kualifikasi dan menutup balapan dengan hasil fantastis di posisi keenam.

Performa heroik Veda Ega Pratama membuat paddock Honda Team Asia dipenuhi emosi. Sang manajer tim, Hiroshi Aoyama, bahkan terlihat sangat terpukul usai masalah teknis pada motor Veda berujung kecelakaan di sesi Q2.

Moto3 Jerez 2026 awalnya diprediksi menjadi kesempatan besar bagi Veda untuk mengamankan posisi start ideal. Namun situasi berubah total ketika motor Honda NSF250RW miliknya mengalami kendala teknis di dalam garasi.

Akibat masalah tersebut, Veda terlambat masuk lintasan saat sesi kualifikasi kedua berlangsung. Situasi itu membuat pembalap muda Indonesia harus memacu motornya secara agresif demi mengejar catatan waktu terbaik.

Baca Juga: Punya Calya Sigra Ternyata Dianggap Barang Mewah? Ini Fakta Pajak LCGC yang Bikin Banyak Orang Kaget

Garasi Honda Team Asia Dilanda Kepanikan

Menjelang akhir sesi Q2, suasana di dalam paddock Honda Team Asia berubah tegang. Mekanik terlihat panik ketika mencoba memperbaiki motor Veda Ega Pratama yang belum siap turun ke lintasan.

Sementara waktu kualifikasi terus berjalan, Veda hanya bisa menunggu dengan penuh tanda tanya sambil mengenakan perlengkapan balap lengkap.

Dalam Moto3, setiap detik sangat penting untuk mendapatkan temperatur ban ideal dan menemukan ritme terbaik. Keterlambatan keluar lintasan otomatis membuat peluang pembalap semakin kecil.

Ketika motor akhirnya siap digunakan, waktu yang tersisa sudah sangat mepet. Kondisi itu memaksa Veda langsung memaksimalkan kecepatan tanpa pemanasan yang cukup.

Baca Juga: Harga Toyota Agya GR Sport Dinilai Kemahalan, Dibanderol Rp235 Juta hingga Rp265 Juta tapi Fiturnya Cuma Tambahan Minor?

 

Tekanan besar tersebut akhirnya menjadi awal dari bencana di sesi kualifikasi Moto3 Jerez 2026.

Crash di Lap Penentuan

Pada putaran terakhir Q2, Veda Ega Pratama mencoba memperbaiki catatan waktunya dengan tampil sangat agresif di beberapa sektor awal.

Namun saat memasuki salah satu tikungan cepat, ban depan motornya kehilangan grip hingga membuat motor tergelincir keras ke area gravel.

Crash tersebut langsung membuat suasana paddock Honda Team Asia sunyi. Veda terlihat sangat kecewa karena sadar peluang start di barisan depan telah hilang.

Insiden itu juga membuat pembalap Indonesia tersebut harus menerima kenyataan memulai race utama dari posisi ke-17.

Padahal sebelumnya banyak pihak meyakini Veda memiliki potensi besar untuk bersaing di grup depan Moto3 Jerez.

Hiroshi Aoyama Merasa Bersalah

Setelah sesi kualifikasi selesai, sorotan tertuju kepada Hiroshi Aoyama yang tampak tidak mampu menyembunyikan rasa penyesalannya.

Sebagai mantan juara dunia, Aoyama memahami betapa pentingnya sesi kualifikasi untuk menentukan peluang di balapan utama.

Ia merasa bertanggung jawab atas masalah teknis yang membuat Veda terlambat turun ke lintasan hingga akhirnya mengalami crash.

Malam sebelum balapan disebut menjadi momen evaluasi besar bagi Honda Team Asia. Tim mekanik berusaha memperbaiki seluruh kekurangan agar tidak kembali terjadi kesalahan fatal.

Mental Baja Veda di Hari Balapan

Meski mengalami kekecewaan besar saat kualifikasi, Veda Ega Pratama justru tampil luar biasa pada race utama Moto3 Jerez 2026.

Begitu lampu start padam, rider Indonesia tersebut langsung melakukan start bersih dan sukses menghindari insiden di tikungan pertama.

Lap demi lap, Veda mulai menunjukkan kualitasnya dengan menyalip banyak pembalap Eropa secara agresif namun tetap presisi.

Aksi overtaking yang dilakukan Veda terlihat matang dan penuh perhitungan. Ia tidak memaksakan manuver berbahaya, tetapi sabar menunggu celah kecil sebelum menyerang.

Bahkan para komentator internasional dibuat kagum melihat kecepatan Veda merangsek dari posisi belakang menuju kelompok depan.

Selain cepat, pembalap Indonesia itu juga tampil cerdas dalam menjaga kondisi ban. Saat banyak rider mulai kehilangan grip di akhir balapan, motor Veda justru terlihat semakin stabil.

Finish Keenam Jadi Bukti Kelas Dunia

Perjuangan luar biasa Veda akhirnya berbuah manis. Ia berhasil menyelesaikan balapan di posisi keenam setelah memulai race dari grid ke-17.

Hasil tersebut terasa seperti kemenangan besar bagi Honda Team Asia karena mampu bangkit dari situasi penuh tekanan sehari sebelumnya.

Momen emosional terjadi usai balapan ketika Hiroshi Aoyama langsung menghampiri Veda dengan ekspresi haru dan bangga.

Drama Moto3 Jerez 2026 menjadi bukti bahwa Veda Ega Pratama kini tidak hanya memiliki kemampuan teknis kelas dunia, tetapi juga mental juara yang sangat matang di usia muda.

Penampilan heroiknya semakin memperkuat keyakinan publik bahwa Indonesia memiliki calon pembalap besar untuk bersaing di level tertinggi balap motor dunia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#hiroshi aoyama #Moto3 Jerez 2026 #Crash Kualifikasi Moto3 #Honda Team Asia #veda ega pratama