Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Ukir Sejarah Dunia Balap, Dari Gunung Kidul Menuju Calon Bintang MotoGP Indonesia

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:48 WIB
Veda Ega Pratama sukses ukir sejarah balap dunia dan disebut calon kuat pembalap Indonesia di MotoGP masa depan. (Pinterest)
Veda Ega Pratama sukses ukir sejarah balap dunia dan disebut calon kuat pembalap Indonesia di MotoGP masa depan. (Pinterest)

Blitar Kawentar – Nama Veda Ega Pratama kini semakin bersinar di dunia balap internasional. Pembalap muda asal Gunung Kidul, Yogyakarta tersebut sukses mencuri perhatian berkat sederet prestasi luar biasa yang diraihnya sejak usia belia. Perjalanan panjang penuh kerja keras, disiplin, dan pembinaan terstruktur membuat Veda disebut-sebut sebagai calon pembalap Indonesia masa depan di ajang MotoGP.

Lahir di Gunung Kidul pada 23 November 2008, Veda sudah mengenal dunia balap sejak kecil. Bakatnya tumbuh dari lingkungan keluarga karena sang ayah, Sudarmono atau akrab disapa Momon, merupakan mantan pembalap nasional sekaligus juara Indoprix 2012.

Sejak usia empat tahun, Veda mulai akrab dengan motor kecil. Awalnya hanya bermain dan mengenal gas motor, namun setahun kemudian ia sudah mulai belajar mengendarai motor sendiri. Saat berusia enam tahun, sang ayah mulai mengikutsertakannya dalam berbagai ajang balap anak-anak.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Start dari Posisi 17, Pembalap Indonesia Ini Sukses Finish Keenam di Moto3 JS 2026 Spanyol

Didikan Keras Sang Ayah

Karier Veda Ega Pratama tidak dibangun secara instan. Sang ayah dikenal sangat disiplin dalam mendidik putranya. Momon memahami betul risiko dunia balap sehingga menanamkan fokus dan kedisiplinan sejak dini.

Latihan fisik menjadi rutinitas wajib sepulang sekolah. Di usia saat anak-anak lain masih bebas bermain, Veda sudah ditempa dengan latihan ketat demi membangun mental dan fisik sebagai pembalap profesional.

Awalnya Veda sempat diperkenalkan dengan motocross. Namun ketika berusia delapan tahun, fokus latihannya dialihkan ke balap aspal. Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya menuju dunia road race internasional.

Baca Juga: Suzuki Karimun 2026 Makin Menarik, City Car Irit dan Modern Ini Siap Jadi Mobil Favorit Anak Muda

Bersinar Bersama Astra Honda Racing School

Bakat besar Veda kemudian menarik perhatian Astra Honda Motor. Pada 2019, ia resmi bergabung dengan Astra Honda Racing School atau AHRS, sekolah balap binaan AHM untuk mencetak pembalap muda Indonesia menuju level dunia.

Di AHRS, kemampuan Veda berkembang sangat pesat. Ia bahkan berhasil meraih predikat sebagai murid terbaik berkat performa luar biasanya di lintasan.

Program pembinaan Astra Honda sendiri dikenal memiliki sistem yang sangat terstruktur. Para pembalap muda dibina mulai dari level nasional hingga internasional melalui berbagai jenjang kompetisi seperti Thailand Talent Cup, Asia Road Racing Championship, JuniorGP, hingga Moto3.

Juara Asia Talent Cup dan Cetak Sejarah

Karier internasional Veda mulai mencuri perhatian ketika mendapatkan wildcard di ajang Idemitsu Asia Talent Cup 2021 di Sirkuit Mandalika.

Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk menimba pengalaman sebelum menjalani musim penuh pada 2022. Hasilnya luar biasa. Veda berhasil menjadi juara Asia Talent Cup dan mencetak sejarah sebagai juara termuda di ajang tersebut.

Prestasinya terus berlanjut pada 2023. Veda kembali tampil dominan dan sukses mempertahankan gelar juara Asia Talent Cup berkat konsistensinya finis di posisi terdepan.

Keberhasilan tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan di dunia balap internasional sekaligus membuka jalan menuju persaingan yang lebih tinggi di Eropa.

Taklukkan Red Bull Rookies Cup

Pada 2024, Veda naik level dengan tampil di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup. Meski berstatus rookie, ia mampu tampil kompetitif melawan pembalap muda terbaik dunia.

Puncak performanya terjadi di Red Bull Ring Austria ketika berhasil meraih podium pertamanya setelah finis posisi ketiga di race kedua. Podium tersebut dipersembahkan sebagai hadiah Hari Kemerdekaan Indonesia ke-79.

Musim 2025 menjadi momen paling bersejarah dalam kariernya. Veda sukses menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup setelah tampil dominan di Sirkuit Mugello, Italia.

Ia meraih kemenangan ganda atau double winner di race 1 dan race 2. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di sirkuit legendaris Italia sebagai simbol kebanggaan bangsa.

Menuju Panggung Moto3

Kini Veda tengah menjalani debut di ajang JuniorGP, kompetisi yang dianggap sebagai gerbang terakhir menuju Moto3 dan MotoGP.

Di level ini, Veda harus beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW yang berbeda karakter dengan motor KTM yang sebelumnya digunakan di Rookies Cup. Meski demikian, kemampuan teknis dan mentalnya dinilai berkembang sangat cepat.

Para mekanik bahkan dibuat kagum dengan kemampuannya membaca karakter lintasan dan memberikan masukan detail terkait setup motor. Di usia muda, Veda dinilai sudah memiliki aura kepemimpinan serta mental juara.

Perjalanan panjang Veda Ega Pratama kini menjadi inspirasi besar bagi generasi muda Indonesia. Banyak pengamat percaya dirinya memiliki peluang besar menjadi pembalap Indonesia pertama di era modern yang mampu menembus MotoGP dunia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#asia talent cup #veda ega pratama #motogp indonesia #red bull rookies cup #Astra Honda Racing School