Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perjalanan Veda Ega Pratama dari Gunung Kidul ke Eropa, Talenta Muda Indonesia yang Dibidik Menuju MotoGP

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 9 Mei 2026 | 16:52 WIB
Veda Ega Pratama terus bersinar di Eropa dan disebut jadi calon kuat pembalap Indonesia di MotoGP masa depan. (Pinterest)
Veda Ega Pratama terus bersinar di Eropa dan disebut jadi calon kuat pembalap Indonesia di MotoGP masa depan. (Pinterest)

Blitar Kawentar – Dunia balap motor Indonesia kembali memiliki sosok muda yang menyita perhatian internasional. Veda Ega Pratama menjadi nama yang paling sering dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir setelah sederet prestasi gemilangnya di level Asia hingga Eropa.

Pembalap asal Gunung Kidul, Yogyakarta tersebut dianggap sebagai salah satu talenta terbaik hasil pembinaan Astra Honda Motor. Di usia yang masih sangat muda, Veda sudah berhasil mencatatkan sejarah penting untuk Indonesia di dunia balap internasional.

Lahir pada 23 November 2008, Veda tumbuh di lingkungan yang dekat dengan dunia otomotif. Sang ayah, Sudarmono atau Momon, merupakan mantan pembalap nasional sekaligus juara Indoprix 2012. Dari sang ayah inilah kecintaan Veda terhadap dunia balap mulai terbentuk sejak kecil.

Saat berusia empat tahun, Veda mulai mengenal motor kecil. Setahun kemudian, ia sudah mulai belajar mengendarai motor sendiri. Bakatnya berkembang sangat cepat hingga akhirnya rutin mengikuti berbagai ajang balap anak-anak sejak usia enam tahun.

Baca Juga: Suzuki Ignis 2026 Resmi Tampil Lebih Futuristik, Harga Mulai Rp220 Jutaan Bikin City Car Ini Kian Menggoda

Tempaan Disiplin Sejak Kecil

Kesuksesan Veda Ega Pratama tidak datang begitu saja. Didikan keras dan disiplin dari sang ayah menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan mentalnya sebagai pembalap.

Sudarmono memahami bahwa dunia balap adalah olahraga berisiko tinggi. Karena itu, ia selalu menanamkan fokus dan kedisiplinan kepada putranya sejak dini. Latihan fisik dan teknik menjadi bagian penting dalam keseharian Veda sepulang sekolah.

Awalnya Veda sempat diarahkan ke motocross sebelum akhirnya fokus ke balap aspal saat berusia delapan tahun. Keputusan tersebut terbukti menjadi langkah penting yang membuka jalan kariernya menuju balap internasional.

Baca Juga: Suzuki Ignis 2026 Resmi Tampil Lebih Sporty dan Modern, Harga Mulai Rp160 Jutaan Bikin City Car Ini Makin Diburu

Bersinar di Astra Honda Racing School

Bakat Veda mulai mendapat perhatian serius ketika dirinya bergabung dengan Astra Honda Motor melalui program Astra Honda Racing School atau AHRS pada 2019.

AHRS dikenal sebagai sekolah balap yang melahirkan banyak pembalap muda berbakat Indonesia. Di tempat inilah kemampuan Veda diasah secara profesional di bawah bimbingan pelatih dan pembalap senior Astra Honda Racing Team.

Performa Veda berkembang sangat pesat hingga dirinya berhasil menjadi salah satu murid terbaik di program tersebut. Keberhasilannya juga menjadi bukti suksesnya sistem pembinaan berjenjang yang diterapkan AHM.

Cetak Sejarah di Asia Talent Cup

Karier internasional Veda mulai menanjak ketika tampil di Idemitsu Asia Talent Cup. Pada musim 2022, ia tampil luar biasa dan sukses menjadi juara termuda di ajang tersebut.

Prestasi itu menjadi sejarah penting karena Veda berhasil meneruskan tradisi pembalap binaan Indonesia yang sukses di Asia Talent Cup.

Dominasi Veda terus berlanjut pada musim 2023. Ia kembali tampil konsisten dan sukses mempertahankan gelar juara setelah sering finis di posisi terdepan sepanjang musim.

Keberhasilan tersebut membuat namanya mulai diperhitungkan di dunia balap internasional dan membuka peluang menuju jenjang lebih tinggi di Eropa.

Tampil Gemilang di Eropa

Pada 2024, Veda naik kelas ke ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup, kompetisi yang dikenal sebagai tempat lahirnya calon pembalap MotoGP masa depan.

Meski menghadapi persaingan jauh lebih ketat, Veda mampu menunjukkan perkembangan luar biasa. Ia beberapa kali bertarung di barisan depan melawan pembalap muda terbaik dunia.

Momen paling berkesan terjadi di Red Bull Ring Austria ketika Veda sukses meraih podium perdananya setelah finis posisi ketiga. Podium tersebut menjadi hadiah spesial untuk Hari Kemerdekaan Indonesia.

Tak berhenti sampai di situ, musim 2025 menjadi titik tertinggi kariernya sejauh ini. Veda berhasil menjadi pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Red Bull MotoGP Rookies Cup setelah tampil dominan di Mugello, Italia.

Ia bahkan sukses meraih kemenangan ganda di race 1 dan race 2. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang di sirkuit legendaris tersebut dan menjadi momen bersejarah bagi dunia balap Indonesia.

Harapan Baru Menuju MotoGP

Kini Veda Ega Pratama tengah menjalani musim debut di JuniorGP, ajang yang dianggap sebagai pintu terakhir menuju Moto3 dan MotoGP.

Kemampuan teknisnya mendapat pujian dari banyak pihak, termasuk para mekanik tim yang kagum dengan cara Veda membaca karakter lintasan dan memberikan masukan detail mengenai setup motor.

Dengan usia yang masih sangat muda, Veda dianggap memiliki masa depan cerah di dunia balap internasional. Banyak pengamat yakin dirinya berpotensi menjadi pembalap Indonesia pertama di era modern yang mampu bersaing di MotoGP dunia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#asia talent cup #veda ega pratama #motogp #JuniorGP #red bull rookies cup