Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Sejarah Hari Buruh 1 Mei, Berawal dari Tragedi Berdarah di Chicago hingga Jadi Simbol Perjuangan Buruh Dunia

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 9 Mei 2026 | 19:52 WIB
Sejarah Hari Buruh 1 Mei bermula dari tragedi Haymarket di Chicago hingga menjadi simbol perjuangan buruh dunia.(Gemini AI)
Sejarah Hari Buruh 1 Mei bermula dari tragedi Haymarket di Chicago hingga menjadi simbol perjuangan buruh dunia.(Gemini AI)

 

BLITAR KAWENTAR - Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati setiap tanggal 1 Mei di berbagai negara sebagai simbol perjuangan kaum pekerja. Di balik peringatannya yang kini identik dengan aksi demonstrasi dan hari libur nasional, sejarah Hari Buruh ternyata berawal dari tragedi berdarah yang terjadi di Chicago pada tahun 1886.

Hari Buruh Internasional lahir dari perjuangan para pekerja yang menuntut hak-hak dasar dalam dunia kerja. Saat itu, para buruh di Amerika Serikat harus bekerja dalam waktu panjang dengan kondisi yang tidak manusiawi serta upah yang rendah.

Puncak perjuangan terjadi ketika ribuan buruh di Chicago melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut jam kerja yang lebih layak dan peningkatan kesejahteraan. Mereka meminta agar jam kerja dibatasi menjadi delapan jam sehari.

Aksi demonstrasi tersebut kemudian dikenal sebagai Peristiwa Haymarket. Pada awalnya demonstrasi berlangsung damai, namun situasi berubah menjadi ricuh setelah aparat kepolisian membubarkan massa menggunakan gas air mata dan melakukan penangkapan terhadap sejumlah demonstran.

Keesokan harinya, aksi kembali digelar di Lapangan Haymarket sebagai bentuk protes terhadap tindakan represif aparat. Demonstrasi yang awalnya berlangsung tertib tiba-tiba berubah mencekam setelah terjadi ledakan bom yang menewaskan sejumlah orang, termasuk aparat kepolisian.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Rombak Total Anggaran 2027: Pastikan Layanan Tanah di Blitar dan Nasional Tetap Cepat Meski Ekonomi Global Bergejolak

Delapan Aktivis Buruh Dijatuhi Hukuman Mati

Peristiwa ledakan di Haymarket kemudian menjadi alasan aparat untuk menangkap delapan aktivis buruh yang dituduh terlibat dalam aksi pengeboman tersebut. Proses persidangan yang berlangsung saat itu menuai kontroversi karena dianggap tidak adil.

Meski bukti keterlibatan mereka diperdebatkan, delapan aktivis buruh tersebut akhirnya dijatuhi hukuman mati. Eksekusi dilakukan pada tahun 1887 dan memicu gelombang solidaritas pekerja di berbagai negara.

Peristiwa Haymarket kemudian dikenang sebagai salah satu momen paling penting dalam sejarah perjuangan buruh dunia. Tragedi tersebut menjadi simbol perlawanan pekerja terhadap ketidakadilan dalam sistem kerja.

Baca Juga: Pemuda Warga Blitar Sukses Rebut Sabuk WBC Kompetisi Muay Thai Level Nasional

1 Mei Ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional

Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para buruh dan korban Peristiwa Haymarket, Kongres Sosialis Internasional Kedua yang digelar di Paris pada tahun 1889 menetapkan 1 Mei sebagai Hari Pekerja Internasional.

Keputusan itu diambil sebagai simbol solidaritas kaum pekerja di seluruh dunia. Sejak saat itu, Hari Buruh diperingati di banyak negara sebagai momentum perjuangan hak-hak pekerja dan pengingat atas sejarah panjang gerakan buruh internasional.

Peringatan Hari Buruh biasanya diisi dengan berbagai kegiatan seperti aksi demonstrasi, pidato, hingga kampanye sosial yang menyoroti isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja.

Baca Juga: Geopolitik Dunia Memanas! Menteri Nusron Wahid Kunci 89 Persen Lahan Sawah Nasional, Alih Fungsi Kini Tak Bisa Sembarangan

Hari Buruh Jadi Momentum Suarakan Hak Pekerja

Di berbagai negara, termasuk Indonesia, May Day menjadi momentum bagi pekerja untuk menyuarakan berbagai persoalan yang masih dihadapi. Mulai dari upah layak, perlindungan tenaga kerja, jaminan sosial, hingga kepastian status kerja menjadi isu yang kerap disampaikan dalam aksi Hari Buruh.

Meski kondisi dunia kerja telah berubah dibanding masa revolusi industri, perjuangan pekerja dinilai masih relevan hingga sekarang. Banyak pekerja modern masih menghadapi tantangan seperti kontrak kerja tidak pasti, PHK, hingga tekanan ekonomi.

Karena itu, Hari Buruh Internasional bukan sekadar peringatan tahunan atau hari libur biasa. May Day menjadi simbol solidaritas dan pengingat bahwa hak-hak pekerja yang ada saat ini merupakan hasil perjuangan panjang kaum buruh di masa lalu.

Semangat perjuangan dalam Peristiwa Haymarket juga dianggap tetap hidup hingga kini, terutama ketika pekerja di berbagai negara terus memperjuangkan lingkungan kerja yang lebih adil dan manusiawi.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#sejarah buruh #Peristiwa Haymarket #perjuangan pekerja #Hari Buruh #may day