Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Galang Hendra Blak-blakan Soal Beratnya World Supersport 600, Dari Adaptasi Motor 600cc hingga Lawan Rider Veteran Dunia

Dyah Wulandari • Minggu, 10 Mei 2026 | 21:08 WIB
Galang Hendra World Supersport 600 jadi sorotan usai bongkar sulitnya adaptasi lawan rider veteran dunia.
(screenshot youtube)
Galang Hendra World Supersport 600 jadi sorotan usai bongkar sulitnya adaptasi lawan rider veteran dunia. (screenshot youtube)

JAKARTA - Pembalap muda Indonesia, Galang Hendra Pratama, mengungkap tantangan besar yang dihadapinya selama menjalani musim perdana di ajang World Supersport 600. Rider binaan Yamaha itu mengaku harus beradaptasi total, mulai dari gaya balap hingga memahami karakter motor 600cc yang jauh berbeda dibanding motor 300cc yang sebelumnya ia gunakan.

Dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube otomotif dan balap, Galang Hendra menyebut musim debutnya di World Supersport menjadi pengalaman yang sangat sulit sekaligus penuh pelajaran penting.

“Ini pertama kali saya bawa motor 600cc. Riding style, setup motor, sampai manajemen ban semuanya benar-benar berbeda,” ujarnya.

Baca Juga: Kia Carens Trendy Facelift 2026 Resmi Hadir, MPV Termurah Kia Ini Sudah ADAS dan Captain Seat Harga Rp323 Juta

Keyword utama “Galang Hendra World Supersport 600” menjadi sorotan karena kiprah pembalap asal Yogyakarta tersebut terus menarik perhatian pecinta balap motor Indonesia. Apalagi, Galang menjadi pembalap Indonesia kedua setelah Gerry Salim yang tampil di level dunia kelas supersport.

Pada awal musim, Galang mengaku sempat kesulitan bersaing dan berada di posisi bawah saat seri pembuka di Australia. Namun perlahan, performanya mulai meningkat hingga mampu menembus posisi 10 besar di beberapa balapan.

Menurutnya, proses adaptasi menjadi kunci utama. Sebab, karakter motor 600cc sangat berbeda dibanding motor 300cc yang lebih mudah dikendalikan di tikungan.

Baca Juga: Kia Carens Facelift 2026 Resmi Masuk Indonesia, MPV Rp300 Jutaan Ini Punya Sunroof dan ADAS Bikin Xpander Ketar-ketir

Adaptasi Motor 600cc Jadi Tantangan Besar

Galang menjelaskan bahwa dirinya sebelumnya hampir tidak memiliki pengalaman menggunakan motor 600cc untuk balapan. Ia baru mulai rutin berlatih setelah mendapat kabar akan naik kelas ke World Supersport.

“Saya sebelumnya cuma sesekali sentuh motor 600cc. Setelah ada kabar naik kelas, saya dan papa akhirnya beli motor buat latihan di Sentul,” katanya.

Baca Juga: Kia Carens Facelift 2026 Bikin Xpander dan Veloz Ketar-ketir, Mesin Turbo 160 HP dan Fitur Sultan Jadi Sorotan

Namun latihan di Indonesia ternyata belum cukup untuk menghadapi kerasnya persaingan di Eropa. Galang menilai karakter sirkuit Eropa sangat berbeda dengan Sirkuit Sentul yang lebih mengandalkan pola stop and go.

Di World Supersport, pembalap dituntut menjaga rolling speed dan fokus pada exit tikungan agar motor tetap melaju cepat.

“Kalau di Eropa itu fokusnya exit tikungan. Jangan terlalu dekat saat braking karena nanti speed keluar tikungannya hilang,” jelasnya.

Baca Juga: Kia Carens Facelift 2026 Resmi Masuk Indonesia, Fitur ADAS Lengkap dan Captain Seat Bikin MPV Ini Makin Mewah

Galang juga harus menghadapi pembalap-pembalap senior yang sudah bertahun-tahun menggunakan motor 600cc. Nama-nama seperti Jules Cluzel, Steven Odendaal, hingga Andrea Locatelli menjadi lawan berat yang memberinya banyak pelajaran.

Belajar dari Nol di Tim Baru

Selain adaptasi motor, Galang juga menghadapi tantangan komunikasi teknis di tim barunya. Ia mengaku harus mempelajari ulang bahasa teknis dalam menyampaikan kondisi motor kepada mekanik.

Baca Juga: Honda BR-V 2026 Makin Mewah dan Irit, SUV 7 Seater Favorit Keluarga Ini Siap Jadi Raja Baru di Indonesia

“Di tim lama mereka sudah paham bahasa teknik saya. Di tim baru saya harus cari chemistry lagi,” ujarnya.

Kondisi pandemi COVID-19 pada musim itu juga memperumit situasi. Jadwal latihan sangat terbatas dan sebagian besar aktivitas hanya dilakukan dari hotel ke sirkuit.

Galang menyebut sistem dua balapan dalam satu akhir pekan membuat tim kesulitan mencari setup terbaik motor. Jika setup belum ditemukan sejak Jumat, maka pembalap akan kerepotan hingga race day.

Baca Juga: Honda BR-V 2026 Makin Canggih dan Irit, SUV 7 Seater Rp 320 Jutaan Ini Siap Bikin Avanza-Xpander Ketar-ketir

“Kalau Jumat belum ketemu setup, Sabtu dan Minggu jadi buru-buru cari setting lagi,” katanya.

Meski demikian, Galang tetap menikmati proses belajar tersebut. Ia merasa semakin memahami karakter motor besar dan mulai mampu bersaing dengan rider-rider veteran.

Pilih Matang di World Supersport

Untuk masa depan kariernya, Galang menegaskan belum ingin buru-buru naik kelas ke kompetisi yang lebih tinggi. Ia memilih fokus mematangkan kemampuan di World Supersport 600 terlebih dahulu.

Baca Juga: Honda BR-V N7X Edition Tampil Makin Sangar dengan Dark Chrome, Honda BR-V N7X Edition 2026 Punya Fitur Premium dan Kabin Super Lega

“Saya ingin matang dulu di 600cc. Saya nggak mau buru-buru naik kelas tapi hasilnya malah tidak maksimal,” tegasnya.

Galang juga mengaku kini lebih fokus pada tanggung jawabnya sebagai pembalap profesional dan wakil Indonesia dibanding memikirkan komentar negatif netizen.

“Saya sekarang punya tanggung jawab dengan Yamaha, sponsor, dan tentu saja membawa nama Indonesia,” ucapnya.

Baca Juga: Honda BR-V 2026 Makin Premium dan Irit, Honda BR-V 2026 Siap Kalahkan Xpander Cross hingga Toyota Rush di Segmen SUV Keluarga

Meski baru menjalani musim perdana, Galang mengaku bangga bisa bertarung dengan pembalap-pembalap berpengalaman dunia. Ia optimistis performanya akan semakin berkembang jika mendapat kesempatan melanjutkan proyek di kelas yang sama musim berikutnya.

Editor : Dyah Wulandari
#Balap motor dunia #Galang Hendra World Supersport #World Supersport 600 #Galang Hendra Pratama #Yamaha Racing