(screenshot youtube)
JAKARTA - Momen bersejarah tercipta untuk dunia balap motor Indonesia ketika Aldi Satya Mahendra sukses meraih gelar juara dunia World Supersport 300 musim 2024. Namun di balik keberhasilan tersebut, ada peran besar sang kakak, Galang Hendra Pratama, yang rela berkorban demi mengamankan titel untuk Indonesia.
Galang Hendra mengungkap bahwa dirinya dan Aldi sudah sepakat sejak awal musim untuk saling membantu di lintasan apabila ada peluang podium maupun perebutan gelar juara dunia.
Keyword “Aldi Satya Mahendra juara dunia World Supersport 300” langsung ramai dicari publik usai Indonesia akhirnya memiliki juara dunia balap motor untuk pertama kalinya.
Tak hanya itu, Galang dan Aldi juga mencatat sejarah baru sebagai kakak-adik pertama asal Indonesia yang mampu naik podium bersama di ajang World Supersport 300.
Podium Bersejarah untuk Indonesia
Galang menceritakan momen spesial tersebut terjadi di seri Prancis. Dalam dua balapan berturut-turut, kedua bersaudara itu berhasil finis di podium secara bergantian.
“Race pertama Aldi juara, saya posisi dua. Race kedua saya posisi dua lagi dan Aldi juara,” kata Galang.
Baginya, pencapaian itu menjadi sejarah besar untuk Indonesia karena belum pernah ada pembalap Merah Putih yang mendominasi podium World Supersport 300 secara bersamaan.
Menurut Galang, hubungan mereka di lintasan bukan sekadar rival sesama pembalap, tetapi juga hubungan keluarga dan perjuangan membawa nama Indonesia.
“Ini bukan cuma soal sponsor lagi, tapi soal Indonesia dan hubungan darah,” ujarnya.
Rela Korban demi Gelar Juara Aldi
Memasuki seri penentuan di Jerez, Spanyol, tensi persaingan disebut sangat tinggi. Jarak poin Aldi dengan rivalnya sangat tipis sehingga setiap posisi menjadi penentu gelar juara dunia.
Galang mengaku sengaja membantu Aldi dengan menahan pembalap-pembalap rival agar sang adik bisa mengamankan poin penting.
“Saya berusaha backup Aldi karena poinnya tipis sekali,” ungkapnya.
Bahkan, Galang rela mengambil risiko besar hingga mendapat penalti turun tiga posisi demi menjaga peluang Aldi.
Baca Juga: Kia Carens 2026 Segera Meluncur di Indonesia, MPV Rasa SUV Ini Siap Tantang Stargazer dan Xpander
Ia menyebut keputusan tersebut diambil karena melihat Aldi sangat membutuhkan perlindungan di lintasan saat situasi balapan semakin panas.
“Saya berkorban untuk bantu Aldi. Yang penting dia aman dan bisa kunci gelar,” katanya.
Selamat dari Kecelakaan Maut di Aragon
Perjuangan Galang membantu Aldi ternyata dilakukan dalam kondisi yang tidak mudah. Sebelum seri penentuan, Galang sempat mengalami kecelakaan hebat di Aragon yang nyaris merenggut nyawanya.
Pembalap asal Bantul itu menyebut insiden tersebut sebagai kecelakaan terparah sepanjang karier balapnya.
“Di Aragon itu benar-benar mukjizat saya bisa selamat. Saya sampai dibawa helikopter dan sempat koma,” ujar Galang.
Meski baru pulih dari cedera berat, Galang tetap turun balapan demi membantu Aldi meraih gelar juara dunia.
Semangat kakak-adik mereka pun mendapat banyak pujian dari pecinta balap Indonesia.
Kunci Kekompakan Hendra Bersaudara
Galang mengungkap hubungan dirinya dan Aldi sebenarnya sama seperti kakak-adik pada umumnya yang sering bertengkar dan berbeda pendapat.
Namun ketika sudah berada di lintasan balap, keduanya langsung berubah menjadi partner yang saling mendukung.
“Kalau sudah di atas motor, kita saling bantu,” jelas Galang.
Keberadaan Aldi di paddock World Superbike juga membuat psikologi dan mental Galang menjadi lebih kuat. Ia mengaku kini tidak lagi merasa sendirian saat balapan di Eropa.
“Dulu saya sendirian di Eropa. Sekarang ada Aldi, ada teman bercanda dan sharing,” katanya.
Menurut Galang, dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting bagi pembalap Indonesia agar bisa berkembang seperti rider-rider Eropa.
Harapan untuk Pemerintah Baru
Di akhir wawancara, Galang turut menyampaikan harapannya kepada pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto agar lebih memperhatikan olahraga balap motor Indonesia.
Ia berharap akses sponsor dan dukungan untuk atlet otomotif bisa semakin mudah sehingga lebih banyak pembalap Indonesia mampu berprestasi di level internasional.
“Balap motor ini industri besar dan butuh dukungan sponsor serta negara,” ujarnya.
Untuk musim depan, Galang memastikan dirinya berpeluang tetap tampil di World Supersport 300 bersama tim yang sama jika seluruh rencana berjalan lancar.
Namun ia tetap mengingatkan Aldi agar tidak cepat puas meski sudah menjadi juara dunia.
“Di atas langit masih ada langit,” tutup Galang.
Editor : Dyah Wulandari