JAKARTA - Galang Hendra Pratama mengungkap tantangan besar saat kembali turun di ajang balap underbone nasional bersama Yamaha Factory Racing Indonesia. Setelah lama berkarier di kompetisi motor sport dan World Supersport, Galang mengaku harus beradaptasi ulang dengan gaya balap motor bebek atau underbone.
Galang Hendra turun di ajang One Prix menggunakan Yamaha MX King untuk mengisi waktu luang di tengah aktivitas balap internasionalnya. Namun, pembalap asal Bantul, Yogyakarta itu menyebut transisi dari motor supersport ke underbone ternyata tidak mudah.
Keyword “Galang Hendra MX King One Prix” pun menjadi perhatian pecinta balap nasional karena rider yang biasa menunggang motor 600cc kini kembali menjajal kerasnya persaingan kelas underbone.
Dalam keterangannya, Galang mengaku mengalami kesulitan besar terutama dalam mengubah riding style yang selama ini terbentuk saat balapan di kelas supersport.
Riding Style Supersport Sulit Hilang
Menurut Galang, gaya balap motor supersport sangat berbeda dibanding motor underbone. Karena terlalu lama menggunakan motor sport, refleks dan kebiasaannya saat menikung terbawa ketika menunggang MX King.
“Riding style saya sudah terbawa seperti motor sport style, jadi rubah lagi ke gaya balap bebek itu cukup sulit,” ujar Galang.
Ia menjelaskan bahwa motor underbone membutuhkan karakter berkendara berbeda, terutama dalam menjaga putaran mesin atau RPM agar motor tetap kompetitif di lintasan.
Berbeda dengan motor supersport yang lebih mengandalkan hard braking dan teknik menikung berkecepatan tinggi, motor underbone justru menuntut pembalap menjaga ritme dan kerapian saat riding.
“Kalau underbone kita harus jaga RPM terus. Racing line juga harus benar-benar rapi,” katanya.
Banyak Testing demi Temukan Setup Terbaik
Untuk mempercepat adaptasi, Galang bersama Yamaha Factory Racing Indonesia melakukan banyak pengujian mulai dari suspensi hingga karakter mesin MX King.
Ia mengaku awalnya performa yang didapat belum memuaskan. Namun perlahan, tim berhasil menemukan base setup yang mulai cocok dengan gaya balapnya.
“Kita banyak testing dari suspensi dan engine. Sekarang sudah menemukan base yang cukup kuat,” jelasnya.
Galang juga memanfaatkan waktu latihan bersama Doni Racing School untuk mengembalikan feeling balap underbone yang sempat lama ditinggalkan.
Dalam satu hari penuh latihan, ia fokus memutar sebanyak mungkin lap agar kembali terbiasa dengan karakter motor bebek.
“Saya fokus banyak lap supaya terbiasa lagi dengan riding style underbone,” ungkapnya.
Era Underbone Sekarang Berbeda
Galang menyebut dunia balap underbone saat ini jauh berbeda dibanding era awal dirinya turun di kelas tersebut beberapa tahun lalu.
Baca Juga: Kia Carens 2026 Segera Meluncur di Indonesia, MPV Rasa SUV Ini Siap Tantang Stargazer dan Xpander
Salah satu perubahan terbesar ada pada penggunaan suspensi monosok yang membuat karakter motor berubah drastis dibanding generasi underbone lama dengan dual shockbreaker.
“Dulu saya balap underbone masih shock dua, sekarang sudah monosok jadi cara bawanya beda,” kata Galang.
Selain itu, karakter mesin dan teknologi balap juga mengalami perkembangan yang membuat persaingan semakin kompetitif.
Karena itu, Galang tidak ingin meremehkan lawan-lawannya di kelas underbone nasional.
“Semua pembalap sekarang kencang dan punya power sendiri-sendiri,” ujarnya.
Target Realistis di One Prix
Meski memiliki pengalaman internasional, Galang memilih memasang target realistis saat kembali tampil di balap nasional.
Ia menegaskan fokus utamanya adalah bisa finis di posisi lima besar terlebih dahulu sebelum memikirkan podium.
“Target saya lima besar dulu. Kalau ada kesempatan fight podium, saya akan berjuang,” katanya.
Menariknya, di ajang nasional kali ini Galang juga kembali satu tim dengan sang adik, Aldi Satya Mahendra.
Baca Juga: Kia Carens 2026 Segera Meluncur di Indonesia, MPV Rasa SUV Ini Siap Tantang Stargazer dan Xpander
Keduanya sebelumnya sudah lama bersama di Yamaha Racing Indonesia pada ajang Asia Road Racing Championship hingga World Supersport 300.
Galang berharap kekompakan dirinya dengan Aldi bisa memberi dampak positif untuk tim di lintasan maupun di luar balapan.
“Sebisa mungkin kita tetap kompak dan bantu tim,” tutup Galang.
Editor : Dyah Wulandari