Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Perjalanan Gary dari Balap Motor Bebek hingga Supermoto, Kisah Pembalap yang Tumbuh dari Keluarga Racer

Dyah Wulandari • Senin, 11 Mei 2026 | 13:39 WIB
Perjalanan Gary di dunia balap motor dimulai dari Suzuki Smash hingga jadi pembalap supermoto bersama sang kakak.
(screenshot youtube)
Perjalanan Gary di dunia balap motor dimulai dari Suzuki Smash hingga jadi pembalap supermoto bersama sang kakak.
(screenshot youtube)

JAKARTA - Dunia balap motor Indonesia memang melahirkan banyak talenta berbakat. Salah satunya adalah Gary, pembalap yang mengawali kariernya dari balap motor bebek hingga kini dikenal di ajang supermoto. Kisah perjalanan Gary di dunia balap motor menarik perhatian karena tumbuh dari keluarga yang memang lekat dengan atmosfer balapan.

Dalam sebuah wawancara, Gary mengungkapkan kecintaannya terhadap dunia balap muncul sejak kecil. Darah pembalap mengalir kuat dalam keluarganya. Sang ayah diketahui merupakan mantan pembalap motocross, sementara kakaknya, Tommy, masih aktif hingga sekarang di dunia balap.

Kecintaan Gary terhadap balap motor bermula saat dirinya sering melihat Tommy menjalani latihan dan mengikuti kompetisi. Dari situ muncul rasa penasaran sekaligus tantangan yang membuatnya tertarik terjun ke lintasan.

Baca Juga: Guncang Dominasi Eropa! Veda Ega Pratama Moto3 Le Mans 2026 Libas Rider Spanyol, Pedok Internasional Mulai Gemetar Lihat Skill Anak Gunungkidul

“Dulu lihat kakak latihan dan ikut balap rasanya seru, punya tantangan juga. Akhirnya saya minta ke orang tua untuk ikut balap,” ungkap Gary.

Menariknya, Gary dan Tommy juga sempat berada dalam satu tim balap, khususnya di ajang supermoto. Kebersamaan mereka di lintasan bahkan disebut mirip duo kakak-adik terkenal di MotoGP, Marc Marquez dan Alex Marquez.

Awal Karier Balap Gary Dimulai Sejak SD

Gary mengaku mulai serius menyukai dunia balap saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Tepatnya ketika kelas 6 SD sekitar tahun 2007. Memasuki masa SMP, dirinya mulai benar-benar terjun ke kompetisi balap motor.

Baca Juga: Semangat Warga Desa Purwokerto Blitar Menjaga Usaha Anyaman Bambu secara Tradisional

Di masa awal kariernya, seluruh kebutuhan balap masih ditanggung oleh orang tua. Mulai dari motor, biaya latihan, hingga keperluan mengikuti kompetisi. Hal itu menjadi tantangan tersendiri karena saat itu Gary belum memiliki sponsor.

“Awal balap semuanya masih biaya orang tua. Dari motor sampai latihan dan ikut balapan semua difasilitasi keluarga,” katanya.

Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanan Gary. Apalagi sang ayah juga memiliki kemampuan sebagai mekanik yang membantu menyiapkan motor balap untuk anak-anaknya.

Baca Juga: Semangat Warga Desa Purwokerto Blitar Menjaga Usaha Anyaman Bambu secara Tradisional

Suzuki Smash Jadi Motor Balap Pertama Gary

Salah satu cerita menarik dalam perjalanan karier Gary adalah soal motor balap pertamanya. Kala itu, Gary belum memiliki motor sendiri dan akhirnya menggunakan motor milik Tommy.

Motor tersebut adalah Suzuki Smash, salah satu motor bebek yang cukup populer di era kejayaan balap underbone Indonesia.

Baca Juga: Aksi Gila Feda Ega Pratama GP Prancis 2026: Finis Keempat di Le Mans, Buktikan Mentalitas Baja Rider Indonesia di Level Dunia!

“Karena Tommy dulu balap dan Papa juga mekanik, akhirnya saya pakai motor kakak dulu. Waktu itu Suzuki Smash,” ujar Gary.

Pada era tersebut, balap motor bebek memang sedang berada di masa keemasan. Kelas 110 cc dan 125 cc menjadi primadona berbagai kejuaraan nasional. Atmosfer kompetisi sangat ramai dengan dukungan penonton yang memadati sirkuit.

Balap Motor Bebek Pernah Jadi Primadona Indonesia

Gary mengingat bagaimana balap motor bebek dulu memiliki basis penggemar yang sangat besar. Berbeda dengan sekarang yang mulai didominasi kelas sport dan supersport, pada masa itu motor bebek menjadi tulang punggung dunia balap nasional.

Baca Juga: Comeback Gila Veda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026: Terlempar ke Posisi 14, Finish P4, dan Buktikan Mentalitas Giant Killer di Le Mans!

Kejuaraan nasional atau jurnas balap motor bebek bahkan selalu dipenuhi penonton. Banyak pembalap muda lahir dari kompetisi tersebut sebelum akhirnya naik kelas ke level lebih tinggi.

Menurut Gary, saat itu balap supersport dengan kapasitas mesin besar belum terlalu populer di Indonesia. Karena itulah motor bebek menjadi pilihan utama para pembalap muda untuk mengasah kemampuan.

“Dulu supersport belum terlalu ramai di Indonesia. Jadi yang benar-benar booming itu balap motor bebek,” jelasnya.

Baca Juga: Comeback Gila Veda Ega Pratama Moto3 Prancis 2026: Terlempar ke Posisi 14, Finish P4, dan Buktikan Mentalitas Giant Killer di Le Mans!

Fenomena tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah motorsport Indonesia. Banyak pembalap nasional yang mengawali karier dari kelas underbone sebelum menembus kompetisi internasional.

Dukungan Keluarga Jadi Kunci

Perjalanan Gary membuktikan bahwa dukungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karier seorang pembalap. Kehadiran ayah sebagai mantan pembalap sekaligus mekanik, ditambah dukungan kakak yang lebih dulu terjun ke lintasan, membuat Gary semakin percaya diri mengejar mimpi di dunia balap motor.

Baca Juga: Drama Wet Race Moto3 Le Mans 2026: Veda Pratama Tampil Gila! Sempat Tercecer ke Posisi 14, Mentalitas Baja Bawa Rider Indonesia Finish Ke-4

Kini, Gary dikenal sebagai salah satu pembalap yang terus berkembang di dunia supermoto Indonesia. Pengalaman panjang sejak era balap motor bebek menjadi modal penting dalam membangun mental dan kemampuan di lintasan.

Kisah Gary juga menjadi gambaran bagaimana dunia balap Indonesia masih terus melahirkan talenta-talenta muda dari keluarga pecinta motorsport yang memiliki semangat besar untuk bersaing di arena balap nasional maupun internasional.

Editor : Dyah Wulandari
#Balap Motor Bebek #Gary pembalap #Supermoto Indonesia #Suzuki Smash #Tommy pembalap