JAKARTA - Ajang Red Bull Rookies Cup kembali menjadi perhatian pecinta balap motor dunia. Kompetisi balap yang dikenal sebagai tempat lahirnya calon bintang MotoGP ini terus menghadirkan talenta muda terbaik dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Red Bull Rookies Cup sendiri pertama kali digelar pada 2007 dan hingga musim 2022 tetap menjadi salah satu jalur penting menuju Grand Prix dunia. Menariknya, seluruh pembalap menggunakan motor yang sama sehingga persaingan benar-benar mengandalkan kemampuan rider.
Dalam ajang Red Bull Rookies Cup, semua peserta memakai motor KTM RC250R yang disediakan langsung oleh promotor. Format ini membuat kompetisi menjadi sangat ketat karena tidak ada perbedaan spesifikasi motor antar pembalap.
Baca Juga: Sabet Penghargaan ANRI, Kementerian ATR/BPN Dinilai Berhasil Lestarikan Arsip Nasional
Indonesia ternyata sudah memiliki beberapa wakil di Red Bull Rookies Cup. Nama pertama yang tampil adalah Gerry Salim pada musim 2018. Setelah itu dilanjutkan Mario Suryo Aji pada 2019 hingga 2021. Sementara pada musim 2022, Indonesia kembali mengirimkan pembalap muda Fadillah Arbi Aditama.
Red Bull Rookies Cup Jadi Jalan Menuju MotoGP
Ajang Red Bull Rookies Cup dikenal sebagai salah satu kompetisi junior paling bergengsi di dunia. Banyak pembalap yang sukses di kejuaraan ini kemudian menembus Moto3, Moto2 hingga MotoGP.
Beberapa nama besar pernah menjadi juara Red Bull Rookies Cup. Johann Zarco menjadi kampiun pertama pada 2007, lalu disusul pembalap-pembalap terkenal seperti Pedro Acosta, David Alonso hingga Kazuki Masaki.
Tak hanya para juara, banyak pembalap yang tidak menjadi kampiun pun tetap mampu bersinar di level Grand Prix. Nama seperti Brad Binder, Miguel Oliveira hingga Jorge Martin menjadi contoh sukses lulusan Red Bull Rookies Cup.
Bahkan juara World Superbike 2021, Toprak Razgatlioglu, juga pernah tampil di Red Bull Rookies Cup pada musim 2013 dan 2014 meski gagal menjadi juara umum.
Gerry Salim Jadi Pembuka Jalan Indonesia
Gerry Salim menjadi pembalap Indonesia pertama yang tampil di Red Bull Rookies Cup pada 2018. Saat itu, pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut berhasil mengumpulkan 23 poin dan finis di posisi ke-18 klasemen akhir.
Musim 2018 sendiri dimenangkan pembalap asal Turki, Can Oncu. Posisi kedua ditempati Deniz Oncu, sementara Javier Artigas berada di peringkat ketiga.
Meski belum mampu menembus papan atas, kehadiran Gerry Salim menjadi langkah penting bagi Indonesia di ajang balap junior Eropa tersebut.
Mario Suryo Aji Tampil Konsisten
Setelah Gerry Salim, tongkat estafet dilanjutkan Mario Suryo Aji mulai musim 2019. Pada musim debutnya, Mario langsung menunjukkan potensi besar dengan finis di posisi ke-16 dan mengoleksi 42 poin.
Hasil tersebut cukup menjanjikan mengingat persaingan di Red Bull Rookies Cup sangat ketat. Apalagi Mario harus menghadapi banyak pembalap muda berbakat dari Eropa dan Amerika Selatan.
Musim 2019 dimenangkan Carlos Tatay dengan 194 poin, disusul Pedro Acosta di posisi kedua dan Jeremy Alcoba di peringkat ketiga.
Performa Mario meningkat pada musim 2020. Pembalap asal Magetan tersebut naik ke posisi ke-11 klasemen akhir dengan raihan 65 poin. Sementara musim 2020 dimenangkan Pedro Acosta yang kemudian melesat ke Moto3 dan Moto2.
Pada musim 2021, Mario kembali tampil kompetitif dan finis di posisi ke-16 dengan total 53 poin. Meski posisinya sama seperti musim debut, jumlah poin yang diraih lebih banyak.
Fadillah Arbi Aditama Jadi Harapan Baru Indonesia
Indonesia kembali memiliki wakil di Red Bull Rookies Cup musim 2022 lewat Fadillah Arbi Aditama. Pembalap muda binaan Astra Honda Racing Team itu diharapkan mampu melanjutkan tradisi rider Indonesia di kompetisi junior dunia.
Fadillah Arbi dikenal sebagai salah satu talenta muda potensial Indonesia. Kehadirannya di Red Bull Rookies Cup menjadi peluang penting untuk mendapatkan pengalaman menghadapi pembalap-pembalap terbaik dunia.
Ajang ini juga dianggap sebagai batu loncatan menuju Moto3 World Championship. Karena itu, performa para pembalap muda Indonesia di Red Bull Rookies Cup selalu menarik perhatian publik Tanah Air.
Selain menguji kemampuan balap, kompetisi tersebut juga melatih mental bertanding di level internasional. Persaingan ketat dan atmosfer balap Eropa menjadi pengalaman berharga bagi pembalap Indonesia yang ingin menembus MotoGP.
Dengan semakin banyaknya rider Indonesia di Red Bull Rookies Cup, peluang lahirnya pembalap Tanah Air di level Grand Prix dunia juga semakin terbuka lebar.
Baca Juga: Semangat Warga Desa Purwokerto Blitar Menjaga Usaha Anyaman Bambu secara Tradisional