JAKARTA - Balapan kelas AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC) di Sirkuit Sepang menghadirkan drama sejak lap pertama. Persaingan sengit rider Honda dan Yamaha mewarnai jalannya lomba, sementara nama Gerry Salim sukses mencuri perhatian lewat comeback impresifnya di ARRC Sepang.
Keyword utama “Gerry Salim” langsung menjadi sorotan setelah pembalap senior Indonesia itu tampil konsisten dan perlahan merangsek ke barisan depan. Di tengah banyaknya insiden crash yang melibatkan sejumlah rider unggulan, Gerry Salim justru mampu memanfaatkan situasi dengan matang.
Balapan AP250 ARRC Sepang sendiri dimulai dengan start solid dari pembalap pole position, Razer Danica Arenas. Rider tersebut langsung memimpin rombongan depan sejak tikungan awal. Namun tekanan dari para pembalap Yamaha dan Astra Honda Racing Team membuat persaingan semakin panas.
Duel Honda vs Yamaha Langsung Memanas
Sejak awal lomba, duel Honda melawan Yamaha menjadi pusat perhatian. Jessel Jurado mengalami start kurang maksimal, sementara para rider Astra Honda dan Yamaha silih berganti menyerang di grup terdepan.
Situasi balapan berubah dramatis ketika insiden besar terjadi melibatkan beberapa nama penting. Ristya Hera kembali menjadi sorotan setelah terjadi kontak yang membuat Chandra Hermawan terjatuh. Tak lama berselang, Musyvi juga ikut mengalami crash pada insiden berikutnya.
Kecelakaan beruntun tersebut membuat tiga pembalap besar harus tersingkir lebih awal dari balapan AP250 Sepang. Momen itu langsung mengubah peta persaingan dan membuka peluang bagi rider lain untuk naik posisi.
“Selalu ada sesuatu yang terjadi saat Ristya Hera berada di lintasan,” demikian komentar yang terdengar dalam jalannya siaran balapan.
Abdul Razak 14 Tahun Tampil Dewasa
Di tengah chaos balapan, perhatian kemudian tertuju kepada Abdul Razak, rider muda Honda Racing Thailand bernomor 12. Meski baru berusia 14 tahun, penampilannya dinilai sangat matang dan tenang.
Abdul Razak mampu menjaga ritme balapan dengan baik dan tetap berada di grup depan sepanjang race berlangsung. Performanya bahkan disebut seperti pembalap berpengalaman karena minim melakukan kesalahan di tengah tekanan tinggi.
Sementara itu, Razer Danica Arenas tetap tampil konsisten di barisan depan. Banyak pengamat menilai dirinya sengaja menyimpan tenaga sambil menunggu momentum terbaik untuk menyerang di lap-lap akhir.
Rekan setimnya, Fadli Imammuddin, juga sempat tampil solid sebagai pendukung utama di grup depan. Namun memasuki fase krusial balapan, Fadli mulai kehilangan posisi setelah mengalami beberapa momen sulit.
Fadli Imammuddin dan Fahami Basam Gagal Finis Maksimal
Drama kembali terjadi ketika Fadli Imammuddin mengalami masalah saat memasuki tikungan sembilan pada lap akhir. Meski sempat bertahan, pembalap muda Indonesia itu akhirnya kehilangan momentum penting.
Tak lama kemudian, Fahami Basam bernomor 222 juga harus tersingkir setelah motornya melebar ke area hijau lintasan. Banyak yang menduga grip ban berkurang saat memasuki tikungan sehingga membuatnya kehilangan kendali.
Insiden tersebut menjadi pukulan besar karena Fahami Basam sebenarnya sedang berada dalam posisi cukup kompetitif untuk bersaing di papan atas.
Kegagalan Basam kemudian membuka jalan bagi Kritchaporn Kaewson, runner-up musim lalu, untuk memperbaiki posisi. Namun sorotan utama justru tertuju kepada Gerry Salim.
Gerry Salim Tampil Tenang dan Efektif
Comeback Gerry Salim di AP250 Sepang berjalan sangat impresif. Pembalap senior Indonesia itu tampil tenang sepanjang balapan dan perlahan naik ke posisi depan tanpa banyak melakukan manuver berisiko.
Baca Juga: Harga Lebih Murah tapi Fitur Mewah, Wuling Confero 2026 Bikin Avanza dan Xpander Mulai Waspada
Komentator bahkan menyebut Gerry Salim “bekerja secara diam-diam” sebelum akhirnya berhasil masuk ke posisi kedua atau P2.
Pengalaman panjang yang dimiliki Gerry Salim terlihat jelas dalam cara dia membaca situasi balapan. Saat banyak rider muda tampil agresif dan berujung crash, Gerry memilih menjaga konsistensi dan memanfaatkan celah yang muncul.
Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa Gerry Salim masih mampu bersaing di level Asia meski menghadapi generasi pembalap yang jauh lebih muda. Penampilannya di Sepang juga mendapat respons positif dari penggemar balap Indonesia.
Balapan AP250 ARRC Sepang kali ini benar-benar menghadirkan kombinasi drama, crash, hingga aksi comeback yang membuat persaingan musim ini semakin menarik untuk diikuti.
Editor : Dyah Wulandari