JAKARTA - Red Bull Rookies Cup menjadi salah satu ajang balap paling bergengsi bagi pembalap muda dunia sebelum menembus Moto3 hingga MotoGP. Kompetisi ini dikenal sebagai “pabrik” calon bintang balap dunia karena banyak alumninya sukses bersinar di level Grand Prix.
Keyword utama “Red Bull Rookies Cup” terus menjadi perbincangan setelah Indonesia kembali mengirimkan wakilnya pada musim 2022. Setelah sebelumnya diikuti Gerry Salim dan Mario Suryo Aji, kini giliran Fadillah Arbi Aditama yang mendapat kesempatan tampil di ajang tersebut.
Red Bull Rookies Cup sendiri pertama kali digelar pada 2007. Salah satu daya tarik utama kompetisi ini adalah seluruh pembalap menggunakan motor yang sama, sehingga faktor kemampuan rider menjadi penentu utama hasil balapan.
Ajang ini terbuka untuk pembalap dari seluruh dunia dan tidak hanya diperuntukkan bagi rider Eropa. Para peserta biasanya datang dari berbagai kejuaraan regional seperti Asia Talent Cup, British Talent Cup, hingga seleksi online yang dibuka langsung oleh promotor.
Indonesia Mulai Masuk Red Bull Rookies Cup sejak 2018
Indonesia mulai memiliki wakil di Red Bull Rookies Cup pada 2018 lewat Gerry Salim. Pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut menjadi rider Indonesia pertama yang tampil di kompetisi pencarian bakat menuju MotoGP itu.
Pada musim 2018, gelar juara berhasil diraih Can Öncü dari Turki. Sementara Gerry Salim menutup musim di posisi ke-18 klasemen dengan total 23 poin.
Meski belum mampu bersaing di papan atas, kehadiran Gerry Salim menjadi tonggak penting bagi perjalanan pembalap Indonesia di level internasional.
Setelah Gerry Salim, tongkat estafet dilanjutkan Mario Suryo Aji pada musim 2019. Rider muda asal Magetan tersebut langsung menunjukkan potensi besar pada musim debutnya.
Mario Suryo Aji Tunjukkan Perkembangan Positif
Pada Red Bull Rookies Cup 2019, Mario Suryo Aji finis di posisi ke-16 klasemen akhir dengan raihan 42 poin menggunakan KTM RC250R.
Musim tersebut dimenangkan Carlos Tatay dengan 194 poin, disusul Pedro Acosta dan Ryusei Yamanaka di posisi berikutnya.
Meski hanya finis di papan tengah, performa Mario dinilai cukup menjanjikan. Pasalnya, dia mampu langsung mencetak poin dalam musim pertamanya menghadapi rider-rider terbaik dunia.
Perkembangan Mario semakin terlihat pada musim 2020. Pembalap muda Indonesia itu sukses naik ke posisi ke-11 klasemen akhir dengan koleksi 65 poin.
Musim 2020 sendiri dimenangkan Pedro Acosta yang kemudian sukses melesat hingga MotoGP. Nama lain seperti Ivan Ortola, David Muñoz, hingga David Alonso juga mulai mencuri perhatian sejak tampil di Red Bull Rookies Cup.
Peningkatan performa Mario Suryo Aji menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mulai mampu bersaing di level internasional, meski tantangannya tetap sangat berat.
Banyak Alumni Red Bull Rookies Cup Jadi Bintang MotoGP
Red Bull Rookies Cup memang dikenal sebagai jalur cepat menuju Grand Prix. Banyak juara maupun alumninya berhasil menembus Moto3, Moto2, hingga MotoGP.
Beberapa nama besar yang pernah menjadi juara Red Bull Rookies Cup antara lain Johann Zarco, Lorenzo Baldassarri, Ayumu Sasaki, Carlos Tatay, Pedro Acosta, hingga David Alonso.
Tak hanya para juara, pembalap yang tidak memenangkan Red Bull Rookies Cup pun banyak yang sukses di level dunia. Contohnya Brad Binder, Miguel Oliveira, Jorge Martin, hingga Joan Mir.
Bahkan juara dunia World Superbike 2021, Toprak Razgatlioglu, juga pernah tampil di Red Bull Rookies Cup pada musim 2013 dan 2014 meski tidak menjadi juara umum.
Hal itu menunjukkan bahwa ajang ini benar-benar menjadi tempat pembinaan pembalap muda terbaik dari berbagai negara.
Harapan Baru Indonesia Lewat Fadillah Arbi
Pada musim 2022, Indonesia kembali memiliki wakil lewat Fadillah Arbi Aditama. Pembalap muda binaan Astra Honda Racing Team itu diharapkan mampu melanjutkan jejak Gerry Salim dan Mario Suryo Aji.
Fadillah Arbi dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang karena sudah terbiasa tampil di berbagai ajang balap junior internasional.
Kehadirannya di Red Bull Rookies Cup juga menjadi bukti bahwa pembinaan balap motor Indonesia mulai menunjukkan hasil positif. Meski persaingan sangat ketat, pengalaman melawan rider-rider terbaik dunia diyakini akan menjadi bekal penting bagi kariernya di masa depan.
Red Bull Rookies Cup sendiri tetap menjadi salah satu ajang paling menarik untuk disaksikan karena seluruh rider bertarung menggunakan motor identik. Faktor skill, mental, dan konsistensi benar-benar diuji dalam setiap balapan.
Bagi Indonesia, keikutsertaan pembalap muda di ajang ini menjadi harapan besar untuk melahirkan rider yang suatu saat mampu bersaing di MotoGP.
Editor : Dyah Wulandari