JAKARTA - Comeback Gilang Endi di ajang One Prix 2023 langsung mencuri perhatian pecinta balap nasional. Mantan pembalap Moto2, Moto3, sekaligus juara Asia Supersport itu sukses tampil kompetitif meski sudah hampir sembilan tahun meninggalkan balap motor bebek.
Keyword utama “Gilang Endi” langsung ramai dibahas setelah dirinya mampu bersaing di barisan depan hanya dalam waktu adaptasi yang sangat singkat. Padahal terakhir kali ia tampil di balap bebek terjadi pada 2014 saat era Honda Blade 125 masih berjaya di lintasan nasional.
Pembalap asal Bulukumba tersebut mengaku sempat merasa kaku saat sesi latihan awal. Namun pengalaman panjang di dunia balap internasional membuat proses adaptasinya berjalan lebih cepat dari perkiraan.
“Awalnya masih kaku karena sudah lama tidak balap bebek. Tapi setelah latihan setengah hari, memori lama itu seperti kembali lagi,” ujar Gilang Endi.
Pengalaman Eropa Jadi Senjata Utama
Meski kini lebih sering membalap motor sport dan supersport 1000cc, Gilang Endi ternyata tidak mengalami kendala besar saat kembali mengendarai motor underbone.
Ia bahkan membantah anggapan bahwa pembalap motor sport akan kesulitan kembali ke balap bebek karena riding style yang berbeda.
“Sebelum seri pertama saya sempat testing motor bebek di Sentul lalu minggu berikutnya naik motor 1000cc. Tidak ada masalah,” katanya.
Menurut Gilang, kemampuan adaptasi setiap pembalap menjadi faktor utama dalam menentukan performa di lintasan.
Pengalaman balap di Eropa juga disebut sangat membantu dirinya saat bertarung di One Prix 2023. Hal itu terlihat dari gaya overtaking yang tenang, efektif, dan minim kesalahan.
“Pengalaman itu keluar otomatis saat di atas motor. Jadi seperti refleks saja,” jelasnya.
Kemampuan membaca racing line dan menentukan timing pengereman menjadi salah satu keunggulan Gilang dibanding rival-rivalnya.
Balap Bebek Dinilai Lebih Melelahkan
Menariknya, Gilang Endi justru mengaku balap motor bebek bisa lebih melelahkan dibanding motor sport berkapasitas besar.
Menurutnya, karakter sirkuit kecil membuat pembalap nyaris tidak memiliki waktu recovery tenaga maupun pernapasan.
“Kalau motor sport di sirkuit besar kita masih bisa recovery. Kalau balap bebek habis ngerem langsung tikungan lagi,” ujarnya.
Situasi tersebut membuat pembalap harus terus fokus sepanjang balapan karena pertarungan berlangsung sangat rapat.
Gilang menegaskan seluruh energi benar-benar terkuras saat race berlangsung, terutama ketika harus bertarung wheel to wheel dengan pembalap lain.
Suspensi Jadi Faktor Paling Penting
Dalam proses adaptasi di balap bebek, Gilang Endi menilai sektor suspensi menjadi faktor paling penting. Setup suspensi sangat menentukan kecepatan motor saat masuk tikungan maupun pengereman.
Ia mengaku banyak berdiskusi dengan teknisi untuk menemukan setting terbaik sesuai gaya balapnya.
“Saling sharing dengan teknisi. Kadang saya juga salah lalu dibetulkan lagi,” katanya.
Menurut Gilang, teknologi balap saat ini juga jauh lebih berkembang dibanding era awal kariernya. Kini beberapa tim bahkan sudah menggunakan sensor suspensi untuk membaca data motor secara detail.
Sementara itu, pihak tim menjelaskan kebutuhan setup motor Gilang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pembalap nasional lainnya. Hanya saja, mantan rider Moto2 tersebut lebih detail dalam memberikan masukan terkait suspensi dan handling motor.
Sirkuit Palangkaraya Dipuji Gilang Endi
Selain membahas adaptasi motor, Gilang Endi juga memuji karakter Sirkuit Palangkaraya yang digunakan pada One Prix 2023.
Menurutnya, trek tersebut sangat cocok untuk balap motor bebek karena memiliki banyak speed corner yang menantang.
“Saya rasa masyarakat Palangkaraya harus bangga punya sirkuit seperti ini,” ucapnya.
Ia berharap fasilitas tersebut bisa dirawat dengan baik agar tetap menjadi salah satu pusat perkembangan balap nasional.
Comeback Gilang Endi di One Prix 2023 pun menjadi bukti bahwa pengalaman internasional tetap menjadi modal besar untuk bersaing di level nasional. Meski lama meninggalkan balap bebek, kualitas mantan juara Asia Supersport itu masih terlihat jelas saat bertarung di lintasan.
Kini para penggemar balap Indonesia menantikan aksi berikutnya dari Gilang Endi pada seri-seri selanjutnya.
Editor : Dyah Wulandari