Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Comeback Gilang Endi di One Prix 2023 Mengejutkan, Eks Rider Moto2 dan Juara Asia Supersport Langsung Tarung di Depan

Dyah Wulandari • Senin, 11 Mei 2026 | 19:48 WIB
Gilang Endi tampil mengejutkan di One Prix 2023 usai comeback ke balap bebek setelah lama fokus di Moto2 dan Asia Supersport.
(screenshot youtube)
Gilang Endi tampil mengejutkan di One Prix 2023 usai comeback ke balap bebek setelah lama fokus di Moto2 dan Asia Supersport. (screenshot youtube)

JAKARTA - Comeback Gilang Endi di ajang One Prix 2023 langsung mencuri perhatian pecinta balap nasional. Mantan pembalap Moto2, Moto3, sekaligus juara Asia Supersport itu sukses tampil kompetitif meski sudah hampir sembilan tahun meninggalkan balap motor bebek.

Keyword utama “Gilang Endi” langsung ramai dibahas setelah dirinya mampu bersaing di barisan depan hanya dalam waktu adaptasi yang sangat singkat. Padahal terakhir kali ia tampil di balap bebek terjadi pada 2014 saat era Honda Blade 125 masih berjaya di lintasan nasional.

Pembalap asal Bulukumba tersebut mengaku sempat merasa kaku saat sesi latihan awal. Namun pengalaman panjang di dunia balap internasional membuat proses adaptasinya berjalan lebih cepat dari perkiraan.

Baca Juga: Pembalap Indonesia Tampil Heroik di Balapan Berat, Duel Lawan Helmina dan Nakarin Berlangsung Sengit hingga Akhir Race

“Awalnya masih kaku karena sudah lama tidak balap bebek. Tapi setelah latihan setengah hari, memori lama itu seperti kembali lagi,” ujar Gilang Endi.

Pengalaman Eropa Jadi Senjata Utama

Meski kini lebih sering membalap motor sport dan supersport 1000cc, Gilang Endi ternyata tidak mengalami kendala besar saat kembali mengendarai motor underbone.

Ia bahkan membantah anggapan bahwa pembalap motor sport akan kesulitan kembali ke balap bebek karena riding style yang berbeda.

Baca Juga: 4 Mobil Bekas Rp60 Jutaan Paling Nyaman dan Irit untuk Pemula, Sedan Toyota hingga Nissan Livina Layak Dibeli

“Sebelum seri pertama saya sempat testing motor bebek di Sentul lalu minggu berikutnya naik motor 1000cc. Tidak ada masalah,” katanya.

Menurut Gilang, kemampuan adaptasi setiap pembalap menjadi faktor utama dalam menentukan performa di lintasan.

Pengalaman balap di Eropa juga disebut sangat membantu dirinya saat bertarung di One Prix 2023. Hal itu terlihat dari gaya overtaking yang tenang, efektif, dan minim kesalahan.

Baca Juga: Muhammad Gilang Siap Bikin Kejutan di MP1 Expert 2023, Pembalap Muda Didikan Jawara Motor Bebek Indonesia Ini Langsung Tancap Gas

“Pengalaman itu keluar otomatis saat di atas motor. Jadi seperti refleks saja,” jelasnya.

Kemampuan membaca racing line dan menentukan timing pengereman menjadi salah satu keunggulan Gilang dibanding rival-rivalnya.

Balap Bebek Dinilai Lebih Melelahkan

Menariknya, Gilang Endi justru mengaku balap motor bebek bisa lebih melelahkan dibanding motor sport berkapasitas besar.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Rp60 Jutaan yang Irit dan Minim Perawatan, Honda Jazz hingga Picanto Masih Layak Dibeli

Menurutnya, karakter sirkuit kecil membuat pembalap nyaris tidak memiliki waktu recovery tenaga maupun pernapasan.

“Kalau motor sport di sirkuit besar kita masih bisa recovery. Kalau balap bebek habis ngerem langsung tikungan lagi,” ujarnya.

Situasi tersebut membuat pembalap harus terus fokus sepanjang balapan karena pertarungan berlangsung sangat rapat.

Baca Juga: 4 Mobil Bekas Rp60 Jutaan Paling Nyaman dan Irit untuk Pemula, Sedan Toyota hingga Nissan Livina Layak Dibeli

Gilang menegaskan seluruh energi benar-benar terkuras saat race berlangsung, terutama ketika harus bertarung wheel to wheel dengan pembalap lain.

Suspensi Jadi Faktor Paling Penting

Dalam proses adaptasi di balap bebek, Gilang Endi menilai sektor suspensi menjadi faktor paling penting. Setup suspensi sangat menentukan kecepatan motor saat masuk tikungan maupun pengereman.

Ia mengaku banyak berdiskusi dengan teknisi untuk menemukan setting terbaik sesuai gaya balapnya.

Baca Juga: Deretan Mobil Bekas Murah di Bawah Rp100 Juta, Karimun Wagon R hingga Ford Ecosport Cocok Buat Harian

“Saling sharing dengan teknisi. Kadang saya juga salah lalu dibetulkan lagi,” katanya.

Menurut Gilang, teknologi balap saat ini juga jauh lebih berkembang dibanding era awal kariernya. Kini beberapa tim bahkan sudah menggunakan sensor suspensi untuk membaca data motor secara detail.

Sementara itu, pihak tim menjelaskan kebutuhan setup motor Gilang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pembalap nasional lainnya. Hanya saja, mantan rider Moto2 tersebut lebih detail dalam memberikan masukan terkait suspensi dan handling motor.

Baca Juga: Mobil Bekas Nyaman Rp60 Jutaan untuk Pemula, Toyota Vios hingga Grand Livina Jadi Pilihan Paling Worth It

Sirkuit Palangkaraya Dipuji Gilang Endi

Selain membahas adaptasi motor, Gilang Endi juga memuji karakter Sirkuit Palangkaraya yang digunakan pada One Prix 2023.

Menurutnya, trek tersebut sangat cocok untuk balap motor bebek karena memiliki banyak speed corner yang menantang.

Baca Juga: Mobil Bekas Rp60 Jutaan Paling Irit dan Bandel 2026, Honda Jazz hingga Karimun Jadi Rebutan Anak Muda

“Saya rasa masyarakat Palangkaraya harus bangga punya sirkuit seperti ini,” ucapnya.

Ia berharap fasilitas tersebut bisa dirawat dengan baik agar tetap menjadi salah satu pusat perkembangan balap nasional.

Comeback Gilang Endi di One Prix 2023 pun menjadi bukti bahwa pengalaman internasional tetap menjadi modal besar untuk bersaing di level nasional. Meski lama meninggalkan balap bebek, kualitas mantan juara Asia Supersport itu masih terlihat jelas saat bertarung di lintasan.

Baca Juga: Deretan Mobil Bekas Murah di Bawah Rp100 Juta, Karimun Wagon R hingga Ford Ecosport Cocok Buat Harian

Kini para penggemar balap Indonesia menantikan aksi berikutnya dari Gilang Endi pada seri-seri selanjutnya.

Editor : Dyah Wulandari
#Gilang Endi #One Prix 2023 #Asia Supersport #Balap Bebek #moto2