Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Bikin Hiroshi Aoyama Terkejut, Start P17 Finish P6 di Moto3 Jerez 2026 dan Guncang Dominasi KTM

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:36 WIB
Feda Ega Pratama tampil heroik di Moto3 Jerez 2026. Start P17, finis P6 dan bikin Hiroshi Aoyama kagum.(pinterest)
Feda Ega Pratama tampil heroik di Moto3 Jerez 2026. Start P17, finis P6 dan bikin Hiroshi Aoyama kagum.(pinterest)

Blitar Kawentar- Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap internasional usai tampil luar biasa pada seri Moto3 Jerez 2026. Pembalap muda asal Gunung Kidul itu sukses mencuri perhatian setelah finis di posisi keenam meski harus memulai balapan dari urutan ke-17.

Penampilan heroik Feda Ega Pratama di Sirkuit Jerez de la Frontera bahkan membuat manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan pujian tinggi. Aoyama menilai Feda bukan sekadar rookie biasa, melainkan talenta spesial dengan kemampuan balap di atas rata-rata.

Aksi Feda di Moto3 Jerez 2026 juga menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia kini mampu bersaing dengan rider-rider Eropa yang selama ini mendominasi kelas Moto3. Start dari posisi belakang usai crash saat kualifikasi, Feda justru tampil tenang dan agresif sepanjang balapan.

Crash di Kualifikasi Jadi Awal Drama

Drama besar sebenarnya dimulai sejak sesi kualifikasi kedua. Saat itu, Feda tampil sangat cepat dan sempat mencatat sektor pertama lebih baik dibanding peraih pole position. Namun ambisinya untuk memperbaiki waktu lap berakhir petaka.

Motor Honda NSF250RW miliknya kehilangan grip di tikungan terakhir Jerez hingga membuatnya terjatuh cukup keras. Insiden tersebut membuat posisi start Feda merosot ke urutan 17 dan memaksa mekanik Honda Team Asia bekerja hingga larut malam memastikan motor tetap aman digunakan saat balapan.

Baca Juga: Perjalanan Pembalap Indonesia di Red Bull Rookies Cup: Dari Gerry Salim hingga Mario Suryo Aji, Kini Harapan Baru Ada pada Fadillah Arbi

Banyak pengamat sempat meragukan peluang Feda untuk menembus zona poin. Pasalnya, Jerez dikenal sebagai sirkuit teknikal dengan karakter sempit yang menyulitkan pembalap melakukan aksi overtake.

Namun keputusan berani justru diambil Honda Team Asia beberapa menit sebelum balapan dimulai.

Strategi Rahasia Honda Team Asia

Menurut Hiroshi Aoyama, tim melakukan perubahan besar pada setting motor Feda. Honda mengubah mapping mesin dan distribusi beban suspensi depan agar motor lebih stabil saat melakukan pengereman agresif.

Perubahan itu ternyata menjadi kunci kebangkitan Feda Ega Pratama.

Baca Juga: Comeback Gilang Endi di One Prix 2023 Bikin Geger, Eks Rider Moto2 dan Juara Asia Supersport Langsung Tarung di Barisan Depan

Data telemetri menunjukkan pembalap Indonesia tersebut mampu melakukan pengereman lima meter lebih lambat dibanding rival-rivalnya tanpa kehilangan racing line. Kemampuan itulah yang membuat Feda mampu menyalip banyak pembalap dengan sangat bersih.

“Yang paling mengejutkan bukan kecepatannya, tetapi kontrol emosinya,” ungkap Aoyama.

Comeback Gila dari Posisi 17

Saat lampu start padam, Feda langsung menunjukkan mentalitas petarung. Dalam satu lap pertama saja, ia berhasil naik lima posisi berkat manuver late braking yang sangat agresif.

Aksi overtake demi overtake dilakukan dengan penuh perhitungan. Feda tampil agresif namun tetap halus sehingga ban motornya tetap terjaga hingga akhir balapan.

Suasana pit box Honda Team Asia bahkan disebut sangat tegang. Para mekanik terus memantau performa motor karena khawatir bekas kecelakaan di sesi kualifikasi memengaruhi kondisi mesin.

Namun Feda justru memberikan sinyal positif lewat dashboard motor bahwa tunggangannya dalam kondisi sempurna untuk bertarung di grup depan.

Duel Sengit Lawan Hakim Danish

Salah satu momen paling menarik terjadi ketika Feda terlibat duel sengit melawan pembalap Malaysia, Hakim Danish.

Keduanya saling salip dalam perebutan posisi 10 besar. Feda tampil sangat matang lewat manuver switchback di tikungan yang memaksa Danish kehilangan momentum.

Analisis pasca-balapan menunjukkan Feda memiliki manajemen ban jauh lebih baik dibanding rival-rivalnya. Hal itu membuat lap time miliknya tetap stabil hingga pertengahan lomba.

Curi Posisi di Tikungan Terakhir

Puncak aksi heroik Feda terjadi di lap terakhir. Saat dua pembalap di depannya terlibat duel keras dan melebar di Jorge Lorenzo Corner, Feda dengan cerdas masuk dari sisi dalam.

Manuver bersih tersebut membuatnya berhasil merebut posisi keenam tepat sebelum garis finis.

Race Direction sempat melakukan investigasi terkait duel lap terakhir karena ada dugaan pelanggaran track limit. Namun setelah meninjau berbagai sudut kamera, aksi Feda dinyatakan sah dan sesuai regulasi.

Hasil finis keenam dari start P17 menjadi pencapaian besar bagi karier internasional Feda Ega Pratama. Tambahan poin itu membuatnya semakin diperhitungkan dalam persaingan klasemen Moto3 2026.

Kini banyak pengamat mulai menyebut Feda sebagai kuda hitam yang bisa mengganggu dominasi KTM musim ini. Jika konsistensinya terus terjaga, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia itu segera meraih podium tertinggi di Moto3.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#hiroshi aoyama #Moto3 Jerez 2026 #Honda Team Asia #moto3 2026 #Feda Ega Pratama