Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Hiroshi Aoyama, Mentor Feda Ega Pratama yang Ternyata Pernah Kalahkan Marco Simoncelli dan Jadi Juara Dunia 250cc

Maylanni Diana Fitri • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:42 WIB
Hiroshi Aoyama ternyata mantan juara dunia 250cc yang kini jadi mentor Feda Ega Pratama di Moto3 2026.(pinterest)
Hiroshi Aoyama ternyata mantan juara dunia 250cc yang kini jadi mentor Feda Ega Pratama di Moto3 2026.(pinterest)

Blitar Kawentar- Nama Hiroshi Aoyama kembali menjadi sorotan publik balap motor dunia setelah kiprahnya bersama pembalap muda Indonesia, Feda Ega Pratama, di Moto3 musim 2026. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sosok tenang di balik garasi Honda Team Asia itu ternyata memiliki rekam jejak luar biasa sebagai mantan juara dunia Grand Prix.

Hiroshi Aoyama bukan sekadar manajer tim biasa. Ia merupakan legenda balap asal Jepang yang pernah menorehkan sejarah besar di kelas 250cc sebelum era Moto2 dimulai. Pengalamannya itulah yang kini menjadi modal penting dalam membimbing Feda Ega Pratama menghadapi kerasnya persaingan Moto3.

Awal Karier Hiroshi Aoyama di Grand Prix

Karier Hiroshi Aoyama di ajang Grand Prix dimulai pada tahun 2000 hingga 2003 sebagai pembalap wildcard di kelas 250cc. Penampilannya yang konsisten membuat dirinya akhirnya mendapatkan kesempatan tampil satu musim penuh mulai 2004.

Sejak saat itu, pembalap Jepang tersebut perlahan berkembang menjadi salah satu rival kuat di kelas menengah Grand Prix. Aoyama dikenal memiliki gaya balap agresif namun tetap presisi, karakter yang kini juga terlihat pada muridnya, Feda Ega Pratama.

Baca Juga: Kebakaran Gudang di Blitar Jadi Kasus Tertinggi Nilai Kerugiannya, Damkar Ungkap Faktornya

Puncak karier Hiroshi Aoyama terjadi pada musim 2009. Saat itu, ia sukses merebut gelar juara dunia kelas 250cc setelah tampil dominan sepanjang musim. Prestasi tersebut menjadi sangat spesial karena Aoyama berhasil mengalahkan dua nama besar balap dunia, yakni Marco Simoncelli dan Alvaro Bautista.

Juara Dunia 250cc dengan Performa Dominan

Pada musim 2009, Hiroshi Aoyama tampil sangat konsisten bersama Honda. Ia berhasil meraih empat kemenangan dan tiga kali finis di posisi kedua. Total, Aoyama mengoleksi tujuh podium dan mengumpulkan 261 poin hingga akhirnya memastikan gelar juara dunia 250cc.

Keberhasilan tersebut menjadikan Aoyama sebagai pembalap Jepang terakhir yang berhasil meraih gelar dunia di kelas 250cc sebelum kategori tersebut berganti menjadi Moto2 pada 2010.

Baca Juga: Dipicu Masalah Internal, Dua SPPG di Kota Blitar Berhenti Operasi, Ini Kata Satgas MBG

Banyak pengamat menyebut keberhasilan Aoyama kala itu sangat luar biasa karena persaingan kelas 250cc dikenal sangat ketat. Selain Marco Simoncelli dan Alvaro Bautista, beberapa pembalap elite Eropa lain juga tampil kompetitif sepanjang musim.

Statistik Karier Hiroshi Aoyama

Sepanjang karier profesionalnya di Grand Prix, Hiroshi Aoyama mencatat statistik yang cukup mengesankan. Ia total melakukan 174 kali start di berbagai kelas balap motor dunia.

Dari seluruh penampilannya tersebut, Aoyama sukses meraih sembilan kemenangan, delapan pole position, 11 fastest lap, dan 27 podium. Statistik itu memperlihatkan bahwa dirinya bukan hanya pembalap biasa, melainkan salah satu rider Asia paling sukses dalam sejarah Grand Prix.

Kini setelah pensiun, Hiroshi Aoyama memilih fokus membangun generasi baru pembalap Asia melalui Honda Team Asia. Salah satu proyek terbesar yang kini sedang ia kawal adalah perkembangan Feda Ega Pratama di Moto3 musim 2026.

Peran Besar Hiroshi Aoyama untuk Feda Ega Pratama

Kehadiran Hiroshi Aoyama di garasi Honda Team Asia dinilai menjadi faktor penting di balik perkembangan pesat Feda Ega Pratama. Pengalaman sebagai mantan juara dunia membuat Aoyama memahami bagaimana tekanan besar yang harus dihadapi pembalap muda di level internasional.

Feda sendiri beberapa kali mengaku banyak belajar soal manajemen balapan, kontrol emosi, hingga teknik pengereman agresif dari sosok Aoyama. Tidak heran jika performa pembalap asal Gunungkidul itu terus meningkat sepanjang musim.

Bahkan, banyak penggemar mulai melihat hubungan keduanya sebagai kombinasi ideal antara mentor berpengalaman dan talenta muda potensial dari Indonesia.

Dengan pengalaman Hiroshi Aoyama serta bakat besar yang dimiliki Feda Ega Pratama, Honda Team Asia kini perlahan mulai dipandang sebagai ancaman serius bagi dominasi tim-tim Eropa di Moto3 musim 2026.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#hiroshi aoyama #Juara Dunia 250cc #Honda Team Asia #moto3 2026 #Feda Ega Pratama