Blitar Kawentar- Alex Marquez tampil luar biasa dan sukses memenangkan MotoGP Spanyol 2026 di Sirkuit Jerez setelah balapan penuh drama yang juga diwarnai kecelakaan sang kakak, Marc Marquez. Kemenangan ini menjadi sangat spesial bagi Alex karena diraih pada penampilan Grand Prix ke-250 sepanjang kariernya.
MotoGP Spanyol 2026 langsung berlangsung panas sejak lampu start padam. Marc Marquez melakukan start sempurna dan langsung memimpin balapan di depan Marco Bezzecchi. Sementara Alex Marquez yang memulai dari barisan depan juga tampil agresif dan segera merangsek ke posisi teratas.
Atmosfer di Jerez langsung berubah menjadi pesta bagi publik tuan rumah ketika dua bersaudara Marquez memimpin jalannya balapan. Alex kemudian sukses menyalip Marc dalam duel sengit di tikungan keenam menggunakan pengereman agresif khasnya.
Marc Marquez Alami Crash Besar di Jerez
Namun drama besar terjadi tak lama setelah Alex mengambil alih pimpinan lomba. Marc Marquez mengalami kecelakaan hebat di tikungan cepat kanan saat balapan baru memasuki lap kedua.
Motor Ducati miliknya kehilangan grip bagian depan di kecepatan tinggi hingga membuat Marc terlempar ke gravel trap. Insiden tersebut langsung mengakhiri peluang Marc meraih kemenangan ke-100 Grand Prix sepanjang kariernya.
Beruntung, Marc Marquez dilaporkan dalam kondisi baik setelah crash tersebut. Meski begitu, hasil DNF menjadi pukulan besar dalam perburuan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Ini juga menjadi kedua kalinya Marc gagal finis musim ini, sekaligus mengulang mimpi buruk Ducati Lenovo di Jerez seperti musim sebelumnya.
Ducati Lenovo Alami Hari Terburuk
Petaka Ducati Lenovo tidak berhenti sampai di situ. Rekan setim Marc, Francesco Bagnaia, juga mengalami masalah teknis saat balapan berlangsung.
Bagnaia yang sempat berada di posisi sembilan tiba-tiba melorot hingga ke belakang sebelum akhirnya masuk pit dan gagal melanjutkan lomba. Situasi tersebut membuat Ducati Lenovo pulang tanpa satu poin pun dari MotoGP Spanyol 2026.
Ekspresi kecewa terlihat jelas di garasi Ducati, termasuk dari bos teknis mereka yang tampak tidak percaya dengan bencana yang terjadi sepanjang balapan.
Hasil buruk ini menjadi pukulan telak bagi Ducati dalam perebutan klasemen konstruktor maupun persaingan gelar dunia musim ini.
Duel Sengit Trackhouse Aprilia
Di tengah drama Ducati, pertarungan menarik juga terjadi antara dua pembalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez dan Ai Ogura.
Keduanya terlibat duel ketat memperebutkan posisi lima besar. Ai Ogura beberapa kali melakukan manuver block pass agresif kepada Raul Fernandez di area pengereman tikungan enam.
Persaingan internal Trackhouse Aprilia itu menjadi salah satu hiburan utama dalam balapan karena keduanya tampil sangat kompetitif hingga lap terakhir.
Alex Marquez Tampil Dominan
Setelah Marc Marquez terjatuh, Alex Marquez benar-benar tampil tanpa cela. Pembalap bernomor 73 itu berhasil menjaga ritme balapan dengan sangat konsisten dan tidak pernah benar-benar mendapat tekanan serius dari para rivalnya.
Kemenangan di Jerez terasa semakin emosional karena Alex baru saja merayakan ulang tahun ke-30 beberapa hari sebelumnya. Selain itu, balapan ini juga menjadi penampilan Grand Prix ke-250 sepanjang karier profesionalnya.
Alex Marquez akhirnya finis pertama dengan keunggulan hampir dua detik atas Marco Bezzecchi yang menempati posisi kedua.
Selebrasi besar pun pecah di tribun penonton Jerez. Ribuan fans Spanyol bersorak merayakan kemenangan kedua beruntun Alex Marquez di MotoGP Spanyol.
Kemenangan Penting dalam Perburuan Gelar
Kemenangan ini membuat Alex Marquez semakin diperhitungkan dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Performa konsisten sepanjang akhir pekan menunjukkan bahwa Alex kini berada dalam level terbaik sepanjang kariernya di kelas premier.
Sebaliknya, Marc Marquez dan Ducati Lenovo kini harus segera bangkit setelah hasil buruk di Jerez membuat persaingan klasemen dunia semakin ketat.
MotoGP 2026 pun dipastikan semakin panas karena para rival kini mulai melihat Alex Marquez sebagai ancaman serius dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Editor : Maylanni Diana Fitri