JAKARTA - Polytron Fox R menjadi salah satu motor listrik yang cukup ramai digunakan masyarakat Indonesia dalam setahun terakhir. Desain modern, biaya operasional murah, hingga kemampuan fast charging menjadi daya tarik utama motor listrik ini.
Namun bagaimana pengalaman sebenarnya setelah dipakai harian selama satu tahun penuh?
Seorang YouTuber otomotif membagikan pengalaman pribadinya menggunakan Polytron Fox R selama satu tahun dengan total jarak tempuh mencapai 18.342 kilometer. Dalam video tersebut, ia mengulas lengkap suka duka penggunaan motor listrik Polytron, mulai dari efisiensi biaya, kenyamanan touring, hingga persoalan after sales dan klaim garansi baterai.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Mobil MPV Bekas Rp100 Jutaan, Avanza hingga Xpander Jadi Favorit Keluarga Indonesia
Menurut pengakuannya, Polytron Fox R digunakan untuk aktivitas sehari-hari dengan rata-rata perjalanan 60 hingga 80 kilometer per hari setelah pindah ke kawasan Cibubur. Selain itu, motor listrik ini juga dipakai touring ke berbagai daerah.
“Semenjak motor listrik jadi semangat touring karena unik, harus hitung-hitung tempat charging,” ujarnya dalam video.
Biaya Operasional Jauh Lebih Murah
Salah satu poin paling menarik dari Polytron Fox R adalah efisiensi biaya penggunaan. Selama satu tahun dan menempuh lebih dari 18 ribu kilometer, total konsumsi listrik di rumah hanya mencapai 600 kWh.
Baca Juga: Suzuki Ertiga GL Manual 2023 Dijual Rp178 Juta, Kondisi Super Mulus dan Kilometer Baru 34 Ribu
Jika dihitung menggunakan tarif listrik rumah tangga, biaya pengecasan motor listrik ini hanya sekitar Rp870 ribu selama setahun.
Namun karena sistem baterai Polytron menggunakan skema sewa, pengguna juga harus membayar biaya subscription baterai sekitar Rp2,4 juta per tahun.
Artinya total pengeluaran selama satu tahun hanya sekitar Rp3,2 juta tanpa biaya servis rutin atau penggantian oli.
Baca Juga: Renault Lodgy Diesel Bekas Makin Diburu, Mesin Turbo 1.5 Liter dan Kabin Super Lega Dijual Murah
Sebagai perbandingan, pengguna menghitung bila menggunakan motor bensin seperti Yamaha NMAX dengan konsumsi rata-rata 40 km per liter, maka biaya bahan bakar untuk jarak yang sama bisa mencapai lebih dari Rp5,5 juta, belum termasuk servis dan ganti oli.
Touring Motor Listrik Jadi Pengalaman Baru
Menariknya, pengguna mengaku sebelumnya tidak terlalu suka touring menggunakan motor. Namun setelah memakai motor listrik, ia justru lebih sering melakukan perjalanan jauh.
Menurutnya, sensasi touring menggunakan motor listrik memberikan pengalaman berbeda karena pengendara harus memperhitungkan lokasi charging dan manajemen daya baterai.
Hal lain yang cukup diapresiasi adalah kemampuan fast charging bawaan dari Polytron Fox R. Ia menyebut motor ini mampu menerima pengisian cepat hingga 40 ampere.
“Mana ada motor bawaan brand bisa fast charging sampai 40 ampere,” katanya.
Kemampuan tersebut dianggap menjadi keunggulan tersendiri dibanding beberapa motor listrik lain yang rata-rata hanya mendukung charging sekitar 15 ampere.
After Sales Jadi Sorotan
Meski puas dengan efisiensi dan performa motor, pengguna juga mengungkap sejumlah pengalaman kurang menyenangkan terkait layanan purna jual atau after sales.
Salah satu yang paling disorot adalah proses klaim garansi baterai yang sempat disebut cukup rumit pada awal penggunaan.
Ia mengaku harus berpindah service center hingga akhirnya menemukan bengkel resmi yang mampu menyelesaikan masalah baterai dengan baik.
Namun setelah kejadian itu, menurutnya layanan Polytron mulai mengalami perbaikan dan proses klaim baterai menjadi lebih mudah bagi pengguna lain.
Selain masalah baterai, pengguna juga sempat mengalami kendala throttle error. Untungnya masalah tersebut bisa langsung ditangani cepat di service center Bogor tanpa banyak prosedur berbelit.
Body Pecah hingga Kebijakan Speed Limit
Keluhan lain datang dari ketersediaan spare part body motor. Pengguna mengaku pernah mencoba membeli body pengganti yang pecah sejak November 2023.
Namun stok baru tersedia sekitar Mei 2024 atau hampir tujuh bulan kemudian.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti kebijakan perubahan jatuh tempo pembayaran baterai yang disebut dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi memadai.
Akibatnya, beberapa pengguna tiba-tiba terkena pembatasan kecepatan atau speed limit otomatis saat motor digunakan di jalan.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup berbahaya terutama saat pengendara sedang menyalip kendaraan lain.
Ia berharap ke depan Polytron bisa lebih aktif memberikan pemberitahuan melalui WhatsApp, SMS, atau aplikasi resmi agar pengguna dapat mengantisipasi perubahan kebijakan.
Tetap Puas dengan Polytron Fox R
Meski memiliki sejumlah catatan, pengguna tetap menilai Polytron Fox R sebagai motor listrik yang nyaman dan layak dipakai harian.
Ia juga mengaku motor listrik tersebut membuatnya lebih aktif membuat konten otomotif dan touring.
Bahkan jika subsidi motor listrik kembali hadir di Indonesia, ia mengaku tertarik membeli motor listrik lagi meski kemungkinan akan mencoba merek berbeda.
Editor : Divka Vance Yandriana