JAKARTA - Motor listrik Yadea Osta P menjadi sorotan setelah digunakan seorang pengguna selama lebih dari satu minggu untuk kebutuhan harian pulang pergi kantor. Dalam uji pemakaian tersebut, Yadea Osta P dinilai menawarkan kombinasi desain modern-retro, fitur digital, serta baterai berkapasitas besar yang diklaim mampu menunjang mobilitas jarak menengah hingga jauh. Namun, pengalaman penggunaan sehari-hari juga mengungkap sejumlah catatan penting yang perlu diperhatikan calon konsumen sebelum membeli motor listrik ini.
Selama pemakaian, Yadea Osta P menunjukkan beberapa kekurangan yang cukup terasa, mulai dari sektor tenaga, kenyamanan manuver, hingga kapasitas ruang penyimpanan. Pengguna menilai motor ini masih memiliki keterbatasan pada performa kecepatan dan kemampuan menanjak. Selain itu, standar samping yang mudah menyentuh jalan saat belok menjadi catatan tersendiri, terutama bagi pengendara yang sering melewati jalan sempit atau suka berkendara agresif.
Di sisi lain, Yadea Osta P tetap menawarkan sejumlah kelebihan yang cukup menonjol, terutama pada fitur teknologi, efisiensi biaya operasional, serta kenyamanan suspensi belakang. Motor ini juga dibekali aplikasi pintar yang memungkinkan pengguna mengontrol kendaraan dari smartphone, termasuk menyalakan motor, melacak GPS, hingga memantau riwayat perjalanan secara detail. Konsumsi listriknya yang sangat rendah juga menjadi daya tarik utama bagi pengguna perkotaan.
Kekurangan Yadea Osta P
Dari sisi performa, Yadea Osta P dinilai masih kurang bertenaga dengan motor penggerak 1500 watt. Kecepatan maksimal di mode sport hanya berada di kisaran 70–75 km/jam dalam kondisi tanpa beban. Bahkan saat melewati tanjakan, performanya bisa turun cukup signifikan hingga belasan km/jam.
Selain itu, sistem suspensi depan masih menyisakan sedikit hentakan saat melewati jalan bergelombang atau polisi tidur tajam. Bagasi juga dinilai kurang luas untuk kebutuhan harian tertentu, terutama jika membawa perlengkapan tambahan seperti jas hujan ukuran besar. Di sisi lain, belum adanya kepastian fitur fast charging menjadi catatan tersendiri, mengingat kapasitas baterai yang besar membutuhkan waktu pengisian cukup lama, sekitar 6–7 jam.
Kelebihan Yadea Osta P
Meski memiliki kekurangan, Yadea Osta P unggul dalam kenyamanan berkendara, terutama pada suspensi belakang yang empuk dan stabil. Posisi duduk juga ergonomis dengan dek yang lebih luas, sehingga nyaman untuk perjalanan harian maupun membawa barang.
Motor ini dibekali baterai besar 45 Ah yang mampu menempuh jarak hingga lebih dari 150 km dalam sekali pengisian. Panel instrumen TFT yang digunakan juga memberikan tampilan informasi yang jelas, mulai dari kecepatan, sisa baterai, hingga navigasi.
Fitur aplikasi menjadi nilai tambah besar karena pengguna dapat mengontrol motor dari jarak jauh, termasuk menyalakan mesin, membuka jok, melacak lokasi GPS, hingga melihat histori perjalanan. Lampu utama juga dinilai sangat terang, memberikan visibilitas optimal saat berkendara malam hari.
Biaya Operasional dan Kesimpulan
Dari sisi efisiensi, Yadea Osta P hanya membutuhkan sekitar 2,9 kWh untuk perjalanan pulang pergi kantor sejauh kurang lebih 78 km. Biaya listriknya bahkan tidak sampai Rp5.000 per hari, jauh lebih hemat dibandingkan motor berbahan bakar bensin.
Baca Juga: Toyota Calya 2026 Makin Irit dan Nyaman, Harga Rp200 Jutaan Jadi Mobil Keluarga Favorit Indonesia
Secara keseluruhan, Yadea Osta P cocok untuk pengguna perkotaan seperti pekerja kantoran atau aktivitas dalam radius menengah. Meski masih memiliki kekurangan di sektor tenaga dan bagasi, keunggulan pada fitur, teknologi, dan efisiensi biaya membuat motor ini tetap menarik di kelas motor listrik Rp25 jutaan.
Editor : Divka Vance Yandriana