JAKARTA - Motor listrik Yadea Osta kembali menjadi perhatian setelah diuji dalam perjalanan harian dari rumah ke kantor sejauh hampir 78 kilometer. Dalam sesi POV riding tersebut, Yadea Osta dipakai langsung dalam kondisi jalan perkotaan padat, gang sempit, hingga tanjakan ekstrem untuk melihat performa real di penggunaan sehari-hari.
Pengujian Yadea Osta ini menunjukkan bagaimana motor listrik tersebut bekerja dalam berbagai situasi lalu lintas, termasuk kemacetan, jalan bergelombang, hingga jalur tanjakan dengan bobot pengendara sekitar 100 kg. Motor ini juga diuji dalam berbagai mode berkendara untuk melihat efisiensi daya dan kemampuan akselerasi di kondisi nyata.
Hasilnya, Yadea Osta mampu memberikan kombinasi antara efisiensi, kenyamanan, dan performa yang cukup stabil, meski tetap memiliki batasan pada kecepatan maksimum dan kekuatan suspensi depan di jalan tidak rata.
Performa Harian Yadea Osta di Jalan Kota
Dalam pengujian tersebut, Yadea Osta menunjukkan performa kecepatan yang bervariasi tergantung mode berkendara. Pada kondisi normal, motor ini mampu melaju hingga sekitar 60 km/jam sesuai klaim pabrikan, namun dalam kondisi jalan menurun atau akselerasi penuh, kecepatan bisa mencapai hampir 70–79 km/jam di speedometer.
Motor ini menggunakan dinamo 1500 watt dengan kontroler sekitar 45 amp, yang membuat karakter tenaganya cukup halus namun tetap konsisten. Akselerasi terasa linear, meski tidak terlalu agresif dibanding motor listrik dengan spesifikasi lebih tinggi.
Fitur Pintar dan Teknologi Modern
Salah satu daya tarik utama Yadea Osta adalah integrasi teknologi berbasis aplikasi. Motor ini dapat dihubungkan dengan smartphone melalui aplikasi resmi Yadea, yang memungkinkan pengguna mengontrol berbagai fitur seperti menyalakan motor, membuka jok, hingga mengatur mode berkendara.
Tersedia juga fitur cruise control yang memudahkan perjalanan di jalan panjang, serta traction control system (TCS) yang menjaga ban agar tidak selip di permukaan licin. Selain itu, terdapat regenerative braking yang membantu mengisi ulang daya baterai saat deselerasi, meskipun efeknya tidak terlalu kuat.
Speedometer digitalnya juga dinilai informatif, menampilkan kecepatan, jam, indikator baterai, hingga persentase penggunaan daya secara real-time. Visibilitas layar juga cukup jelas baik siang maupun malam hari.
Kenyamanan dan Ergonomi Berkendara
Dari sisi kenyamanan, Yadea Osta dinilai cukup baik untuk penggunaan harian. Posisi duduk ergonomis, dengan tinggi motor sekitar 171 cm masih memungkinkan pengendara menapak dengan stabil. Joknya memang terlihat tipis, tetapi tetap nyaman untuk perjalanan jauh.
Namun, suspensi depan masih menjadi catatan karena terasa agak kaku saat melewati jalan bergelombang, sehingga getaran masih terasa hingga ke setang. Sementara itu, suspensi belakang dinilai lebih empuk dan stabil, memberikan kenyamanan lebih saat melintasi jalan tidak rata.
Performa Tanjakan dan Efisiensi Energi
Dalam pengujian tanjakan, Yadea Osta menunjukkan performa yang cukup stabil meski mengalami penurunan kecepatan signifikan. Pada kondisi bobot sekitar 100 kg, kecepatan bisa turun hingga 12 km/jam di tanjakan ekstrem, namun motor tetap mampu menanjak tanpa indikasi overheat.
Dari sisi konsumsi energi, motor ini menunjukkan efisiensi yang cukup baik. Dalam perjalanan sekitar 38 km, baterai hanya berkurang sebagian dari kapasitas awal, menunjukkan bahwa Yadea Osta cukup hemat untuk penggunaan harian.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Yadea Osta menawarkan paket motor listrik harian yang seimbang antara fitur, kenyamanan, dan efisiensi. Dengan harga di kisaran Rp19,8 juta hingga Rp24,8 juta, motor ini memberikan alternatif menarik bagi pengguna yang ingin beralih dari motor bensin ke kendaraan listrik.
Meski masih memiliki keterbatasan pada suspensi depan dan batas kecepatan maksimal, Yadea Osta tetap layak dipertimbangkan untuk kebutuhan mobilitas perkotaan seperti perjalanan kantor, aktivitas harian, hingga penggunaan dalam jarak menengah.
Editor : Divka Vance Yandriana