JAKARTA - Penggunaan jangka panjang motor listrik United T1800 kembali menjadi sorotan setelah dilakukan uji pemakaian lebih dari satu tahun sejak pertama kali diluncurkan pada akhir 2020. Motor listrik United T1800 ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp27 juta on the road Jakarta dan menjadi salah satu skuter listrik yang cukup awal meramaikan pasar kendaraan listrik di Indonesia.
Dalam pengujian tersebut, motor listrik United T1800 menunjukkan karakter sebagai skuter listrik bergaya maxi dengan bodi besar dan fitur yang cukup lengkap di kelasnya. Meski demikian, performa dan ergonomi motor ini juga memiliki sejumlah catatan penting setelah digunakan dalam jangka panjang.
Desain Maxi Skuter dengan Fitur Futuristis
Dari sisi desain, United T1800 mengusung konsep skuter maxi dengan bodi besar dan tampilan futuristis. Motor ini sudah dilengkapi lampu LED di bagian depan, sein, hingga lampu belakang yang memberikan kesan modern.
Panel instrumen digital juga sudah digunakan, meskipun tampilannya tergolong sederhana dibandingkan motor listrik generasi baru. Motor listrik United T1800 tetap mempertahankan gaya skuter dengan dek rata yang memungkinkan pengguna membawa barang lebih fleksibel.
Namun, akses untuk membuka bagian baterai di bawah dek dinilai cukup sulit dan membutuhkan tenaga ekstra, terutama bagi pengguna baru.
Fitur Unik: Turbo Mode hingga Reverse Gear
Salah satu daya tarik utama dari motor listrik United T1800 adalah fitur-fitur unik yang tidak umum di motor listrik sekelasnya. Motor ini sudah dilengkapi turbo mode yang diklaim dapat meningkatkan kecepatan hingga sekitar 70 km/jam, meski dalam penggunaan nyata peningkatan tenaga tidak terlalu signifikan.
Selain itu, terdapat fitur reverse gear (river mode) yang memungkinkan motor bergerak mundur seperti mobil. Fitur ini sangat membantu saat parkir, meskipun kecepatan mundur cukup terbatas.
Motor ini juga memiliki tiga mode berkendara (mode 1, 2, dan 3) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari penggunaan santai di area perumahan hingga perjalanan di jalan raya.
Performa di Jalan Raya
Dari sisi performa, motor listrik United T1800 memiliki tenaga yang cukup baik di putaran awal. Namun, saat kecepatan mencapai di atas 40 km/jam, akselerasi mulai terasa lambat.
Baca Juga: Renault Kwid Makin Menggoda, City Car Murah Ini Punya Desain Modern dan BBM Super Irit
Untuk mencapai kecepatan 50 hingga 60 km/jam, motor membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan skuter listrik generasi terbaru. Mode berkendara rendah lebih cocok digunakan di area permukiman, sementara mode tertinggi lebih ideal untuk jalan utama.
Hal ini menunjukkan bahwa United T1800 lebih cocok digunakan sebagai kendaraan urban jarak dekat, bukan untuk kebutuhan kecepatan tinggi.
Kenyamanan dan Suspensi
Dari sisi kenyamanan, motor listrik United T1800 mendapat nilai cukup baik pada sektor suspensi. Suspensi teleskopik di depan dan dual shock di belakang mampu meredam getaran dengan cukup baik di jalan tidak rata.
Namun, posisi setang dinilai terlalu tinggi dan cukup dekat dengan pengendara, sehingga dalam penggunaan lama bisa menyebabkan rasa cepat lelah pada bagian tangan dan bahu.
Selain itu, beberapa bagian bodi motor juga dilaporkan mengalami getaran dan bunyi kecil saat melewati jalan rusak.
Baterai, Pengisian, dan Biaya Operasional
United T1800 dibekali baterai yang mampu menempuh jarak sekitar 60 km dalam kondisi penuh. Proses pengisian daya membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 jam dengan konsumsi daya sekitar 550 watt.
Dari sisi biaya operasional, motor listrik United T1800 tergolong sangat hemat. Biaya pengisian penuh hanya sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 tergantung tarif listrik, menjadikannya salah satu kendaraan listrik paling efisien di kelasnya.
Selain itu, beberapa daerah seperti Jakarta juga memberikan insentif pajak untuk kendaraan listrik, sehingga beban biaya tahunan menjadi lebih ringan.
Kesimpulan Penggunaan Jangka Panjang
Secara keseluruhan, motor listrik United T1800 masih layak digunakan sebagai kendaraan harian untuk mobilitas jarak dekat. Fitur seperti turbo mode, reverse gear, dan desain maxi menjadi nilai tambah yang menarik.
Namun, terdapat beberapa catatan seperti akselerasi yang mulai melemah di kecepatan tinggi, ergonomi setang yang kurang ideal, serta akses baterai yang cukup merepotkan.
Meski demikian, untuk harga sekitar Rp27 juta, motor ini masih dianggap memberikan nilai yang cukup kompetitif di awal era kendaraan listrik di Indonesia.
Editor : Divka Vance Yandriana