Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Dipuji Hiroshi Aoyama Usai Moto3 Spanyol 2026, Disebut Rookie Anomali Calon Bintang MotoGP

Maylanni Diana Fitri • Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:03 WIB
(pinterest)

Feda Ega Pratama dipuji Hiroshi Aoyama usai tampil heroik di Moto3 Spanyol 2026, disebut rookie anomali calon MotoGP.(pinterest)

Blitar Kawentar- Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap internasional setelah tampil impresif pada Moto3 Spanish GP 2026. Pembalap muda asal Gunung Kidul itu mendapat pujian langsung dari manajer Honda Team Asia sekaligus legenda MotoGP Jepang, Hiroshi Aoyama.

Pujian tersebut muncul setelah Feda Ega Pratama berhasil tampil heroik di Sirkuit Jerez, Spanyol. Start dari posisi ke-17, Feda mampu menembus posisi enam besar saat garis finis. Penampilan itu membuat banyak pengamat menyebut Feda sebagai rookie paling menjanjikan di Moto3 musim 2026.

Saat ini, Feda Ega Pratama juga memimpin klasemen rookie of the year Moto3 2026 dengan koleksi 37 poin. Ia unggul dari beberapa rival sesama debutan seperti Brian Uriarte, Rico Salmela hingga rekan setimnya sendiri, Zen Mitani.

Hiroshi Aoyama Bongkar 4 Kelebihan Feda Ega Pratama

Menurut Hiroshi Aoyama, ada empat kemampuan utama yang membuat Feda Ega Pratama sangat berbeda dibanding rookie lainnya di Moto3.

Pertama adalah kemampuan manajemen balapan yang matang. Aoyama menilai Feda mampu mengatur ritme balap, menjaga kondisi ban, dan menentukan momen menyerang dengan sangat baik meski masih berstatus debutan.

Baca Juga: Nggak Perlu Mahal! Ini 7 Rekomendasi HP 5G Murah dengan NFC Paling Worth It Tahun Ini, Harga Mulai Rp2 Jutaan Performa Garang!

“Feda menunjukkan manajemen balapan yang kuat dan kecepatan yang baik,” ujar Aoyama.

Kelebihan kedua adalah konsistensi pace balap. Dalam beberapa seri awal Moto3 2026, Feda dinilai mampu menjaga kecepatan stabil bahkan saat memulai balapan dari barisan belakang.

Kemampuan ketiga adalah race craft dan insting overtake. Di Jerez, Feda disebut melakukan lebih dari 10 aksi salip bersih tanpa kesalahan fatal. Ia mampu membaca situasi pack racing dengan sangat baik.

Sementara kemampuan keempat yang paling membuat kagum adalah mental juara dan comeback ability. Setelah sempat mengalami crash di Austin, Feda langsung bangkit dan tampil luar biasa di Spanyol.

Jadi Rookie Terbaik Moto3 2026

Performa Feda Ega Pratama memang menjadi anomali tersendiri di Moto3 2026. Dalam empat ronde awal musim ini, pembalap Indonesia tersebut sukses duduk di posisi keenam klasemen dunia.

Hasil itu sangat kontras jika dibandingkan dengan rekan setimnya, Zen Mitani. Meski menggunakan motor yang sama yakni Honda NSF250RW, Mitani masih belum meraih satu poin pun musim ini.

Baca Juga: Perang Fitur Premium! Ini 9 HP 2 Jutaan Kecil Terbaik Edisi Terbaru yang Paling Layak Beli, Gendong Jaringan 5G, Layar 144 Hz, dan Kamera OIS!

Banyak pengamat menilai faktor pembeda terbesar ada pada skill balap Feda. Bahkan beberapa komentar di media sosial menyebut kemampuan rider muda Indonesia itu mampu menutupi kekurangan motor Honda yang kalah kompetitif dibanding KTM.

Saat ini, motor KTM memang mendominasi Moto3 2026. Tim CF Moto Aspar disebut menjadi tim terkuat musim ini dengan raihan poin yang sangat dominan di klasemen konstruktor maupun tim.

Meski begitu, Feda tetap mampu membawa Honda Team Asia bersaing di papan atas. Hampir seluruh poin tim berasal dari kontribusi Feda seorang diri.

Peluang Menuju MotoGP Semakin Terbuka

Melihat performanya sejauh ini, banyak pihak mulai memprediksi perjalanan karier Feda Ega Pratama menuju MotoGP. Jika konsisten, pembalap asal Gunung Kidul itu diproyeksikan bisa naik kelas ke Moto2 dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Musim 2026 sendiri menjadi tahap penting bagi Feda untuk mengincar gelar rookie of the year sekaligus menembus lima besar klasemen akhir Moto3.

Pada musim 2027, Feda diperkirakan masih bertahan di Moto3 untuk mematangkan kemampuan sekaligus memburu kemenangan perdana. Setelah itu, peluang naik ke Moto2 terbuka lebar pada 2028.

Jika proses adaptasi berjalan lancar, Feda diproyeksikan bisa menjalani debut MotoGP sekitar tahun 2030 saat usianya baru 21 tahun.

Pencapaian ini tentu menjadi harapan besar bagi Indonesia yang selama ini menanti hadirnya pembalap kompetitif di ajang balap motor paling bergengsi di dunia.

Kini, seri Moto3 Prancis di Sirkuit Le Mans menjadi tantangan berikutnya bagi Feda Ega Pratama. Setelah tampil mengejutkan di Brazil dan Jerez, publik Indonesia kembali berharap sang rookie sensasional mampu mencetak hasil besar berikutnya di panggung dunia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#hiroshi aoyama #Honda Team Asia #moto3 2026 #Feda Ega Pratama #motogp indonesia