Blitar Kawentar- Nama Feda Ega Pratama kembali mengguncang dunia balap internasional usai tampil luar biasa pada seri Moto3 2026 di Sirkuit Jerez, Spanyol. Start dari posisi ke-17 setelah mengalami crash di sesi kualifikasi, pembalap muda Indonesia itu sukses menutup balapan di posisi keenam lewat aksi comeback dramatis yang membuat paddock Honda Team Asia geger.
Penampilan Feda Ega Pratama di Jerez bahkan membuat manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, tak mampu menyembunyikan rasa kagumnya. Legenda MotoGP asal Jepang itu disebut terkejut melihat data telemetri motor nomor 61 milik Feda yang menunjukkan kemampuan pengereman dan kontrol balap di luar nalar rider seusianya.
Hasil Moto3 Jerez 2026 ini menjadi sorotan besar karena Feda mampu membalikkan situasi sulit menjadi salah satu performa terbaik musim ini. Banyak pengamat mulai menyebut pembalap asal Gunungkidul tersebut sebagai ancaman baru bagi dominasi KTM di kelas Moto3.
Crash di Kualifikasi Jadi Awal Drama
Drama sebenarnya dimulai saat sesi kualifikasi kedua. Feda tampil sangat cepat sejak awal dan sempat mencatat sektor pertama lebih baik dibanding peraih pole position.
Namun saat melakukan time attack terakhir, motor Honda NSF250RW miliknya kehilangan grip di tikungan akhir Jerez. Crash tak terhindarkan dan membuat posisi start Feda terlempar ke urutan 17.
Situasi itu membuat garasi Honda Team Asia berada dalam tekanan besar. Mekanik harus bekerja hingga larut malam memastikan rangka motor tidak mengalami kerusakan serius sebelum balapan utama digelar.
Banyak pengamat meragukan peluang Feda untuk menembus zona poin. Pasalnya, Jerez dikenal sebagai sirkuit teknikal dengan karakter tikungan sempit yang sulit digunakan untuk aksi overtake.
Strategi Berani Honda Team Asia
Sebelum balapan dimulai, Hiroshi Aoyama mengungkap tim mengambil keputusan besar hanya beberapa menit sebelum warm-up lap. Honda Team Asia melakukan perubahan mapping mesin serta distribusi beban suspensi depan demi meningkatkan stabilitas saat pengereman agresif.
Strategi tersebut ternyata menjadi senjata utama Feda sepanjang balapan. Berdasarkan data telemetri, Feda mampu melakukan pengereman hingga lima meter lebih lambat dibanding rival-rivalnya tanpa kehilangan racing line.
Aoyama menyebut kemampuan kontrol emosi Feda menjadi faktor paling mengejutkan. Menurutnya, pembalap muda Indonesia itu memiliki insting balap dan ketenangan yang jarang dimiliki rookie Moto3.
Comeback Gila dari Posisi 17
Saat lampu start padam, Feda langsung tampil agresif. Dalam satu lap pertama saja, ia sukses merangsek lima posisi berkat manuver late braking yang bersih dan presisi.
Aksi salip-menyalip terus berlanjut sepanjang balapan. Feda tampil agresif namun tetap efisien menjaga kondisi ban. Ia memanfaatkan setiap celah kecil di lintasan Jerez untuk mendekati grup depan.
Ketegangan di pit box Honda Team Asia pun meningkat. Para mekanik sempat khawatir efek crash di kualifikasi akan memengaruhi performa motor dalam suhu lintasan yang mencapai 50 derajat Celsius.
Namun melalui dashboard, Feda justru memberikan laporan bahwa motor terasa sempurna. Kepercayaan dirinya semakin meningkat ketika berhasil masuk rombongan 10 besar.
Duel Sengit Lawan Hakim Danish
Salah satu momen paling menarik terjadi saat Feda terlibat duel ketat melawan Hakim Danish. Persaingan dua rider Asia itu berlangsung sengit dalam perebutan posisi delapan besar.
Feda beberapa kali melakukan switchback agresif yang membuat Danish kehilangan momentum akselerasi. Analisis pasca-balapan menunjukkan Feda unggul dalam manajemen ban sehingga tetap konsisten mencatat waktu putaran kompetitif hingga lap akhir.
Duel tersebut menjadi bukti bahwa pembalap Asia kini mulai mampu bersaing setara dengan rider-rider Eropa dan Amerika Latin di Moto3.
Manuver Cerdas di Lap Terakhir
Memasuki lap terakhir, situasi balapan semakin panas ketika Adrian Fernandez dan Maximo Quiles terlibat duel keras di grup depan. Keduanya hampir bersenggolan saat berebut posisi lima besar.
Feda memanfaatkan momentum tersebut dengan sangat cerdas. Saat kedua rival melebar di tikungan Jorge Lorenzo Corner, ia langsung menusuk sisi dalam secara bersih dan merebut posisi keenam tepat sebelum garis finis.
Race Direction sempat melakukan investigasi terkait manuver lap terakhir. Namun setelah meninjau video dari berbagai sudut kamera, aksi Feda dinyatakan sah dan tidak melanggar track limit.
Hasil finis keenam dari start posisi 17 membuat nama Feda Ega Pratama semakin diperhitungkan di Moto3 2026. Banyak pihak kini memprediksi rider Indonesia itu berpotensi menjadi kuda hitam dalam perebutan podium musim ini.
Editor : Maylanni Diana Fitri