Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Veda Ega Pratama Bikin Hiroshi Aoyama Menangis di Moto3 Brazil 2026, Podium Bersejarah Usai Duel Gila Lawan Rider Spanyol

Maylanni Diana Fitri • Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:12 WIB
Veda Ega Pratama bikin Hiroshi Aoyama menangis usai raih podium Moto3 Brazil 2026 lewat duel dramatis lawan rider Spanyol.(pinterest)
Veda Ega Pratama bikin Hiroshi Aoyama menangis usai raih podium Moto3 Brazil 2026 lewat duel dramatis lawan rider Spanyol.(pinterest)

Blitar Kawentar- Nama Veda Ega Pratama kembali mengguncang dunia balap internasional setelah tampil luar biasa pada seri Moto3 Brazil 2026 di Sirkuit Goyania. Rider muda asal Gunung Kidul itu sukses meraih podium ketiga usai menjalani balapan penuh tekanan dan duel sengit melawan pembalap-pembalap Eropa.

Penampilan Veda Ega Pratama kali ini bahkan membuat manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, tidak mampu menyembunyikan emosinya. Kamera pitlane menangkap momen ketika legenda MotoGP asal Jepang tersebut terlihat berkaca-kaca saat menyambut Veda di parc ferme.

Hasil podium ini menjadi pencapaian penting bagi Veda Ega Pratama di Moto3 2026. Bukan hanya karena berhasil finis di posisi tiga besar, tetapi juga karena ia mampu menunjukkan mentalitas dan teknik balap kelas dunia di tengah dominasi rider-rider Eropa.

Start Sulit dan Tekanan Besar

Balapan di Goyania sejatinya tidak berjalan mudah bagi Veda. Meski memulai race dari posisi keempat, pembalap Honda Team Asia itu langsung mendapat tekanan besar sejak tikungan pertama.

Agresivitas rider Eropa membuat Veda sempat tercecer ke posisi ketujuh pada lap pembuka. Motor Honda NSF250RW yang digunakannya juga kalah tenaga dibanding motor KTM di trek lurus.

Baca Juga: 7 HP 5G RAM 12 GB Murah Terbaik April 2026, Realme 16 hingga Poco X Bawa Spek Gahar

Situasi tersebut membuat suasana garasi Honda Team Asia sempat tegang. Hiroshi Aoyama diketahui terus memantau data telemetri sambil melihat bagaimana anak didiknya berjuang mempertahankan ritme balap.

Namun perlahan keadaan berubah. Veda mulai tampil lebih agresif dan tenang. Ia memanfaatkan kekuatan pengereman motor Honda untuk memangkas jarak dengan grup depan.

Strategi Late Braking Jadi Senjata

Salah satu faktor utama keberhasilan Veda Ega Pratama di Moto3 Brazil 2026 adalah teknik late braking yang sangat presisi. Rider 17 tahun itu beberapa kali melakukan pengereman ekstrem di tikungan tajam Goyania.

Strategi tersebut membuatnya mampu menyalip satu per satu lawan di depannya. Dari posisi ketujuh, Veda perlahan naik ke posisi lima besar dengan catatan waktu yang konsisten.

Baca Juga: Harga Terjun Bebas! Review Jujur Tecno POVA 6 4G: Dari 2,8 Juta ke 2,1 Juta, Apakah Layak Jadi HP Gaming Bocah?

Menurut analisis telemetri tim, Veda mampu menjaga titik pengereman dengan selisih hanya 0,1 detik di setiap lap. Konsistensi itu menjadi pembeda saat para rival mulai kehilangan grip ban pada lap-lap akhir.

Tak hanya cepat, Veda juga tampil cerdas secara taktik. Ia sengaja memancing rider Spanyol, Alvaro Carpe, untuk bertahan terlalu keras hingga ban lawannya mengalami penurunan performa.

Duel Panas Lawan Alvaro Carpe

Momen paling dramatis terjadi dua lap menjelang finis. Veda dan Alvaro Carpe terlibat duel ketat dalam perebutan podium ketiga.

Selama beberapa lap, keduanya saling salip dengan jarak sangat tipis. Carpe sempat mempertahankan posisi berkat keunggulan akselerasi KTM di trek lurus.

Namun Veda tidak menyerah. Ia akhirnya melakukan manuver berani di tikungan pertama dengan masuk ke celah sempit yang nyaris memicu kontak antarmotor.

Aksi agresif itu sukses membuat Veda merebut posisi ketiga. Meski Carpe sempat membalas di tikungan terakhir, pembalap Indonesia tersebut mampu mempertahankan podium hingga garis finis.

Keberhasilan tersebut langsung disambut gegap gempita di garasi Honda Team Asia. Hiroshi Aoyama yang biasanya tampil tenang bahkan terlihat emosional menyaksikan perjuangan Veda.

Tangis Haru di Podium

Setelah finis, emosi Veda Ega Pratama pecah. Saat menjalani cooldown lap, rider muda Indonesia itu terlihat menangis di atas motor.

Air mata kembali mengalir ketika bendera Merah Putih berkibar di podium Moto3 Brazil 2026. Momen tersebut langsung viral di media sosial dan mendapat banyak pujian dari penggemar MotoGP dunia.

Podium ini dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar pembalap Indonesia di ajang Grand Prix. Banyak pengamat mulai menilai Veda sebagai calon bintang masa depan MotoGP.

Selain mengangkat nama Indonesia, hasil ini juga memperkuat posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026. Ia kini mulai diperhitungkan sebagai kuda hitam dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.

Ancaman Baru untuk KTM

Performa impresif Veda membuat tim-tim besar mulai waspada. Dominasi KTM yang selama ini menguasai Moto3 mulai mendapat ancaman serius dari Honda Team Asia.

Beberapa pengamat bahkan menilai Veda Ega Pratama memiliki gaya balap unik yang sulit diprediksi. Kombinasi agresivitas, kontrol emosi, dan kemampuan membaca situasi membuatnya tampil berbeda dibanding rookie lain.

Jika mampu menjaga konsistensi, peluang Veda untuk kembali naik podium pada seri-seri berikutnya terbuka lebar. Sirkuit seperti Mugello dan Assen disebut cocok dengan karakter balapnya.

Kini perhatian publik Indonesia tertuju pada perjalanan berikutnya sang pembalap muda. Moto3 2026 baru berjalan, tetapi nama Veda Ega Pratama sudah mulai mengguncang paddock dunia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#hiroshi aoyama #Moto3 Brazil 2026 #Honda Team Asia #veda ega pratama #moto3 2026