Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Bikin Geger Moto3 Catalunya 2026, Top Speed 222 Km/Jam dan Statistiknya Disebut Lebih Ganas dari Ai Ogura

Maylanni Diana Fitri • Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:18 WIB
Feda Ega Pratama bikin geger Moto3 Catalunya 2026 usai catat top speed 222 km/jam dan disebut lebih hebat dari Ai Ogura.(pinterest)
Feda Ega Pratama bikin geger Moto3 Catalunya 2026 usai catat top speed 222 km/jam dan disebut lebih hebat dari Ai Ogura.(pinterest)

Blitar Kawentar- Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan tajam jelang Moto3 Catalunya 2026. Pembalap muda Indonesia itu sukses membuat paddock Honda Team Asia dan rival-rival Eropa mulai gelisah usai mencatatkan performa luar biasa dalam sesi tes resmi di Sirkuit Catalunya, Spanyol.

Catatan waktu 1 menit 45,047 detik yang dibukukan Feda Ega Pratama bukan sekadar angka biasa. Di usia yang baru menginjak 17 tahun, torehan tersebut dianggap sebagai ancaman nyata bagi dominasi pembalap Eropa di kelas Moto3 musim ini.

Tidak hanya cepat, Feda juga mencetak top speed mencapai 222,2 km/jam bersama motor Honda NSF250RW miliknya. Angka itu langsung memancing perhatian banyak tim besar, termasuk kubu Red Bull KTM yang mulai menyadari potensi besar sang rookie Indonesia.

Dalam beberapa musim terakhir, pembalap Asia memang jarang mampu langsung tampil kompetitif di level Moto3. Namun Feda Ega Pratama justru memperlihatkan perkembangan yang jauh lebih cepat dibandingkan ekspektasi banyak pihak.

Statistik Feda Ega Pratama Disebut Lampaui Ai Ogura

Nama Ai Ogura selama ini dikenal sebagai standar emas pembalap Asia binaan Honda Team Asia. Namun sejumlah pengamat mulai membandingkan grafik perkembangan Feda dengan Ogura di usia yang sama.

Hasilnya cukup mengejutkan. Jika Ogura membutuhkan waktu lebih panjang untuk bersaing di level elite, Feda justru tampil agresif sejak awal kariernya di Eropa.

Baca Juga: Gila! 7 HP Xiaomi Terbaik 2026 Ini Bikin Gaming Rata Kanan, Dari Redmi Baterai 7000 mAh Sampai Xiaomi 17 Ultra Super Kencang

Pembalap asal Gunungkidul itu sebelumnya sukses mendominasi Asia Talent Cup 2023 sebelum melanjutkan kiprah di Red Bull Rookies Cup dan JuniorGP. Hebatnya lagi, Feda dinilai sangat cepat beradaptasi dengan karakter sirkuit Eropa yang terkenal teknis dan sulit.

Kemampuan membaca racing line, menjaga ritme balapan, hingga manajemen ban menjadi nilai lebih yang membuat banyak rival mulai merasa tertekan.

“Dia bukan sekadar rookie biasa. Cara dia membaca balapan terlihat seperti pembalap yang sudah lama di kejuaraan dunia,” tulis salah satu pengamat Moto3 Eropa dalam analisis paddock Catalunya.

Honda Team Asia Mulai Bertumpu pada Feda

Performa apik Feda Ega Pratama juga memunculkan dinamika baru di internal Honda Team Asia. Tim asal Jepang itu kini mulai menjadikan Feda sebagai ujung tombak utama perburuan poin musim 2026.

Perbedaan performa antara Feda dan rekan setimnya, Zen Mitani, terlihat cukup mencolok selama sesi tes Catalunya berlangsung.

Baca Juga: HP 2 Jutaan Terbaik 2026 Bikin Geger! 10 Rekomendasi Paling Worth It, Spek Makin Gila dan Mirip HP Mahal

Data telemetri menunjukkan Feda tidak hanya mampu mencatat satu lap cepat, tetapi juga konsisten menjaga waktu di setiap sektor lintasan. Hal inilah yang dianggap paling mengkhawatirkan rival-rivalnya.

Apalagi Catalunya dikenal sebagai salah satu sirkuit paling sulit dalam urusan manajemen ban. Aspal licin dan tikungan panjang sering membuat banyak pembalap kehilangan ritme pada akhir balapan.

Namun Feda justru tampil stabil sepanjang sesi. Ia bahkan disebut mampu mengoptimalkan pemetaan mesin dan strategi ban dengan sangat cepat, sesuatu yang biasanya sulit dilakukan rookie.

Bangkit Dramatis di Le Mans Jadi Bukti Mental Baja

Sebelum tampil mengesankan di Catalunya, Feda Ega Pratama lebih dulu mencuri perhatian lewat aksi heroiknya di Moto3 Le Mans 2026.

Saat balapan berlangsung dalam kondisi hujan dan penuh crash, Feda sempat tercecer hingga posisi ke-14. Tetapi secara perlahan ia mampu bangkit dan menyalip lawan-lawannya satu per satu.

Dengan gaya balap yang tenang dan klinis, Feda akhirnya finis di posisi keempat dan nyaris merebut podium dalam salah satu race paling sulit musim ini.

Penampilan itu semakin memperkuat anggapan bahwa Feda memiliki mental kuat saat menghadapi tekanan besar.

“Yang membuat rival takut bukan hanya kecepatannya, tapi ketenangannya di tengah tekanan,” ungkap salah satu kru paddock Moto3.

Persaingan dengan Hakim Danish Memanas

Performa luar biasa Feda juga mulai memanaskan rivalitas dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish. Publik Asia kini ramai membandingkan keduanya sebagai calon pembalap terbaik kawasan Asia Tenggara.

Di sesi tes Catalunya, Feda tampil jauh lebih kompetitif dibanding Danish. Perbedaan hasil itu membuat media sosial dan pengamat mulai menjagokan pembalap Indonesia tersebut sebagai rookie terbaik Asia musim ini.

Saat ini Feda Ega Pratama sudah mengoleksi 50 poin dan bertengger di posisi lima klasemen sementara Moto3 2026. Capaian itu membuat banyak pihak mulai percaya bahwa Indonesia tengah menyaksikan lahirnya calon legenda baru balap motor dunia.

Kini tekanan besar mulai datang dari berbagai arah. Namun jika melihat performanya sejauh ini, Feda Ega Pratama tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan melambat.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Hakim Danish #Ai Ogura #Moto3 Catalunya 2026 #Honda Team Asia #Feda Ega Pratama