Blitar Kawentar- Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan usai tampil tenang namun mengancam pada sesi Free Practice Moto3 Catalunya 2026. Meski tidak langsung tampil agresif sejak awal sesi, rider muda Indonesia tersebut justru memperlihatkan karakter matang yang membuat suasana paddock berubah tegang.
Pada sesi latihan bebas di Sirkuit Barcelona Catalunya, Veda Ega Pratama terlihat lebih fokus memahami kondisi lintasan dibanding memaksakan diri mencetak waktu tercepat. Strategi itu justru dinilai menjadi kekuatan utama pembalap Honda Team Asia tersebut.
Sejak keluar dari pit lane, Veda tampil sangat tenang. Ia tidak melakukan manuver nekat ataupun mencoba menyalip secara agresif seperti kebanyakan rider muda lain. Fokus utamanya lebih kepada membaca grip ban, menyesuaikan setelan motor, dan membangun ritme balapan yang stabil.
Veda Ega Pilih Bangun Ritme
Berbeda dengan sebagian pembalap yang langsung mengejar catatan waktu terbaik sejak menit awal, Veda memilih menjalani sesi latihan dengan pendekatan lebih terukur. Setiap lap digunakan untuk mengumpulkan data dan memahami karakter motor secara detail bersama tim.
Pendekatan tersebut membuat ritme Veda terlihat konsisten sepanjang sesi. Catatan waktunya memang tidak langsung melonjak drastis, namun stabil dari lap ke lap. Hal itulah yang mulai membuat rival-rivalnya waspada.
Sirkuit Catalunya dikenal sebagai salah satu lintasan paling teknis dalam kalender Moto3. Kombinasi tikungan cepat, area pengereman keras, hingga kebutuhan keseimbangan motor yang sempurna membuat hanya pembalap dengan kemampuan lengkap yang bisa tampil kompetitif.
Dalam kondisi seperti itu, kemampuan Veda Ega Pratama beradaptasi secara tenang justru menjadi ancaman besar bagi para pesaingnya.
Atmosfer Paddock Berubah Tegang
Situasi paddock mulai berubah ketika ritme Veda terus membaik. Para mekanik dan insinyur tim rival terlihat serius memantau monitor waktu serta data telemetri yang ditampilkan sepanjang sesi.
Banyak pihak mulai menyadari bahwa Veda belum menunjukkan seluruh potensinya. Meski tampil santai, pembalap asal Gunungkidul itu diyakini masih menyimpan kecepatan terbaiknya untuk sesi yang lebih menentukan.
Reputasi Veda sebelumnya memang sudah dikenal dengan pola serupa. Ia kerap tampil biasa pada sesi latihan, namun mendadak meledak ketika memasuki sesi kualifikasi atau balapan utama.
Hal inilah yang membuat rival-rivalnya sulit merasa aman. Ketika Veda tampak santai, justru di saat itulah banyak pihak percaya ia sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih besar.
Di tribun penonton, dukungan untuk rider Indonesia juga terasa begitu besar. Sorakan penonton terdengar semakin keras setiap kali Veda melintas di garis start-finish. Kehadiran fans Indonesia di Catalunya membuat atmosfer balapan semakin panas.
Hiroshi Aoyama Mulai Terkejut
Salah satu momen menarik terjadi ketika manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, terlihat beberapa kali memperhatikan data lap Veda dengan serius.
Awalnya Aoyama hanya berdiri santai di sisi pit wall sambil memantau layar monitor. Namun ekspresinya perlahan berubah ketika catatan waktu Veda mulai stabil di tengah persaingan ketat.
Dalam beberapa kesempatan, Aoyama tampak mengangguk kecil sambil terus memantau perkembangan data telemetri motor Veda. Reaksi tersebut memunculkan spekulasi bahwa Honda Team Asia mulai melihat potensi besar dari rider muda Indonesia itu untuk akhir pekan balapan Catalunya.
Meski tidak menunjukkan ekspresi berlebihan, perubahan gestur Aoyama cukup mencuri perhatian paddock. Terlebih ketika Veda mampu mencatat lap bersih dengan ritme yang konsisten.
Jadi Ancaman Baru di Moto3
Penampilan Veda di Free Practice Catalunya memang belum menghasilkan posisi puncak. Namun ketenangan dan konsistensinya justru membuat banyak pihak percaya bahwa ia sedang menyiapkan sesuatu untuk sesi berikutnya.
Moto3 dikenal sebagai kelas yang memiliki selisih waktu sangat tipis antar pembalap. Dalam situasi seperti itu, satu lap sempurna bisa langsung mengubah posisi secara drastis.
Karena itu, strategi Veda yang memilih membangun fondasi sejak awal dinilai menjadi modal penting menghadapi sesi kualifikasi dan race utama.
Jika pada sesi pemanasan saja Veda Ega Pratama sudah mampu membuat atmosfer Catalunya memanas, maka bukan tidak mungkin balapan utama nanti akan menjadi panggung besar berikutnya bagi rider muda Indonesia tersebut untuk kembali mencuri perhatian dunia Moto3.
Editor : Maylanni Diana Fitri