Veda Ega Pratama Bikin Komentator Spanyol Histeris di Moto3 Jerez 2026, Start Posisi 17 tapi Finish 6 Besar dan Kalahkan Rival Malaysia

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:39 WIB
Veda Ega Pratama bikin heboh Moto3 Jerez 2026 usai comeback dari posisi 17 ke enam besar dan kalahkan rival Malaysia.(pinterest)
Veda Ega Pratama bikin heboh Moto3 Jerez 2026 usai comeback dari posisi 17 ke enam besar dan kalahkan rival Malaysia.(pinterest)

Blitar Kawentar- Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap internasional usai tampil luar biasa pada balapan Moto3 Jerez 2026 di Spanyol. Pembalap muda Indonesia itu sukses mencuri perhatian setelah melakukan comeback sensasional dari posisi start ke-17 hingga finis di posisi enam besar.

Performa Veda Ega Pratama di Moto3 Jerez 2026 bahkan membuat komentator Spanyol histeris. Bukan karena crash dramatis atau duel terakhir, melainkan aksi agresif dan penuh keberanian yang ditunjukkan pembalap rookie asal Indonesia tersebut sepanjang balapan berlangsung.

Hasil ini menjadi bukti bahwa Veda Ega Pratama bukan sekadar pelengkap di grid Moto3 musim 2026. Pembalap binaan Astra Honda Racing Team itu kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu talenta muda Asia yang memiliki potensi besar menembus level tertinggi balap motor dunia.

Start Sulit Setelah Crash di Kualifikasi

Sebelum tampil impresif di race utama, Veda sempat mengalami momen sulit pada sesi kualifikasi Moto3 Jerez 2026. Saat menjalani time attack terakhir di Q2, ia mengalami highside crash di tikungan 10.

Insiden tersebut membuat catatan waktunya gagal membaik dan memaksanya start dari posisi ke-17. Posisi itu jelas bukan tempat ideal untuk bertarung memperebutkan podium di kelas Moto3 yang terkenal ketat.

Baca Juga: Mobil Nyaman Harga Rp60 Jutaan Masih Diburu, Toyota Vios hingga Nissan Grand Livina Jadi Pilihan Favorit Pemula

Namun situasi sulit itu justru menjadi titik balik bagi Veda. Banyak pembalap kehilangan rasa percaya diri setelah crash keras, tetapi Veda memilih bangkit dan menjadikan kegagalan tersebut sebagai motivasi tambahan.

Agresif Sejak Lap Pertama

Begitu lampu start padam, Veda langsung menunjukkan mental petarungnya. Ia tampil agresif sejak lap pertama dengan menyalip beberapa rival secara beruntun.

Tiga pembalap Spanyol berhasil dilewati dengan manuver bersih dan presisi di depan publik tuan rumah. Tribun Sirkuit Jerez langsung bereaksi melihat keberanian rookie Indonesia tersebut.

Baca Juga: Ledakan HP 2 Jutaan Terbaik 2026: 10 Rekomendasi Paling Worth It, Spek Kencang Rasa Midrange Kini Jadi Rebutan!

Tidak berhenti di situ, Veda juga sukses melewati pembalap KTM asal Spanyol, Brian Uriarte, yang sebelumnya dijagokan tampil di barisan depan. Manuver overtakenya dinilai sangat matang tanpa kontak sedikit pun.

Lap demi lap, posisi Veda terus merangkak naik. Dari posisi 17, ia masuk 14 besar, kemudian menembus 10 besar hingga akhirnya finis di posisi keenam.

Hasil tersebut menjadi salah satu comeback terbaik di Moto3 Jerez musim ini sekaligus memperlihatkan perkembangan signifikan pembalap asal Indonesia itu.

Kalahkan Rival Malaysia

Penampilan Veda semakin menarik perhatian karena mampu finis jauh lebih baik dibanding rival terdekatnya, Hakim Danish dari Malaysia.

Hakim Danish memulai balapan dari posisi kedelapan yang secara teori jauh lebih menguntungkan dibanding Veda. Namun pembalap Malaysia itu justru kesulitan menjaga ritme balap dan harus puas finis di posisi ke-13.

Situasi ini membuat paddock Moto3 mulai membandingkan mental bertarung kedua rider muda Asia tersebut. Ketika tekanan datang, Veda justru tampil semakin kuat dan agresif.

Sementara itu, beberapa analis balap Spanyol mulai menyebut Veda sebagai calon bintang masa depan dari Asia. Mereka menilai pembalap Indonesia itu memiliki insting balap alami serta keberanian mengambil keputusan di momen krusial.

Dipuji Tim Honda Asia

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, juga mengaku terkesan dengan performa Veda Ega Pratama di Moto3 Jerez 2026.

Menurutnya, start dari posisi ke-17 lalu mampu finis di enam besar bukan pekerjaan mudah, apalagi dilakukan oleh seorang rookie yang baru menjalani musim debut di Moto3.

Performa tersebut sekaligus membuktikan bahwa Veda memiliki kemampuan beradaptasi cepat dalam tekanan tinggi. Ia juga dinilai mampu menjaga konsistensi ritme balap saat bersaing di grup depan.

Meski belum meraih podium, hasil ini menjadi langkah besar bagi karier Veda di Moto3 2026. Pembalap muda Indonesia itu mengaku bersyukur dan berjanji akan terus bekerja keras demi tampil lebih baik di seri-seri berikutnya.

Kini perhatian paddock Moto3 mulai tertuju kepada Veda Ega Pratama. Ia bukan lagi sekadar rookie asal Indonesia, tetapi ancaman nyata yang siap bersaing dengan para pembalap papan atas dunia.

Dengan performa seperti ini, peluang Veda untuk meraih podium bahkan naik ke level MotoGP di masa depan mulai terbuka lebar. Publik Indonesia pun kini menanti kejutan berikutnya dari pembalap muda berbakat tersebut.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Hakim Danish Pembalap Indonesia di Moto3 Moto3 Jerez 2026 veda ega pratama moto3 2026