Blitar Kawentar- Nama Veda Ega Pratama kembali mengguncang paddock Moto3 setelah tampil luar biasa dalam tes resmi di Sirkuit Jerez, Spanyol. Pembalap muda Indonesia berusia 16 tahun itu sukses mencuri perhatian Honda Team Asia hingga membuat suasana garasi mendadak pecah oleh teriakan dan euforia para mekanik.
Momen tersebut terjadi ketika catatan waktu 1 menit 45,432 detik milik Veda Ega Pratama muncul di monitor timing. Bukan pembalap senior atau rider tim besar yang mencetak waktu mengejutkan itu, melainkan rookie asal Indonesia yang baru beberapa hari menjajal motor Moto3 secara resmi.
Performa Veda Ega Pratama di Jerez langsung menjadi pembicaraan hangat di paddock Moto3. Banyak pihak mulai menilai pembalap binaan Astra Honda Racing Team tersebut memiliki potensi besar menjadi calon bintang masa depan Honda Team Asia.
Garasi Honda Team Asia Langsung Pecah
Suasana di garasi Honda Team Asia yang biasanya penuh ketegangan mendadak berubah drastis. Beberapa mekanik terlihat saling menunjuk layar monitor, sementara yang lain tertawa dan berpelukan usai melihat catatan waktu Veda.
Tidak sedikit kru yang mengaku terkejut melihat bagaimana pembalap muda asal Sleman itu mampu beradaptasi begitu cepat dengan karakter motor Moto3 yang terkenal sulit dikendalikan.
Motor Moto3 dikenal memiliki karakter agresif dengan power eksplosif, sasis sensitif, serta membutuhkan keberanian tinggi saat pengereman. Umumnya, pembalap rookie membutuhkan beberapa sesi untuk benar-benar menyatu dengan motor.
Namun Veda justru tampil berbeda. Sejak hari pertama tes di Jerez, ia sudah mampu menunjukkan entry speed tinggi dan racing line yang sangat rapi.
Telemetri Bikin Teknisi Honda Takjub
Kecepatan Veda ternyata bukan sekadar keberuntungan. Data telemetri Honda Team Asia menunjukkan kemampuan teknis pembalap muda Indonesia itu berada di atas rata-rata rookie Moto3.
Pada sektor pengereman, Veda disebut mampu menekan brake point hampir setara dengan pembalap yang sudah dua hingga tiga musim tampil di Moto3.
Baca Juga: 7 HP RAM 12 GB Termurah 2026, Dari Realme P3 hingga Poco X7 Pro, Spek Gahar Harga Mulai Rp3 Jutaan
Tidak hanya itu, corner speed miliknya juga sangat stabil. Kontrol bukaan gas yang halus membuat para teknisi mulai percaya bahwa Veda memiliki insting balap alami.
Salah satu teknisi Honda Team Asia bahkan disebut sempat berkomentar bahwa tim mereka mungkin akhirnya menemukan talenta besar yang selama ini dicari.
Data tersebut membuat pandangan tim berubah total. Jika sebelumnya Veda hanya dianggap proyek jangka panjang, kini ia mulai dipandang sebagai rider yang bisa langsung bersaing di level kompetitif.
Mulai Dilirik Rival dan Media Eropa
Performa Veda di Jerez juga mulai menarik perhatian media Eropa. Beberapa reporter terlihat mendatangi garasi Honda Team Asia untuk mencari tahu lebih jauh tentang sosok rookie asal Indonesia tersebut.
Video pendek aksi Veda saat mengendalikan motor Moto3 langsung viral di media sosial. Banyak penggemar balap menilai gaya balapnya agresif, tetapi tetap bersih dan terkontrol.
Bahkan beberapa pembalap rival dikabarkan mulai melirik serius perkembangan Veda. Salah satu rider Moto3 disebut memberi komentar singkat kepada rekan setimnya agar mulai mewaspadai pembalap Indonesia itu.
Perhatian terhadap Veda semakin besar setelah pernyataan manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, kembali ramai dibahas.
Hiroshi Aoyama Sudah Prediksi Potensi Veda
Beberapa bulan sebelum tes Jerez berlangsung, Hiroshi Aoyama ternyata pernah memberikan pujian terhadap karakter balap Veda Ega Pratama.
Legenda MotoGP asal Jepang itu menyebut Veda memiliki keberanian mengambil risiko, tetapi tetap mampu menjaga motor dengan sangat bersih.
Setelah hasil tes Jerez mencuat, banyak media Eropa mulai menilai Aoyama memang sudah melihat bakat besar Veda lebih awal dibanding pihak lain.
Namun di balik pujian tersebut, tekanan besar juga mulai muncul. Honda Team Asia kini menyadari bahwa mereka tidak lagi sekadar mengembangkan rookie biasa.
Tim mulai menyiapkan update teknis berdasarkan data milik Veda. Situasi ini bahkan disebut memunculkan dinamika baru di internal garasi karena perhatian tim perlahan mulai tertuju kepada pembalap muda Indonesia tersebut.
Awal Era Baru Honda Team Asia?
Tes Jerez menjadi titik penting bagi Honda Team Asia. Pabrikan Honda di Jepang dikabarkan mulai meminta data lebih detail terkait perkembangan Veda Ega Pratama.
Diskusi soal aero package, mapping elektronik hingga pengembangan sasis baru mulai dilakukan lebih serius dibanding sebelumnya.
Meski begitu, tim juga sadar bahwa perjalanan Veda masih panjang. Tekanan besar, ekspektasi publik, serta ketatnya persaingan Moto3 bisa menjadi tantangan berat bagi rookie mana pun.
Namun satu hal kini sudah jelas. Veda Ega Pratama bukan lagi sekadar pembalap muda Indonesia yang datang untuk belajar. Ia mulai dipandang sebagai ancaman baru di Moto3 dan sosok yang berpotensi mengubah arah proyek besar Honda Team Asia di masa depan.
Editor : Maylanni Diana Fitri