Blitar Kawentar – Nama Feda Ega Pratama kembali menjadi pusat perhatian pada sesi practice Moto3 Catalunya. Pembalap muda Indonesia tersebut nyaris mengalami crash ekstrem saat sedang menjalani push lap untuk memperbaiki catatan waktunya di lintasan Catalunya.
Insiden dramatis itu terjadi di tikungan 12 ketika Feda melaju sangat cepat untuk mengejar lap terbaik. Namun situasi mendadak berubah tegang saat dirinya mendapati beberapa rider bergerak lambat tepat di jalur racing line. Dalam kondisi kecepatan tinggi, Feda harus melakukan manuver mendadak demi menghindari tabrakan.
Momen nyaris crash Feda Ega Pratama langsung membuat suasana sesi practice memanas. Komentator bahkan terdengar kaget melihat betapa dekat jarak motor Feda dengan rider di depannya. Sedikit saja terlambat mengerem atau salah mengambil jalur, crash besar sangat mungkin terjadi.
Beruntung, refleks cepat Feda berhasil menyelamatkan situasi. Ia mampu menjaga keseimbangan motor meski harus mengubah arah secara tiba-tiba di tikungan cepat yang dikenal cukup berbahaya.
Traffic Rider Ganggu Push Lap Feda
Insiden tersebut membuat push lap Feda gagal total. Padahal sebelum memasuki tikungan 12, performanya terlihat sangat menjanjikan. Dari sektor awal hingga pertengahan lap, kecepatan Feda dinilai cukup kompetitif dan berpotensi menghasilkan catatan waktu lebih baik.
Namun semua momentum hilang begitu dirinya terjebak traffic rider lambat. Ban yang sudah mencapai temperatur ideal menjadi tidak maksimal karena Feda terpaksa menutup gas dan mengurangi ritme balapnya.
Situasi seperti ini memang sering menjadi masalah besar di Moto3. Persaingan yang sangat ketat membuat satu lap bersih memiliki arti penting. Selisih waktu sepersepuluh detik saja bisa membuat posisi pembalap berubah drastis di klasemen practice.
Tak heran jika ekspresi Feda setelah keluar dari tikungan 12 terlihat penuh emosi. Ia beberapa kali tampak menoleh ke arah rider lain sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi lintasan yang dianggap mengganggu pembalap yang sedang push time.
Mental dan Kontrol Motor Feda Dipuji
Meski kehilangan kesempatan mencatat waktu terbaik, banyak fans justru memuji kemampuan Feda dalam mengendalikan motor di situasi kritis. Tidak semua rider muda mampu melakukan panic avoid tanpa kehilangan grip atau terjatuh.
Dalam kondisi seperti itu, pembalap biasanya mudah kehilangan kontrol karena efek dirty air dan perubahan racing line secara mendadak. Namun Feda berhasil mempertahankan motor tetap stabil dan melanjutkan sesi tanpa crash.
Kemampuan tersebut menjadi bukti bahwa perkembangan Feda Ega Pratama semakin matang. Banyak pengamat mulai melihat kualitas racing instinct dan kontrol motor yang terus meningkat dari pembalap Indonesia tersebut.
Bukan hanya soal mencetak lap cepat, tetapi juga bagaimana seorang rider mampu mengambil keputusan dalam hitungan detik ketika menghadapi tekanan di lintasan. Hal inilah yang mulai membuat Feda mendapat perhatian besar di paddock Moto3.
Free Practice 1 Bukan Penentu Segalanya
Sebelumnya, performa Feda pada sesi free practice 1 sempat membuat sebagian fans panik karena catatan waktunya tidak langsung berada di papan atas. Media sosial pun ramai dengan berbagai komentar yang membandingkan dirinya dengan rider lain yang tampil lebih cepat sejak awal sesi.
Padahal, banyak pengamat menilai hal itu merupakan bagian normal dalam sebuah akhir pekan balapan. Free practice 1 lebih sering digunakan pembalap dan tim untuk membaca karakter lintasan, mengatur setup motor, serta mencari feeling terbaik sebelum masuk sesi penting.
Apalagi Sirkuit Catalunya dikenal sangat teknikal dengan kondisi grip aspal yang bisa berubah sepanjang hari. Pembalap yang terlalu memaksakan diri sejak awal justru berisiko kesulitan saat memasuki sesi penentuan.
Karena itu, pendekatan Feda yang lebih tenang dianggap sebagai bagian dari proses pendewasaan. Fans kini berharap dirinya bisa mendapatkan lap bersih pada sesi berikutnya agar potensi sebenarnya dapat terlihat secara maksimal.
Insiden di tikungan 12 sekaligus menunjukkan kerasnya persaingan di Moto3. Namun di tengah tekanan tersebut, Feda Ega Pratama kembali membuktikan bahwa dirinya memiliki mental dan kemampuan untuk bersaing di level dunia.
Editor : M. Helmi Nurhisam