Blitar Kawentar- Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian dunia balap setelah sukses meraih podium ketiga pada balapan Moto3 seri Le Mans Prancis 2026. Hasil impresif tersebut membuat nama Veda semakin diperhitungkan sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini.
Podium Moto3 Le Mans 2026 ini menjadi yang kedua bagi Veda musim ini setelah sebelumnya juga tampil gemilang di seri Brasil. Pembalap Honda Team Asia itu finis di belakang Max Quiles dan Marco Morelli dalam balapan ketat yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis.
Keberhasilan Veda Ega Pratama meraih podium kembali di Moto3 Le Mans 2026 langsung menjadi sorotan media internasional. Banyak pengamat menilai rider asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut mulai menunjukkan kapasitas sebagai calon bintang besar MotoGP masa depan.
Tampil Tenang di Tengah Persaingan Ketat
Memulai balapan dari posisi keempat, Veda sempat tercecer ke urutan keenam pada awal race akibat sengitnya duel di tikungan pertama. Namun pembalap berusia 17 tahun itu tampil sabar dan tidak memaksakan duel berisiko tinggi.
Strategi tersebut terbukti efektif. Memasuki pertengahan balapan, Veda perlahan naik ke grup depan dan terus menjaga ritme hingga mampu mengamankan posisi podium.
Balapan sendiri berlangsung penuh drama. Rival Veda dari Malaysia, Hakim Danish, mengalami crash pada lap ke-10 setelah kehilangan grip di tikungan cepat. Sementara pesaing rookie lainnya, Brian Uriarte, gagal tampil maksimal dan hanya finis di posisi kedelapan.
Hasil tersebut membuat posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026 semakin kuat. Konsistensi yang ditunjukkan pembalap Honda Team Asia itu dinilai menjadi pembeda dibanding rookie lainnya yang masih naik turun performanya.
Honda Team Asia Takjub dengan Performa Veda
Keberhasilan podium di Le Mans membuat paddock Honda Team Asia dipenuhi suasana bahagia. Para mekanik dan kru tim disebut sangat puas melihat perkembangan pesat Veda sepanjang musim debutnya di Moto3.
Pihak tim bahkan mulai optimistis Veda bisa menjadi kandidat kuat rookie of the year musim ini. Selain memiliki kecepatan, Veda dinilai mempunyai kematangan mental yang jarang dimiliki pembalap muda seusianya.
Baca Juga: Mobil Bekas Rp60 Jutaan Paling Irit dan Bandel 2025, Honda Jazz hingga Karimun Masih Jadi Buruan
Dalam balapan Le Mans, Veda juga menunjukkan kemampuan membaca race dengan sangat baik. Ia mampu menjaga ban, memilih momentum overtaking secara tepat, dan tetap tenang saat mendapat tekanan dari rider lain di lap-lap akhir.
Tak sedikit pengamat menilai pencapaian ini terasa semakin spesial karena motor Honda musim ini dianggap belum sekompetitif KTM maupun Aspar Team di kelas Moto3.
Valentino Rossi Ikut Soroti Veda Ega
Sorotan terbesar datang dari legenda MotoGP, Valentino Rossi. Nama besar Rossi ikut dikaitkan dengan performa Veda setelah berbagai media dan kanal MotoGP membahas kemunculan rider muda Indonesia tersebut.
Dalam transkrip video disebutkan Rossi mengaku terkesan dengan gaya balap Veda yang dinilai berani namun tetap memiliki kontrol. Menurut Rossi, kemampuan menjaga ketenangan di tengah tekanan besar merupakan kualitas penting seorang calon pembalap top dunia.
Rossi juga disebut menilai Veda mampu menutupi kekurangan motor lewat kemampuan balap dan mentalitasnya di lintasan. Hal itulah yang membuat pembalap Indonesia tersebut mulai dipandang sebagai ancaman serius di Moto3 musim ini.
Meski demikian, perlu digarisbawahi bahwa sejumlah komentar Rossi dalam video tersebut bersifat imajinatif atau opini kreator konten, bukan pernyataan resmi yang dikutip langsung dari wawancara resmi MotoGP.
Dijuluki “Travis Pastrana Moto3”
Selain podium di Le Mans, nama Veda juga ramai diperbincangkan setelah muncul julukan unik “Travis Pastrana Moto3”. Julukan itu muncul karena gaya balap agresif Veda dianggap mirip dengan legenda olahraga ekstrem dunia, Travis Pastrana.
Pengamat MotoGP, Matteo Guerinoni, menyebut Veda memiliki karakter balap berani, agresif, dan kerap mengambil risiko besar saat melakukan overtaking.
Gaya tersebut memang membuat Veda menjadi salah satu rider paling menarik untuk ditonton musim ini. Namun di sisi lain, beberapa pihak juga mengingatkan pentingnya pengendalian risiko agar agresivitasnya tidak berubah menjadi bumerang.
Kini perhatian publik Indonesia tertuju pada kiprah Veda Ega Pratama di seri-seri berikutnya. Jika mampu menjaga konsistensi dan terus berkembang, bukan tidak mungkin Indonesia akhirnya memiliki pembalap yang benar-benar mampu bersaing di level tertinggi MotoGP.
Editor : Maylanni Diana Fitri