Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Masuk Generasi Rookie Paling Brutal Moto3 2026, Rival Dunia Mulai Waspada

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:33 WIB
Feda Ega Pratama siap hadapi rookie brutal Moto3 2026 dan jadi ancaman serius bagi rival-rival dunia. (Pinterest)
Feda Ega Pratama siap hadapi rookie brutal Moto3 2026 dan jadi ancaman serius bagi rival-rival dunia. (Pinterest)

Blitar Kawentar – Musim Moto3 2026 dipastikan menjadi salah satu musim paling panas dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 10 rookie akan turun penuh sepanjang musim dan mayoritas datang dengan reputasi besar dari Red Bull Rookies Cup hingga JuniorGP.

Di antara nama-nama muda tersebut, Feda Ega Pratama menjadi salah satu rider yang paling banyak mendapat sorotan. Pembalap asal Gunung Kidul itu disebut siap menjadi ancaman serius dalam perebutan status rookie terbaik musim ini.

Gelombang rookie Moto3 2026 memang tidak datang sekadar untuk belajar. Banyak dari mereka sudah terbiasa tampil di level internasional dan pernah terlibat duel sengit satu sama lain sejak kompetisi junior.

Karena itulah persaingan musim ini diprediksi sangat brutal. Tidak hanya soal kecepatan motor, tetapi juga mental, strategi, dan kemampuan bertahan sepanjang musim.

Baca Juga: 12 Tahun Pakai Isuzu Panther Royal 1998, Pemilik Bongkar Rahasia Mobil Diesel Bandel yang Tak Pernah Mogok dan Super Irit

Feda Ega Pratama Bawa Modal Besar

Feda datang ke Moto3 dengan rekam jejak yang cukup mentereng. Ia merupakan juara Asia Talent Cup, runner-up Red Bull Rookies Cup, dan berhasil masuk jajaran top rider di JuniorGP.

Meski sempat mengalami cedera pada musim sebelumnya, performa Feda tetap mampu menarik perhatian banyak tim dan pengamat balap internasional. Gaya balap agresif serta keberaniannya dalam duel jarak dekat menjadi salah satu kekuatan terbesar pembalap muda Indonesia tersebut.

Julukan “manusia roket” yang melekat pada dirinya juga dianggap sangat cocok. Sebab Feda dikenal memiliki akselerasi dan keberanian tinggi ketika bertarung memperebutkan posisi.

Namun yang membuatnya semakin menarik adalah pendekatannya yang tetap tenang dan rendah hati. Alih-alih sesumbar ingin langsung menang, Feda lebih memilih fokus beradaptasi dengan motor, tim, dan karakter setiap sirkuit.

Pendekatan itu justru dianggap berbahaya oleh banyak pengamat. Sebab rider yang mampu mengontrol ekspektasi biasanya berkembang lebih stabil sepanjang musim.

Rival-Rival Kuat Sudah Menunggu

Meski begitu, jalan Feda untuk menjadi rookie terbaik dipastikan tidak mudah. Ada sejumlah nama besar yang siap menjadi penghalang utama.

Salah satunya adalah Cian O'Gorman yang sebelumnya sempat mencuri perhatian lewat penampilan impresif sebagai rider pengganti di GP Portugal.

Pembalap Irlandia tersebut dikenal memiliki gaya balap halus tetapi sangat cepat ketika memasuki fase menyerang. Banyak pihak percaya potensinya belum sepenuhnya keluar.

Selain itu ada Brian Uriarte yang menjadi rival utama Feda sejak Red Bull Rookies Cup. Rider Spanyol itu sukses merebut dua gelar sekaligus di Rookies Cup dan JuniorGP.

Uriarte dikenal sangat konsisten dan disiplin dalam menjaga ritme balapan. Banyak media Spanyol bahkan mulai menyebutnya sebagai salah satu calon juara dunia masa depan.

Nama lain yang juga tak kalah berbahaya adalah Marco Morelli. Pembalap Argentina tersebut tampil luar biasa pada akhir musim JuniorGP 2025 dengan sapu bersih kemenangan dalam tiga race terakhir.

Baca Juga: Perbandingan Isuzu Panther 1.3 vs 1.5 Bikin Penasaran, Mana yang Lebih Bandel dan Irit untuk Harian

Honda Team Asia Jadi Kunci Penting

Di tengah kerasnya persaingan rookie Moto3, Feda dinilai memiliki keuntungan lewat dukungan Honda Team Asia. Tim tersebut dikenal memiliki sistem pembinaan yang kuat bagi pembalap Asia.

Dengan dukungan teknis Jepang serta arahan dari Hiroshi Aoyama, Feda diyakini bisa berkembang lebih cepat dibanding beberapa rivalnya.

Faktor stabilitas tim juga menjadi nilai plus. Saat beberapa rookie lain masih harus beradaptasi dengan lingkungan baru di Eropa, Feda justru terlihat lebih nyaman dengan sistem yang sudah mendukung perkembangannya sejak awal.

Hal tersebut bisa menjadi keuntungan penting dalam menghadapi musim Moto3 yang sangat panjang dan penuh tekanan.

Moto3 2026 Jadi Arena Pembuktian

Moto3 musim ini diprediksi akan menjadi arena pembuktian bagi generasi rookie baru dunia balap. Jadwal padat, trek teknikal, cuaca ekstrem, hingga tekanan media akan menguji kemampuan seluruh rider muda.

Namun Feda dinilai memiliki modal mental yang cukup kuat. Ia pernah bangkit dari cedera dan beberapa kali tampil kompetitif dalam tekanan besar di ajang junior.

Kini perhatian publik Indonesia tertuju pada kiprah Feda Ega Pratama di Moto3 2026. Sebab di tengah persaingan brutal para rookie dunia, nama pembalap asal Gunung Kidul itu mulai dipercaya sebagai salah satu calon bintang besar masa depan.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Cian O'Gorman #Honda Team Asia #moto3 2026 #Feda Ega Pratama #Rookie Moto3