Blitar Kawentar – Feda Ega Pratama kembali membuat paddock Moto3 2026 ramai diperbincangkan. Kali ini bukan karena posisi terdepan, melainkan karena performanya di sesi practice Moto3 Catalunya yang dianggap penuh misteri.
Rider muda Honda Team Asia itu hanya menutup sesi di posisi ke-19 dan gagal mengamankan tiket langsung ke Q2. Hasil tersebut membuat Feda harus memulai perjuangan dari sesi Q1 pada Sabtu nanti.
Namun yang menarik, suasana paddock justru tidak dipenuhi kekhawatiran terhadap pembalap Indonesia tersebut. Banyak pengamat malah mulai curiga bahwa Feda sengaja menyimpan potensi aslinya.
Spekulasi itu muncul karena gaya balap Feda sepanjang practice terlihat sangat berbeda dibanding rider lain yang tampil habis-habisan demi mengejar satu lap tercepat.
Feda Pilih Tenang di Tengah Kekacauan Catalunya
Sirkuit Catalunya memang dikenal sebagai salah satu trek paling teknikal di kalender Moto3. Grip aspal yang sulit ditebak membuat banyak pembalap kesulitan menemukan ritme terbaik.
Tak sedikit rider yang akhirnya terjatuh akibat terlalu memaksakan motor saat melakukan time attack.
Namun di tengah situasi penuh tekanan itu, Feda justru terlihat sangat santai. Ia tidak tampil agresif secara berlebihan dan lebih sering menjalani lap konsisten dibanding memaksakan flying lap ekstrem.
Sikap tersebut langsung memancing banyak teori di paddock. Beberapa pengamat bahkan menyebut Honda Team Asia kemungkinan sedang fokus membangun race pace dibanding mengejar posisi practice.
Apalagi data waktu Feda sebenarnya menunjukkan perkembangan cukup signifikan.
Pada sesi Free Practice 1, Feda hanya mencatat waktu 1 menit 50,142 detik dan berada di posisi ke-23. Namun di practice penentu, ia sukses memangkas lebih dari dua detik menjadi 1 menit 48,136 detik.
Peningkatan sebesar itu dianggap sebagai bukti bahwa pembalap muda Indonesia tersebut terus menemukan feeling terbaiknya di Catalunya.
Disebut Mirip Pendekatan Valentino Rossi
Yang membuat situasi semakin menarik adalah munculnya perbandingan dengan Valentino Rossi.
Beberapa analis paddock menilai pendekatan Feda sangat mirip dengan gaya Rossi saat masih aktif membalap. Sang legenda Italia dikenal lebih fokus mencari setup balapan dibanding sekadar menjadi tercepat di hari Jumat.
Feda dinilai melakukan hal serupa. Ia tampak lebih sibuk mengumpulkan data terkait pengereman, traksi ban, hingga kestabilan motor di tikungan panjang Catalunya.
Pendekatan seperti itu memang jarang dilakukan rookie. Sebab sebagian besar pembalap debutan biasanya lebih memilih tampil agresif demi menunjukkan kecepatan.
Namun Feda justru terlihat sangat sabar dan disiplin menjalani setiap lap.
Honda Team Asia Diduga Fokus Race Pace
Rumor strategi tersembunyi Honda Team Asia semakin kuat karena Feda tidak terlihat terlalu memaksakan diri saat menit-menit terakhir practice.
Padahal banyak rider lain terus melakukan push maksimal demi mengamankan posisi 14 besar.
Keputusan tersebut dianggap cukup logis mengingat Catalunya merupakan sirkuit yang sangat menguras ban, terutama sisi kanan motor.
Tanpa setup yang tepat, performa pembalap bisa langsung menurun drastis pada lima lap terakhir balapan.
Karena itu, banyak pihak menduga Feda dan timnya lebih memilih membangun fondasi motor yang stabil untuk race utama dibanding mengejar hasil practice semata.
Q1 Justru Bisa Jadi Keuntungan
Situasi harus memulai dari Q1 sebenarnya bukan pengalaman baru bagi Feda. Pada seri Jerez sebelumnya, ia juga gagal lolos langsung ke Q2.
Namun hasil akhirnya justru mengejutkan. Feda berhasil lolos dari Q1 sebelum mengamuk di balapan utama dan finis posisi keenam.
Karena itulah banyak fans kini tidak terlalu panik melihat posisi ke-19 milik pembalap Indonesia tersebut.
Sebaliknya, beberapa pengamat menilai Q1 justru bisa menjadi keuntungan tambahan bagi Feda. Ia akan mendapat waktu lebih banyak di lintasan untuk mematangkan setup sekaligus menemukan ritme terbaik sebelum Q2 dan race utama.
Kini perhatian publik tertuju pada apakah strategi tenang ala “silent killer” yang dimainkan Feda Ega Pratama benar-benar akan berubah menjadi kejutan besar di Moto3 Catalunya 2026.
Editor : M. Helmi Nurhisam