Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Terungkap Alasan Feda Ega Pratama Pakai Ban SC1-SC1 di Moto3 Brazil, Ternyata Ini Penyebab Struggle Sebelum Podium Bersejarah

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 16 Mei 2026 | 21:57 WIB
Feda Ega Pratama akhirnya ungkap alasan pakai ban SC1-SC1 di Moto3 Brazil hingga alami struggle sebelum podium bersejarah. (Pinterest)
Feda Ega Pratama akhirnya ungkap alasan pakai ban SC1-SC1 di Moto3 Brazil hingga alami struggle sebelum podium bersejarah. (Pinterest)

Blitar Kawentar – Misteri penggunaan kombinasi ban SC1-SC1 oleh Feda Ega Pratama pada balapan Moto3 Brazil 2026 akhirnya terjawab. Pembalap muda Indonesia itu mengungkap langsung alasan di balik keputusan strategis yang sempat membuat banyak pengamat paddock kebingungan.

Feda Ega Pratama memang menjadi sorotan setelah sukses meraih podium ketiga di Moto3 Brazil sekaligus mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix. Namun di balik pencapaian besar tersebut, ternyata ada perjuangan berat yang harus dihadapi rider Honda Team Asia itu sepanjang balapan.

Dalam wawancara bersama TMC Vlog, Feda menjelaskan bahwa dirinya mengalami struggle besar akibat degradasi ban yang sangat tinggi di Sirkuit Goiania, Brazil. Meski begitu, ia tetap memilih menggunakan kombinasi ban SC1 depan dan SC1 belakang karena merasa paling percaya diri dengan setup tersebut.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Bikin Panas Catalunya 2026, Hiroshi Aoyama Sampai Terdiam Lihat Ritme Mengerikan Rider Indonesia

Feda Pilih SC1-SC1 Berdasarkan Data

Keputusan memakai ban paling soft sebenarnya cukup mengejutkan. Sebab mayoritas pembalap Moto3 lainnya memilih kombinasi SC2-SC1 atau bahkan SC2-SC2 yang lebih keras demi menjaga daya tahan ban.

Namun menurut Feda, pilihan itu bukan keputusan asal-asalan. Semua dilakukan berdasarkan data hasil tes dan pengalaman sebelumnya.

“Dari tes di Jerez kami sudah mencoba banyak kombinasi. SC2-SC2, SC2-SC1, sampai SC1-SC1. Dan hasil terbaik memang pakai SC1-SC1,” ujar Feda.

Pembalap asal Gunungkidul tersebut mengaku sudah sangat nyaman menggunakan kombinasi itu sejak seri Thailand. Bahkan pada simulasi balapan sebelumnya, grip ban masih terasa cukup baik.

Karena itulah, tim akhirnya memutuskan mempertahankan setup tersebut hingga balapan di Brazil.

 

Aspal Brazil Ternyata Sangat Boros Ban

Masalah mulai muncul saat balapan utama berlangsung. Feda mengaku karakter aspal Sirkuit Goiania ternyata jauh lebih agresif terhadap ban dibanding perkiraan awal.

Ia merasakan motor mulai kehilangan kestabilan bahkan sebelum balapan memasuki pertengahan race.

“Masuk tikungan itu belakang sudah nge-slide sendiri. Bahkan tanpa rem belakang atau depan sudah terasa goyang,” kata Feda.

Situasi semakin sulit ketika ban belakang mulai spinning saat akselerasi keluar tikungan. Menurutnya, hampir seluruh tikungan terasa licin karena grip ban terus menurun.

Meski dari tayangan televisi kondisi itu tidak terlalu terlihat, Feda mengaku struggle tersebut sangat terasa ketika berada langsung di atas motor.

Baca Juga: Feda Ega Pratama Dipuji Kylian Mbappe hingga Dipantau Aprilia, TMJ Malah Sindir Hakim Danish Lebih Hebat? Ternyata Begini Faktanya

Red Flag Jadi Momentum Kebangkitan

Salah satu titik penting dalam balapan Moto3 Brazil terjadi ketika race dihentikan sementara akibat red flag. Momentum itulah yang justru mengubah jalannya balapan bagi Feda Ega Pratama.

Saat restart dengan sisa lima lap, Feda memutuskan menggunakan ban baru SC1-SC1 dan langsung mengubah pendekatan balapnya.

Ia menganggap lima lap terakhir seperti sprint race atau sesi kualifikasi sehingga tidak perlu lagi memikirkan manajemen ban.

“Setelah red flag saya mikir ini kayak sprint race. Jadi saya enggak mikirin ban lagi, pokoknya gas terus ke depan,” ujarnya.

Strategi tersebut terbukti efektif. Feda tampil jauh lebih agresif dan percaya diri dalam melakukan overtaking hingga akhirnya berhasil merebut podium ketiga.

Podium Bersejarah untuk Indonesia

Hasil di Brazil menjadi tonggak penting dalam sejarah balap motor Indonesia. Untuk pertama kalinya, pembalap Merah Putih berhasil naik podium di ajang Grand Prix Moto3.

Keberhasilan Feda juga menunjukkan kematangan strategi antara pembalap dan tim. Meski sempat mengalami kesulitan besar akibat degradasi ban, mereka tetap mampu memaksimalkan situasi hingga akhir balapan.

Penggunaan kombinasi SC1-SC1 yang sempat dipertanyakan akhirnya justru menjadi bagian dari cerita penting di balik podium bersejarah tersebut.

Kini nama Feda Ega Pratama semakin diperhitungkan di paddock Moto3 2026. Tidak hanya karena kecepatannya, tetapi juga kemampuannya memahami karakter motor, ban, dan strategi balapan dalam kondisi ekstrem.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Moto3 Brazil 2026 #Ban SC1 SC1 #Podium Grand Prix #Honda Team Asia #Feda Ega Pratama