Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Menggila di Moto3 Prancis 2026, Comeback 10 Posisi di Le Mans Bikin Paddock Terkesima

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 16 Mei 2026 | 22:00 WIB
Feda Ega Pratama tampil luar biasa di Moto3 Prancis 2026 usai comeback 10 posisi pada balapan wet race ekstrem Le Mans. (Pinterest)
Feda Ega Pratama tampil luar biasa di Moto3 Prancis 2026 usai comeback 10 posisi pada balapan wet race ekstrem Le Mans. (Pinterest)

Blitar Kawentar – Feda Ega Pratama kembali menunjukkan kualitas luar biasa di ajang Moto3 2026. Pembalap muda Indonesia itu tampil impresif pada seri Prancis di Sirkuit Le Mans dengan melakukan comeback dramatis hingga finis di posisi keempat dalam kondisi lintasan basah ekstrem.

Balapan Moto3 Prancis 2026 berlangsung penuh drama sejak lap awal. Hujan yang mengguyur Sirkuit Le Mans membuat kondisi trek sangat licin dan memicu banyak kecelakaan di sejumlah tikungan ikonik. Di tengah situasi sulit tersebut, Feda Ega Pratama justru mampu memperlihatkan mentalitas dan ketenangan balap kelas dunia.

Feda Ega Pratama memulai balapan dari posisi keenam. Namun harapannya untuk langsung bersaing di grup depan sempat terganggu setelah dirinya harus melebar demi menghindari insiden kecelakaan di depannya. Situasi itu membuat rider Honda Team Asia tersebut turun drastis hingga posisi ke-14.

Meski kehilangan banyak posisi, Feda tidak panik. Dalam kondisi wet race yang sangat berisiko, pembalap asal Indonesia itu perlahan mulai membangun ritme balap secara konsisten.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Start dari Posisi 17, Finis P6 di Moto3 Jerez 2026 dan Bikin Dunia Balap Kagum

Le Mans Jadi Arena Ujian Mental Pembalap

Balapan di Le Mans kali ini benar-benar menjadi ujian besar bagi seluruh rider Moto3. Trek yang terus basah membuat grip ban sulit diprediksi dan banyak pembalap kehilangan kendali saat memasuki area pengereman.

Dari total 26 pembalap yang start, hanya 18 rider yang mampu menyelesaikan balapan hingga garis finis. Banyaknya crash menunjukkan betapa brutal kondisi lintasan Prancis kali ini.

Namun di tengah kekacauan tersebut, Feda justru tampil semakin tenang. Ia mulai mencatatkan lap time kompetitif dan satu per satu berhasil menyalip rival di depannya.

Keberanian Feda saat membuka gas di lintasan licin menjadi salah satu sorotan utama sepanjang balapan. Beberapa kali ia melakukan overtaking bersih di sektor teknikal Le Mans yang terkenal sulit saat hujan.

 

Nyaris Podium Setelah Kejar Mateo Bertelle

Pada fase akhir balapan, Feda Ega Pratama berhasil menembus kelompok depan dan ikut bersaing dalam perebutan podium ketiga.

Saat itu posisi terdepan dikuasai Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team yang tampil dominan sepanjang race. Adrian Fernandez dari Leopard Racing menyusul di posisi kedua.

Sementara duel paling menarik terjadi dalam perebutan podium terakhir antara Feda dan Mateo Bertelle dari LevelUp MTA.

Feda terus menekan Bertelle di beberapa lap terakhir. Kecepatannya bahkan terlihat sangat kompetitif dibanding rival-rival lain yang mulai kesulitan menjaga grip ban.

Sayangnya, jarak yang sudah terbentuk sejak awal balapan membuat Feda kehabisan waktu untuk merebut podium. Ia akhirnya harus puas finis di posisi keempat.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap 10 Mobil Sedan Bekas 100 Jutaan yang Lagi Diburu, Camry V6 Ternyata Paling Gila Performa!

Bukti Kematangan Feda Ega Pratama

Meski gagal naik podium, performa Feda di Moto3 Prancis 2026 justru mendapat banyak pujian dari pengamat dan paddock.

Comeback 10 posisi dalam kondisi lintasan basah ekstrem dianggap sebagai bukti bahwa pembalap muda Indonesia itu memiliki mental dan kemampuan adaptasi yang sangat matang.

Balapan di Le Mans juga memperlihatkan perkembangan besar Feda sepanjang musim debutnya di Moto3. Ia bukan hanya cepat saat kondisi normal, tetapi juga mampu tampil kompetitif dalam situasi paling sulit sekalipun.

Konsistensi dan keberanian yang ditunjukkan Feda kini mulai membuat namanya semakin diperhitungkan di Moto3 2026. Banyak pihak menilai dirinya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu rider Asia terbaik di masa depan.

Hasil seri Prancis ini sekaligus mempertegas bahwa Feda Ega Pratama bukan sekadar rookie biasa. Di usia muda, ia sudah mampu bersaing dengan pembalap-pembalap Eropa di level tertinggi balap motor dunia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Le Mans #Moto3 Prancis 2026 #Wet Race Moto3 #Honda Team Asia #Feda Ega Pratama