Blitar Kawentar – Feda Ega Pratama kembali mencuri perhatian dunia balap internasional setelah tampil luar biasa pada Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. Pembalap muda Indonesia itu sukses melakukan comeback sensasional dari posisi ke-14 hingga finis di urutan keempat dalam balapan penuh drama akibat hujan ekstrem.
Moto3 Prancis 2026 memang menjadi salah satu race paling kacau musim ini. Cuaca buruk membuat lintasan Le Mans berubah sangat licin dan sulit diprediksi. Banyak pembalap kehilangan grip saat pengereman hingga berujung crash di beberapa tikungan penting.
Namun di tengah kondisi ekstrem tersebut, Feda Ega Pratama justru menunjukkan kualitas mental dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.
Feda memulai balapan dari posisi keenam. Pada awal lomba, ia sebenarnya sempat menjaga peluang untuk tetap berada di grup depan. Akan tetapi situasi berubah ketika terjadi insiden di depannya yang memaksa rider Honda Team Asia itu melebar demi menghindari tabrakan.
Akibat momen tersebut, Feda langsung tercecer hingga posisi ke-14.
Wet Race Brutal di Le Mans
Balapan di Le Mans kali ini benar-benar menjadi ujian berat bagi seluruh rider Moto3. Kondisi trek basah membuat banyak pembalap kesulitan mengontrol motor saat keluar tikungan maupun memasuki area hard braking.
Tidak sedikit rider yang akhirnya gagal menyelesaikan race karena crash.
Dari total 26 pembalap yang start, hanya 18 rider yang berhasil mencapai garis finis. Angka itu menunjukkan betapa brutalnya balapan Moto3 Prancis 2026.
Meski sempat tercecer jauh, Feda tidak kehilangan fokus. Ia mulai membangun ritme secara perlahan dan terus mencatatkan lap time kompetitif di tengah lintasan yang terus berubah kondisinya.
Keberanian pembalap asal Indonesia itu mulai terlihat ketika satu per satu rival di depannya berhasil disalip.
Comeback 10 Posisi Jadi Sorotan
Aksi comeback Feda Ega Pratama menjadi salah satu cerita terbesar sepanjang balapan. Dalam kondisi wet race yang penuh risiko, ia mampu merangsek naik hingga 10 posisi.
Tidak hanya cepat, Feda juga tampil sangat tenang dalam mengambil keputusan di lintasan. Ia tahu kapan harus menyerang dan kapan memilih bermain aman.
Pada beberapa lap terakhir, Feda bahkan berhasil mendekati perebutan podium ketiga. Ia terus menekan Mateo Bertelle dari tim LevelUp MTA yang berada di posisi depan.
Sementara itu, posisi pertama berhasil diamankan Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team yang tampil dominan sejak awal race. Adrian Fernandez dari Leopard Racing finis di posisi kedua.
Feda terus mencoba memangkas jarak dengan Bertelle di sektor akhir balapan. Namun gap yang sudah terbentuk sejak awal membuat pembalap Indonesia tersebut akhirnya harus puas finis di posisi keempat.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Start dari Posisi 17, Finis P6 di Moto3 Jerez 2026 dan Bikin Dunia Balap Kagum
Mental Feda Dipuji Paddock Moto3
Meski gagal naik podium, penampilan Feda di Le Mans justru mendapat banyak pujian dari paddock Moto3.
Comeback luar biasa dalam kondisi hujan dianggap sebagai bukti bahwa Feda bukan sekadar rookie biasa. Ia mampu tampil kompetitif saat banyak rider lain justru kesulitan bertahan di lintasan.
Kemampuan membaca kondisi trek dan menjaga konsistensi di tengah tekanan menjadi nilai lebih yang mulai membuat namanya diperhitungkan di Moto3 musim 2026.
Banyak pengamat menilai performa Feda di Le Mans memperlihatkan perkembangan pesat pembalap muda Indonesia itu. Ia kini tidak hanya dikenal cepat dalam satu lap, tetapi juga memiliki mental bertarung yang matang.
Hasil Moto3 Prancis 2026 semakin memperkuat posisi Feda Ega Pratama sebagai salah satu talenta muda Asia paling menjanjikan di dunia balap motor internasional.
Editor : M. Helmi Nurhisam