Blitar Kawentar – Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan usai tampil luar biasa pada balapan Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. Dalam kondisi lintasan basah ekstrem, rider muda Indonesia itu sukses melakukan comeback sensasional dari posisi ke-14 hingga finish di urutan keempat.
Penampilan Feda Ega Pratama di Moto3 Le Mans 2026 menjadi bukti bahwa pembalap asal Gunungkidul tersebut bukan hanya cepat, tetapi juga memiliki mental balap kelas dunia. Di tengah hujan deras dan lintasan licin yang membuat banyak rider terjatuh, Feda justru tampil tenang dan konsisten.
Balapan Moto3 Le Mans 2026 memang berubah menjadi mimpi buruk bagi banyak rookie. Grip lintasan Bugatti terus berubah di setiap lap. Sejumlah pembalap muda gagal mengendalikan motor mereka hingga crash dan gagal menyelesaikan lomba.
Namun situasi paling menegangkan justru dialami Feda sebelum race dimulai. Dalam keterangan resmi tim Honda Team Asia, rider 17 tahun itu mengaku hampir terjatuh saat sesi warm up.
Karena itulah target awal Feda sebenarnya sangat sederhana, yakni bertahan hingga finish dan membawa pulang poin penting untuk tim.
Start Buruk, Feda Sempat Terlempar ke Posisi 14
Feda memulai balapan dari posisi keenam. Namun kondisi lintasan yang sangat licin membuatnya kehilangan banyak posisi pada lap pertama. Ia bahkan tercecer hingga posisi ke-14 setelah terjadi beberapa insiden berbahaya di depannya.
Alih-alih panik, Feda memilih pendekatan berbeda dibanding rookie lain. Ia tidak memaksakan diri menyerang sejak awal. Pembalap Indonesia itu justru fokus mencari ritme terbaik di lintasan basah.
Strategi tersebut perlahan membuahkan hasil. Catatan waktu lap Feda mulai stabil di kisaran 1 menit 54 detik. Saat rider lain mulai kehilangan grip dan melakukan kesalahan, Feda justru semakin nyaman mengendalikan motor.
Pada lap ketiga, Feda sudah kembali masuk posisi 10 besar. Hanya beberapa lap berselang, ia berhasil merangsek ke posisi empat dan mulai mendekati grup podium.
Duel Sengit Lawan Hakim Danis Jadi Sorotan
Comeback Feda juga diwarnai duel menarik melawan pembalap Malaysia, Hakim Danish. Rider asal Malaysia tersebut sebenarnya memiliki pengalaman lebih banyak di Le Mans dan tampil cukup menjanjikan sepanjang akhir pekan.
Hakim bahkan sempat berada di posisi sembilan ketika Feda masih tercecer di urutan ke-14 pada lap pertama. Namun situasi berubah cepat ketika Feda mulai menemukan ritmenya di lintasan basah.
Lap demi lap, pembalap Indonesia itu berhasil memangkas jarak sebelum akhirnya menyalip Hakim pada lap ketiga. Sejak saat itu, Feda terus melesat ke depan sementara rival-rival lain mulai kesulitan menjaga grip ban belakang.
Hakim sendiri mengakui kondisi lintasan Le Mans sangat sulit. Ia menyebut motor kerap kehilangan grip saat masuk maupun keluar tikungan sehingga memilih bermain aman demi menghindari crash.
Perbedaan pendekatan itulah yang akhirnya membuat Feda tampil lebih kompetitif hingga akhir balapan.
Honda Team Asia dan MotoGP Beri Sorotan Khusus
Penampilan Feda Ega Pratama langsung mendapat perhatian besar dari paddock Moto3. Tim Honda Team Asia bahkan memberikan pujian khusus melalui media sosial resmi mereka.
Mereka menyebut aksi rider Indonesia tersebut sebagai “Amazing Comeback” setelah berhasil naik dari posisi 14 menjadi posisi empat di lintasan basah.
Sorotan juga datang dari akun resmi MotoGP yang menilai performa Feda sebagai salah satu penampilan rookie terbaik musim ini.
Bahkan suasana paddock Honda Team Asia disebut penuh emosi ketika Feda kembali ke garasi. Para mekanik menyambutnya dengan pelukan dan tepuk tangan setelah melihat perjuangan luar biasa sepanjang balapan.
Mental Balap Feda Dipuji Mirip Valentino Rossi
Banyak penggemar Moto3 mulai membandingkan gaya balap Feda dengan legenda balap Valentino Rossi. Bukan karena agresivitasnya, tetapi karena kemampuannya menjaga ritme dan tetap tenang dalam situasi sulit.
Feda sendiri mengaku kunci utama penampilannya di Le Mans adalah tetap tenang dan tidak terlalu agresif.
Strategi itu terbukti efektif. Saat banyak rookie mulai kehilangan kontrol di lintasan basah, Feda justru mampu membaca kondisi trek dengan lebih baik dan memanfaatkan kesalahan lawan.
Hasil balapan Moto3 Prancis 2026 membuat Feda kini naik ke posisi lima klasemen sementara dengan koleksi 50 poin. Ia juga masih memimpin klasemen Rookie of The Year musim ini.
Le Mans 2026 akhirnya menjadi bukti bahwa Indonesia kini memiliki pembalap muda yang bukan hanya cepat, tetapi juga matang secara mental di level dunia.
Editor : M. Helmi Nurhisam