Blitar Kawentar – Kabar mengejutkan datang dari dunia balap motor setelah Marc Marquez resmi mundur dari MotoGP usai mengalami cedera serius pada Sprint Race MotoGP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. Ducati mengonfirmasi sang juara dunia mengalami patah tulang metatarsal kelima pada kaki kanan dan dipastikan absen pada seri Barcelona pekan depan.
Cedera Marc Marquez langsung menjadi sorotan besar karena terjadi di tengah musim yang penuh tekanan bagi Ducati. Banyak pihak menilai masalah utama bukan sekadar crash, melainkan performa Ducati GP26 yang dianggap sulit dikendalikan sepanjang MotoGP 2026.
Crash mengerikan itu terjadi saat Marc Marquez berada di posisi ketujuh dan hanya menyisakan dua lap menuju finis. Pembalap asal Spanyol tersebut mengalami highside hebat di tikungan terakhir Le Mans hingga terpental keras dari motor Ducati GP26 miliknya.
Awalnya publik mengira kondisi Marquez baik-baik saja karena masih bisa berjalan keluar lintasan. Namun hasil pemeriksaan medis menunjukkan cedera cukup serius sehingga ia harus diterbangkan ke Madrid untuk menjalani operasi.
Ducati GP26 Dinilai Jadi Awal Masalah
Musim 2026 sebenarnya diharapkan menjadi era dominasi baru Ducati. Setelah sukses besar dengan GP24 dan GP25, Ducati percaya GP26 akan menjadi motor paling sempurna yang pernah mereka buat.
Namun kenyataannya berbeda.
Marc Marquez mulai mengeluhkan hilangnya feeling pada bagian depan motor. Ducati GP26 disebut sulit dikendalikan ketika memasuki tikungan dan tidak stabil saat pengereman keras. Kondisi tersebut membuat banyak rider Ducati kehilangan rasa percaya diri.
Masalah pertama muncul sejak seri pembuka di Thailand. Ducati mengalami gangguan keseimbangan motor yang membuat Marquez beberapa kali terlihat frustrasi di garasi tim.
Situasi berlanjut di MotoGP Brasil ketika Marquez gagal tampil maksimal pada main race. Padahal sebelumnya ia masih mampu menunjukkan kecepatan di Sprint Race. Seusai balapan, Marquez mengakui dirinya kesulitan mendapatkan kenyamanan saat awal lap bersama GP26.
Ducati Kehilangan Dominasi
Tekanan semakin besar saat MotoGP Amerika berlangsung. Ducati yang biasanya dominan justru kesulitan menghadapi Aprilia. Beberapa pengamat menilai GP26 kehilangan karakter agresif yang sebelumnya menjadi kekuatan utama Ducati.
Masalah kembali terjadi di MotoGP Spanyol di Jerez. Marquez mengalami crash pada main race setelah sepanjang akhir pekan kesulitan menemukan ritme balap terbaik.
Ducati kemudian membawa sejumlah pembaruan besar, mulai dari fairing baru hingga pengembangan swing arm. Semua itu dilakukan demi memperbaiki problem front feeling yang terus dikeluhkan para rider.
Marc Marquez bahkan secara terbuka mengakui Ducati sedang berada dalam situasi sulit musim ini.
“Tahun lalu semua rider Ducati bisa kompetitif. Tapi musim ini situasinya berbeda,” ungkap Marquez.
Pernyataan tersebut diperkuat Francesco Bagnaia yang menyebut Marc mengalami kesulitan lebih besar dibanding musim sebelumnya saat mengendarai GP26.
Highside Horor di Le Mans Jadi Titik Ledak
Meski sempat tampil cepat di sesi kualifikasi Le Mans dan mencetak lap rekor di Q1, masalah Ducati GP26 kembali muncul saat Sprint Race berlangsung.
Marquez perlahan kehilangan posisi sebelum akhirnya mengalami highside horor di tikungan terakhir. Banyak pengamat menilai crash itu menjadi simbol betapa sulitnya Ducati GP26 dikendalikan musim ini.
Motor tersebut disebut mampu tampil sangat cepat dalam satu momen, tetapi tiba-tiba menjadi liar dan sulit diprediksi di momen berikutnya.
Komunitas MotoGP di media sosial bahkan ramai membahas karakter GP26 yang dianggap “menggigit balik” ketika dipaksa terlalu keras.
Awal Akhir Marc Marquez Bersama Ducati?
Cedera terbaru ini membuat banyak pihak mulai mempertanyakan masa depan Marc Marquez di MotoGP. Usia yang tidak lagi muda serta riwayat operasi panjang membuat kondisinya berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
Di sisi lain, rival-rival Ducati justru semakin kuat. Aprilia tampil mengesankan bersama Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, sementara Ducati masih sibuk mencari solusi teknis untuk GP26.
Absennya Marquez di Le Mans dan Barcelona dipastikan menjadi pukulan besar dalam perebutan gelar dunia MotoGP 2026. Peluangnya mempertahankan gelar kini semakin berat karena tertinggal cukup jauh di klasemen sementara.
Meski demikian, publik MotoGP tahu satu hal yang tidak pernah hilang dari Marc Marquez adalah mentalitasnya. Pembalap delapan kali juara dunia itu berkali-kali mampu bangkit dari cedera berat dan kembali bersaing di level tertinggi.
Namun untuk pertama kalinya dalam beberapa musim terakhir, dunia mulai melihat Marc Marquez bukan lagi rider yang tak terkalahkan, melainkan manusia biasa yang sedang bertarung melawan cedera, usia, dan motor Ducati yang belum sempurna.
Editor : M. Helmi Nurhisam