JAKARTA - Motor listrik Alfa One kembali menjadi sorotan setelah seorang pengguna membagikan pengalaman pribadinya menggunakan kendaraan tersebut selama ribuan kilometer. Dalam video yang diunggah di YouTube, pemilik motor mengaku sempat mengalami masalah serius ketika motor listrik Alfa One miliknya tiba-tiba mati mendadak saat digunakan berkendara.
Pengalaman itu terjadi ketika motor baru menempuh sekitar 2.000 kilometer. Meski begitu, pemilik kendaraan tetap memberikan penilaian positif terhadap durabilitas dan kualitas motor listrik buatan Indonesia tersebut.
Motor listrik Alfa One sendiri dibeli pada 2022 saat pameran otomotif di Kemayoran. Hingga saat ini, kendaraan tersebut telah digunakan sejauh sekitar 5.000 kilometer dan disebut masih memiliki performa yang cukup memuaskan untuk penggunaan harian di perkotaan.
Baca Juga: Hari Raya Iduladha, RPH Kabupaten Blitar Buka Layanan Pemotongan Hewan Kurban, Begini Ketentuannya
Durabilitas Alfa One Dinilai Solid
Pemilik kendaraan mengaku cukup terkejut dengan kualitas rangka dan konstruksi motor listrik Alfa One. Menurutnya, selama digunakan di jalanan Jakarta yang banyak berlubang, motor tetap terasa kokoh tanpa muncul bunyi-bunyi mengganggu dari bodi kendaraan.
Hal itu menjadi nilai plus tersendiri karena sebelumnya ia terbiasa menggunakan motor pabrikan Jepang seperti Honda maupun Kawasaki.
Selain itu, Alfa One juga sudah dibekali ban Michelin sejak awal pembelian. Penggunaan ban premium tersebut dianggap meningkatkan kenyamanan sekaligus menambah kesan bahwa motor ini dibuat dengan spesifikasi yang tidak murahan.
“Enggak ada bunyi-bunyi atau ringkisan dari motor ini, jadi benar-benar terasa kuat,” ungkap pemilik kendaraan dalam video tersebut.
Tenaga Motor Listrik Dianggap Lebih dari Cukup
Dari sisi performa, motor listrik Alfa One disebut memiliki tenaga yang sangat cukup untuk kebutuhan berkendara di dalam kota. Akselerasinya terasa responsif terutama saat kondisi baterai penuh.
Motor ini diklaim mampu melaju hingga 90 kilometer per jam ketika baterai berada di kondisi optimal. Namun pengguna mengingatkan bahwa performa kendaraan akan menurun cukup signifikan saat kapasitas baterai tersisa di bawah 30 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut mirip seperti smartphone yang otomatis masuk mode hemat daya ketika baterai melemah.
Saat daya baterai menurun, kecepatan motor menjadi lebih lambat sehingga pengguna disarankan tidak berekspektasi tinggi untuk berkendara agresif dalam kondisi tersebut.
Desain dan Fitur Jadi Daya Tarik
Pemilik motor juga mengaku tertarik membeli Alfa One karena desainnya yang besar dan futuristik. Ia menyebut tampilan motor ini lebih mirip Yamaha NMAX dibanding motor listrik lain yang ada di pasar saat itu.
Dengan tinggi badan sekitar 174 cm, Alfa One dianggap memiliki postur yang pas dan nyaman dikendarai. Pilihan warna yang tersedia juga dinilai menarik untuk pengguna muda.
Selain desain, fitur aplikasi menjadi salah satu keunggulan utama motor listrik Alfa One. Kendaraan ini sudah mendukung sistem keyless dan dapat dioperasikan menggunakan smartphone.
Pengguna cukup membuka aplikasi resmi Alfa untuk menyalakan maupun mematikan motor. Sistem tersebut dianggap lebih praktis sekaligus meningkatkan keamanan kendaraan dari risiko pencurian.
Keluhan Pengguna Soal Baterai dan Servis
Meski memiliki sejumlah kelebihan, pengguna tetap menyoroti beberapa kekurangan motor listrik Alfa One. Salah satu yang paling terasa adalah soal pengisian baterai.
Menurutnya, penggunaan motor listrik membuat pengendara harus lebih memperhitungkan kapasitas daya sebelum bepergian jauh. Pasalnya, fasilitas pengisian daya untuk motor listrik masih belum sebanyak SPBU kendaraan konvensional.
Selain itu, proses charging juga membutuhkan waktu sehingga dinilai belum sepraktis kendaraan berbahan bakar bensin.
Keluhan lain datang dari sisi layanan servis. Meskipun Alfa sudah bekerja sama dengan beberapa bengkel rekanan, jumlah lokasi servis dinilai masih terbatas dibanding merek motor Jepang yang jaringan bengkelnya tersebar luas.
Sempat Mati Mendadak Saat Digunakan
Masalah paling serius yang pernah dialami pengguna adalah ketika motor tiba-tiba mati saat digunakan berkendara. Peristiwa itu terjadi setelah servis pertama ketika jarak tempuh motor masih sekitar 2.000 kilometer.
Menurut penjelasan pihak Alfa, masalah tersebut terjadi karena sistem kendaraan belum mendapatkan pembaruan software terbaru.
Saat motor mati mendadak, pengguna sempat mencoba mematikan saklar listrik utama namun kendaraan tetap tidak menyala. Ia akhirnya mencoba mencabut baterai lalu memasangnya kembali hingga motor kembali normal.
Pengalaman itu menjadi catatan penting bagi pengguna motor listrik, terutama generasi awal yang masih dalam tahap pengembangan teknologi.
Meski sempat mengalami kendala, pemilik kendaraan mengaku tetap puas menggunakan Alfa One karena performa dan kenyamanannya masih dianggap sepadan dengan harga yang ditawarkan.
Editor : Divka Vance Yandriana