Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Motor Listrik Gesits dan Alfa One Ramai Diburu, Benarkah Lebih Irit dari Motor Bensin? Ini Fakta Harga, Jarak Tempuh, dan Teknologinya

Divka Vance Yandriana • Senin, 18 Mei 2026 | 16:30 WIB
Motor listrik Gesits dan Alfa One ramai diburu karena irit, canggih, dan nyaman dipakai harian hingga touring.
Motor listrik Gesits dan Alfa One ramai diburu karena irit, canggih, dan nyaman dipakai harian hingga touring.

JAKARTA - Tren motor listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Salah satu yang paling banyak menarik perhatian adalah motor listrik Gesits dan Alfa One. Dua motor listrik buatan lokal ini ramai dibicarakan karena menawarkan biaya operasional murah, teknologi modern, hingga desain yang mulai diterima masyarakat Indonesia.

Dalam sejumlah ulasan otomotif di YouTube, motor listrik Gesits dan Alfa One disebut menjadi pilihan menarik bagi pengguna harian yang ingin beralih dari motor bensin. Selain lebih hemat, motor listrik juga dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang.

Motor listrik Gesits misalnya, hadir dengan pengembangan yang cukup matang setelah sempat mengalami penundaan distribusi. Kini, produksi dan pemasaran Gesits ditangani langsung oleh divisi manufaktur WIKA. Hasilnya, kualitas finishing dan detail bodi motor dinilai jauh lebih rapi dibanding versi prototipe sebelumnya.

Baca Juga: Toyota Foxy 2026 Siap Jadi MPV Premium Masa Depan, Hybrid Canggih, Kabin Mewah dan Fitur Super Lengkap

Secara tampilan, Gesits mengusung desain skutik modern dengan sentuhan sporty. Lampu depan sudah menggunakan LED projector lengkap dengan DRL dan lampu sein modern. Velg serta ban juga memakai produk lokal dengan ukuran cukup besar sehingga memberikan kesan gagah.

Teknologi Motor Listrik Gesits dan Alfa One

Hal paling menarik dari motor listrik tentu ada pada sistem penggeraknya. Gesits menggunakan motor listrik tipe BLDC dengan tenaga 2 kW yang dapat mencapai output maksimal hingga 5 kW dalam mode sport. Torsi instannya mencapai 30 Nm, membuat akselerasi awal terasa responsif.

Sementara Alfa One hadir dengan motor hub drive 4 kW yang ditempatkan langsung di roda belakang. Sistem ini membuat motor terasa minim getaran dan lebih senyap dibanding motor bensin konvensional.

Baca Juga: Rekomendasi Mobil Bekas Rp40 Jutaan Paling Ideal, dari Honda Civic Genio hingga Sedan Mewah Chevrolet Optra

Alfa One bahkan mendapat banyak pujian karena karakter akselerasinya yang halus namun tetap bertenaga. Pengguna merasakan sensasi berkendara mirip motor premium listrik dengan respons gas yang tidak terlalu kasar.

“Kesan pertama motor ini halus banget, torsinya padat dan enak dipakai harian,” ungkap salah satu reviewer otomotif dalam video ulasannya.

Baterai Bisa Dicas di Rumah

Baik Gesits maupun Alfa One sama-sama mengandalkan baterai lithium yang bisa dilepas dan dicas langsung di rumah. Gesits menggunakan baterai 72 volt 19,4 Ah dengan waktu pengisian sekitar tiga hingga empat jam dari kosong hingga penuh.

Baca Juga: Puluhan CJH Kota Blitar Masuk Kategori Risti, Kemenhaj Pantau Ketat

Sedangkan Alfa One memakai baterai 60 volt 45 Ah yang diklaim mampu menempuh jarak sekitar 70 kilometer dalam sekali pengisian normal. Menariknya, Alfa One menyediakan dua slot baterai sehingga pengguna bisa menggandakan jarak tempuh hingga sekitar 140 kilometer.

Biaya pengisian daya juga jauh lebih murah dibanding membeli bensin. Dalam simulasi penggunaan Gesits, biaya listrik untuk menempuh sekitar 50 kilometer hanya berkisar Rp2 ribuan saja.

Meski begitu, tantangan motor listrik masih berkutat pada waktu pengisian daya dan jarak tempuh. Pengguna harus memperhitungkan perjalanan agar tidak kehabisan baterai di tengah jalan.

Pengalaman Touring dan Harian

Menariknya, beberapa pengguna mengaku motor listrik kini sudah cukup andal dipakai touring jarak menengah. Salah satu pemilik Alfa One bahkan mengaku sudah beberapa kali touring ke Garut, Pangandaran, hingga Cirebon menggunakan motor listrik tersebut.

Menurutnya, motor listrik ternyata tetap kuat melewati tanjakan meskipun sering mendapat stigma tidak bertenaga.

“Sudah dibawa touring empat kali dan ternyata masih bisa diandalkan,” ujarnya dalam video pengalaman penggunaan Alfa One bekas.

Selain touring, motor listrik juga mulai dianggap cocok untuk kebutuhan harian di perkotaan. Posisi duduk nyaman, suara senyap, serta biaya operasional murah menjadi alasan utama pengguna mulai melirik kendaraan listrik.

Harga Motor Listrik Bekas Mulai Menggoda

Faktor harga juga menjadi daya tarik besar. Motor listrik Alfa One bekas kini mulai dijual di kisaran Rp20 jutaan. Bahkan beberapa pengguna mengaku membeli unit bekas dengan harga jauh lebih murah dibanding harga baru.

Kondisi ini membuat banyak orang mulai tertarik mencoba motor listrik tanpa harus mengeluarkan dana besar. Risiko depresiasi juga dianggap lebih aman karena harga bekasnya sudah turun cukup jauh.

Di sisi lain, fitur modern seperti aplikasi smartphone, sistem keyless, mode berkendara, hingga fitur mundur elektrik menjadi nilai tambah yang belum banyak ditemukan di motor bensin kelas serupa.

Meski masih memiliki keterbatasan pada charging dan infrastruktur, perkembangan motor listrik lokal seperti Gesits dan Alfa One menunjukkan pasar kendaraan listrik Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih serius.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Alva One #Gesits #motor listrik