JAKARTA - Motor listrik Gesits kembali menjadi sorotan setelah seorang pengguna membagikan pengalaman pemakaian selama kurang lebih tiga tahun. Pengalaman itu diungkap dalam kanal YouTube Motorlistrik.com bersama pemilik Gesits bernama Andi yang mengaku masih puas menggunakan motor listrik buatan Indonesia tersebut.
Motor listrik Gesits disebut tetap nyaman dipakai harian meski sudah memasuki usia tiga tahun penggunaan. Namun, ada beberapa catatan penting terkait performa, indikator baterai, hingga komponen rem yang mulai mengalami kendala.
Sejak pertama hadir pada 2020, motor listrik Gesits memang menjadi salah satu pionir kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Andi mengaku memilih Gesits karena saat itu motor listrik tersebut menjadi salah satu produk lokal yang paling menarik perhatian masyarakat.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Blitar Kawal Penguatan KDKMP, Siap Jadi Motor Perekonomian Desa
“Waktu itu memang Gesits yang pertama kali muncul. Saya di Surabaya dan tahu motor ini dari ITS sama PLN,” ujar Andi dalam video tersebut.
Kenyamanan Jadi Nilai Plus
Salah satu hal yang paling disukai Andi dari motor listrik Gesits adalah kenyamanan suspensinya. Menurut dia, sokbreker belakang terasa empuk dan stabil saat digunakan sendirian maupun berboncengan.
“Yang paling saya suka soknya sih, nyaman banget. Semua orang yang nyobain atau bonceng juga bilang nyaman,” katanya.
Selain suspensi, performa akselerasi juga dianggap masih mumpuni. Meski memakai tenaga listrik, tarikan motor disebut tidak kalah dibanding motor konvensional bermesin bensin.
Andi mengaku hingga kini masih menikmati sensasi berkendara motor listrik yang sunyi tanpa suara mesin. Bahkan di awal kemunculannya, motor ini kerap menjadi pusat perhatian di jalan karena banyak orang penasaran.
“Dulu banyak yang lihat-lihat karena motornya lewat tapi nggak ada suaranya,” ujarnya.
Baca Juga: 4 MPV Bekas Murah Rasa Mobil Premium, Innova hingga Wuling Cortez Masih Mewah dan Nyaman
Masalah Mulai Muncul Setelah 3 Tahun
Meski nyaman dipakai, Andi mengakui ada beberapa masalah yang mulai muncul setelah penggunaan selama tiga tahun. Salah satu yang paling mengganggu adalah indikator baterai pada speedometer yang menunjukkan angka nol persen meski baterai sebenarnya masih terisi.
“Kalau lihat di dashboard itu 0 persen, tapi sebenarnya baterai masih ada. Jadi saya harus buka jok dulu buat cek baterai,” jelasnya.
Selain indikator baterai, masalah lain muncul pada rem depan yang sempat macet saat digunakan. Akibatnya, roda terasa berat dan motor sulit berjalan normal.
“Rem depan pernah nyangkut banget sampai nggak bisa jalan,” katanya.
Masalah kecil lain juga muncul pada lampu sein yang masih menyala namun suara indikatornya hilang. Sementara bagian bodi motor mulai terlihat kusam dan beberapa komponen mengalami karat, terutama di area swing arm.
Meski begitu, Andi menilai masalah tersebut masih tergolong wajar mengingat usia pemakaian motor sudah memasuki tahun ketiga.
Layanan Servis Dinilai Responsif
Hal yang cukup diapresiasi pemilik motor listrik Gesits adalah layanan purnajual atau after sales. Menurut Andi, pihak Gesits cukup responsif saat menerima keluhan konsumen.
“Kalau ada masalah, teknisinya mau datang ke rumah. Itu yang saya apresiasi,” ungkapnya.
Namun, untuk beberapa kerusakan tertentu seperti controller atau sistem baterai, motor tetap harus dibawa langsung ke bengkel resmi Gesits di kawasan Cawang, Jakarta Timur.
Andi berharap ke depan jaringan servis Gesits bisa semakin diperluas agar pengguna di luar kota tidak kesulitan melakukan perbaikan.
Tips Agar Baterai Motor Listrik Awet
Dalam video tersebut, pembawa acara juga memberikan tips agar baterai motor listrik tetap awet. Pengguna disarankan tidak membiarkan baterai benar-benar habis sebelum diisi ulang.
Idealnya, pengisian daya dilakukan saat kapasitas baterai tersisa sekitar 20 persen. Cara ini dipercaya bisa memperpanjang umur baterai dan menjaga performanya tetap stabil.
Selain itu, gaya berkendara juga sangat memengaruhi jarak tempuh. Penggunaan mode kecepatan tinggi secara terus-menerus akan membuat baterai lebih cepat habis dibanding pemakaian normal.
Meski memiliki beberapa kekurangan, motor listrik Gesits dinilai masih layak digunakan untuk kebutuhan harian jarak dekat. Kenyamanan berkendara, biaya operasional murah, dan desain futuristis menjadi alasan utama pengguna tetap mempertahankan motor listrik lokal tersebut.
Editor : Divka Vance Yandriana