Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Yadea G6 Dipakai 8 Bulan dan Tembus 4.000 Km, Pemilik Bongkar Keluhan Baterai Kembung hingga Ban Licin

Divka Vance Yandriana • Senin, 18 Mei 2026 | 16:45 WIB
Yadea G6 dipakai 8 bulan dan hampir 4.000 km, pemilik bongkar masalah baterai kembung, ban licin, hingga performanya.
Yadea G6 dipakai 8 bulan dan hampir 4.000 km, pemilik bongkar masalah baterai kembung, ban licin, hingga performanya.

JAKARTA - Motor listrik Yadea G6 semakin banyak digunakan masyarakat Indonesia sebagai kendaraan harian. Namun, bagaimana performanya setelah dipakai berbulan-bulan? Seorang pengguna membagikan pengalaman memakai Yadea G6 selama delapan bulan dengan jarak tempuh hampir 4.000 kilometer.

Pengalaman penggunaan motor listrik Yadea G6 tersebut diunggah melalui kanal YouTube Adi Dablong. Dalam videonya, pemilik mengulas berbagai kelebihan hingga kendala yang muncul selama penggunaan harian motor listrik tersebut.

Meski mengaku puas dengan performa Yadea G6, pengguna juga membongkar beberapa masalah yang dialami. Mulai dari baterai kembung, ban bawaan licin, hingga kampas rem yang sudah harus diganti setelah pemakaian delapan bulan.

Baca Juga: Alpha One XP 2024 Resmi Dicoba, Motor Listrik Rp31 Jutaan Ini Punya Speedometer TFT dan Torsi Gahar

Baterai Yadea G6 Pernah Kembung

Salah satu masalah terbesar yang dialami pemilik Yadea G6 adalah kondisi baterai SLA yang sempat mengembung. Namun, ia mengakui masalah tersebut terjadi akibat kesalahan penggunaan saat pengisian daya.

Pemilik mengatakan dirinya sering mengisi daya motor listrik terlalu lama tanpa jeda. Padahal, baterai SLA disarankan memiliki jeda pengisian sekitar 15 hingga 30 menit setiap dua jam agar suhu baterai tetap stabil.

“Awalnya saya enggak terlalu mikirin. Ngecas langsung lima sampai enam jam terus,” ujarnya dalam video.

Baca Juga: Ramai Polemik Proyek KDMP di Area Sekolah, Kodim 0808 Blitar Beberkan Ketentuan Lokasinya

Akibatnya, baterai mengalami panas berlebih hingga akhirnya mengeluarkan bau menyengat. Saat diperiksa, kondisi baterai sudah mengembung.

Motor kemudian dibawa ke bengkel resmi di kawasan Pantai Indah Kapuk untuk proses klaim garansi. Setelah menunggu sekitar 14 hari, baterai Yadea G6 akhirnya diganti unit baru oleh pihak bengkel resmi.

Ban Bawaan Dinilai Licin

Selain masalah baterai, pengguna juga mengeluhkan ban bawaan Yadea G6 yang dianggap terlalu licin, terutama saat digunakan di jalan kurang baik.

Baca Juga: 7 Mobil Hatchback Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Masih Layak Diburu, Honda Jazz hingga Suzuki Swift Jadi Favorit Anak Muda

Karena alasan keamanan, pemilik akhirnya mengganti ban standar dengan ban Michelin untuk roda depan dan belakang. Namun, penggantian ban tersebut ternyata sedikit mempengaruhi performa motor listrik.

Sebelum mengganti ban, motor diklaim mampu melaju hingga 70 km/jam di jalan lurus. Setelah menggunakan ban baru yang lebih besar dan tebal, kecepatan maksimum turun menjadi sekitar 65 km/jam.

Meski demikian, angka tersebut masih dianggap cukup baik karena klaim resmi Yadea G6 sendiri berada di kisaran 60 km/jam.

Baca Juga: Jalur Domisili SPMB Tahun Ini di Kota Blitar Dominasi Kuota, Begini Penjelasan Dispendik

Kampas Rem Sudah Diganti Sekali

Dalam penggunaan hampir 4.000 kilometer, komponen yang paling cepat mengalami penggantian adalah kampas rem depan. Pemilik mengatakan kampas rem sudah tipis dan harus diganti satu kali selama delapan bulan pemakaian.

Selain itu, ada juga masalah pada bagian komstir yang sempat terasa berat. Namun, setelah dilakukan servis di bengkel resmi, handling motor kembali normal dan lebih ringan saat dikendarai.

Untuk sektor suspensi, pengguna justru memberikan penilaian positif. Shockbreaker bawaan Yadea G6 dinilai cukup nyaman dibanding beberapa motor listrik lain di kelasnya.

Performa Masih Nyaman untuk Harian

Saat dites di jalan, Yadea G6 masih mampu memberikan performa cukup baik. Pada mode gear 1, motor bisa melaju hingga sekitar 47 km/jam. Sementara mode gear 2 mencapai sekitar 61 km/jam.

Pemilik mengaku motor listrik ini nyaman digunakan untuk kebutuhan harian dengan jarak tempuh pendek. Dalam kesehariannya, motor dipakai pulang-pergi sekitar 10 kilometer.

“Kalau dipakai di jalan mulus itu enak. Halus, lembut, dan tarikannya enggak nyentak,” katanya.

Namun, karakter suspensi depan teleskopik masih terasa memantul ketika melewati jalan bergelombang atau berlubang.

Yadea G6 Dinilai Tetap Worth It

Meski mengalami beberapa kendala, pengguna menilai Yadea G6 tetap layak dipilih sebagai kendaraan harian. Faktor biaya operasional menjadi alasan utama.

Motor listrik ini dianggap lebih hemat karena tidak membutuhkan bensin, ganti oli, maupun servis rutin seperti motor konvensional berbahan bakar bensin.

Selain itu, hingga delapan bulan pemakaian, tidak ada kerusakan besar pada komponen utama motor listrik selain baterai yang sudah ditangani melalui garansi resmi.

Dengan pengalaman tersebut, Yadea G6 dinilai masih menjadi salah satu motor listrik menarik untuk penggunaan harian, terutama bagi pengguna dengan mobilitas perkotaan jarak dekat hingga menengah.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Yadea Indonesia #Yadea G6 #motor listrik