JAKARTA - Motor listrik Yadea G6 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna membagikan pengalaman mereka selama memakai motor listrik flagship milik Yadea tersebut. Meski dikenal memiliki desain premium dan performa yang nyaman, beberapa pemilik mengeluhkan performa baterai Yadea G6 yang mulai menurun setelah pemakaian beberapa bulan.
Keluhan tersebut muncul dari beberapa pengguna yang membagikan pengalaman setelah menggunakan Yadea G6 selama 6 hingga 10 bulan. Salah satu pengguna mengaku awalnya puas dengan performa motor listrik ini karena nyaman dipakai harian dan irit biaya operasional.
Namun, setelah memasuki bulan ketujuh pemakaian, performa baterai Yadea G6 disebut mulai mengalami penurunan drastis. Motor yang sebelumnya mampu digunakan beberapa hari dalam sekali pengisian daya kini harus lebih sering dicas.
Performa Yadea G6 Awalnya Dianggap Memuaskan
Yadea G6 merupakan motor listrik flagship dari Yadea yang dibekali motor listrik 2.000 watt dan baterai 72V 38Ah. Motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer dengan kecepatan maksimum sekitar 65 km/jam.
Selain spesifikasinya, desain Yadea G6 juga menjadi daya tarik utama. Motor ini diketahui memenangkan penghargaan Red Dot Award berkat desain futuristis hasil garapan KISKA Design.
Sejumlah pengguna mengaku nyaman memakai motor listrik tersebut untuk aktivitas harian, terutama perjalanan jarak pendek seperti rumah ke stasiun atau commuting dalam kota.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Blitar Kawal Penguatan KDKMP, Siap Jadi Motor Perekonomian Desa
“Awal pemakaian sampai sekitar enam bulan itu nyaman banget, enggak ada kendala berarti,” ungkap salah satu pemilik Yadea G6 dalam video ulasan di YouTube.
Pengguna lain juga menyebut motor ini memiliki handling yang stabil, akselerasi halus, dan biaya perawatan yang minim dibanding motor bensin.
Keluhan Mulai Muncul Setelah Pemakaian 7 Bulan
Meski awalnya memuaskan, sejumlah pengguna mulai menemukan masalah ketika usia pemakaian memasuki tujuh hingga 10 bulan. Keluhan paling banyak muncul pada performa baterai yang dianggap menurun drastis.
Salah satu pemilik mengaku indikator baterai tiba-tiba cepat turun meski motor baru dipakai beberapa kilometer. Bahkan, motor disebut kehilangan tenaga saat melewati tanjakan.
“Dulu sekali cas bisa beberapa hari, sekarang dua sampai tiga hari sudah harus ngecas lagi,” ujarnya.
Pengguna lain mengaku motor yang sebelumnya masih kuat melaju di atas 60 km/jam kini terasa loyo ketika indikator baterai mulai berkurang.
Dalam beberapa kasus, motor juga disebut sulit menanjak ketika digunakan berboncengan meski kondisi baterai belum benar-benar habis.
Keluhan lainnya datang dari baterai yang sempat mengembung akibat kebiasaan pengisian daya terlalu lama tanpa jeda. Pemilik mengaku sempat lupa mencabut charger sehingga baterai menjadi panas dan mengeluarkan bau sangit.
Meski begitu, baterai tersebut akhirnya diganti melalui klaim garansi setelah menunggu sekitar dua minggu.
Pengguna Pertanyakan Sistem Klaim Garansi
Selain masalah performa baterai, pengguna juga mempertanyakan sistem klaim garansi Yadea G6. Beberapa pemilik mengaku sudah melaporkan masalah ke bengkel resmi, namun belum mendapatkan solusi pasti.
Ada pengguna yang menyebut teknisi menemukan salah satu sel baterai mulai melemah. Namun, klaim penggantian disebut belum bisa dilakukan karena baterai dianggap belum rusak total.
Hal itu membuat sejumlah pemilik bingung karena performa motor sudah menurun meski kondisi fisik baterai masih terlihat normal.
“Yang bikin bingung itu baterainya enggak kembung, voltasenya normal, tapi performanya drop,” kata pengguna lainnya.
Beberapa pengguna juga mengeluhkan respons layanan purna jual yang dianggap lambat. Ada yang mengaku sudah mengirim email ke layanan pelanggan, namun belum mendapatkan tindak lanjut jelas.
Tetap Dianggap Nyaman dan Worth It
Di balik berbagai keluhan tersebut, sebagian pengguna tetap menganggap Yadea G6 nyaman dipakai harian. Motor ini dinilai unggul dari sisi kenyamanan berkendara, desain premium, dan biaya operasional yang murah.
Pengguna menyebut motor listrik ini tetap menarik karena tidak membutuhkan bensin, oli, maupun servis rutin seperti motor konvensional.
Selain itu, handling Yadea G6 dianggap stabil dengan suspensi yang cukup nyaman untuk penggunaan dalam kota. Fitur seperti double disc brake, lampu LED, hazard, hingga bagasi besar juga menjadi nilai tambah.
Beberapa reviewer otomotif bahkan menyebut Yadea G6 sebagai salah satu motor listrik dengan desain paling menarik di kelasnya.
Meski demikian, persoalan performa baterai dan layanan purna jual menjadi perhatian penting bagi calon konsumen yang ingin membeli motor listrik ini.
Pengguna berharap ada kejelasan terkait standar klaim garansi baterai, terutama ketika performa motor sudah menurun meski kondisi fisik baterai masih terlihat normal.
Sementara itu, sejumlah pemilik lain menyarankan pengguna Yadea G6 untuk lebih disiplin dalam pengisian daya baterai agar usia pakainya lebih awet.
Editor : Divka Vance Yandriana