(screenshot youtube)
JAKARTA - Toyota Kijang Kapsul kembali menjadi perbincangan di pasar mobil bekas Indonesia. MPV legendaris yang sempat berjaya pada era 1990-an hingga awal 2000-an itu kini kembali diburu kolektor maupun pengguna harian karena dikenal tangguh, murah perawatan, dan memiliki nilai historis tinggi.
Popularitas Toyota Kijang Kapsul bahkan kembali meningkat setelah banyak konten otomotif dan influencer membahas mobil ini. Tak sedikit penggemar otomotif yang mulai mencari unit Kijang Kapsul dengan kondisi original untuk dijadikan kendaraan keluarga, mobil harian, hingga koleksi.
Dalam ulasan kanal YouTube otomotif Motomobi, Toyota Kijang disebut sebagai salah satu MPV paling legendaris di Indonesia. Mobil ini menjadi tonggak penting perkembangan kendaraan keluarga Tanah Air sejak pertama kali hadir pada 1977.
Baca Juga: Motor Listrik Zongsen IS5 Meluncur, Jarak Tempuh Tembus 300 Km dan Isi Daya 40 Menit Jadi Sorotan
Sejarah Panjang Toyota Kijang di Indonesia
Toyota Kijang awalnya dikembangkan sebagai kendaraan sederhana untuk masyarakat Indonesia. Nama “Kijang” sendiri merupakan singkatan dari “Kerjasama Indonesia-Jepang”.
Cikal bakal mobil ini sebenarnya sudah muncul di Filipina pada 1975 lewat model bernama Toyota Tamaraw. Di Indonesia, generasi pertama hadir dengan julukan “Kijang Buaya” karena kap mesinnya membuka ke samping seperti mulut buaya.
Baca Juga: Motor Listrik Zongsen IS5 Meluncur, Jarak Tempuh Tembus 300 Km dan Isi Daya 40 Menit Jadi Sorotan
Perjalanan Kijang kemudian berlanjut dengan hadirnya Kijang Doyok pada 1981, Kijang Super atau Kijang Kotak pada 1986, hingga generasi keempat yang dikenal sebagai Toyota Kijang Kapsul.
Julukan “Kapsul” muncul karena desain bodinya lebih membulat dibanding generasi sebelumnya. Meski begitu, bentuknya tetap terlihat kotak khas MPV era 1990-an.
Pada generasi ini, Toyota mulai memperkenalkan teknologi injeksi dan transmisi otomatis. Bahkan, Kijang Kapsul diekspor ke sejumlah negara dengan nama berbeda seperti Toyota Unser di Malaysia, Toyota Revo di Filipina, hingga Toyota Condor di Afrika Selatan.
Baca Juga: Motor Listrik Zongsen IS5 Meluncur, Jarak Tempuh Tembus 300 Km dan Isi Daya 40 Menit Jadi Sorotan
Punya Banyak Varian dan Mesin Bandel
Toyota Kijang Kapsul dikenal memiliki varian yang sangat banyak. Bahkan disebut memegang rekor MURI sebagai mobil dengan varian terbanyak pada masanya, mencapai 18 tipe berbeda.
Varian tersebut terdiri dari tipe SX, LX, LSX, LGX hingga Krista yang menjadi kasta tertinggi. Selain itu ada pula edisi spesial seperti Rangga yang kini cukup langka di pasaran.
Dari sisi mesin, Kijang Kapsul hadir dengan pilihan bensin 1.800 cc karburator, 1.800 cc injeksi, 2.000 cc injeksi, hingga mesin diesel 2.400 cc berkode 2L.
Mesin bensin berkode 7K menjadi salah satu yang paling terkenal karena terkenal bandel dan mudah dirawat. Tenaganya memang tidak terlalu besar, tetapi torsinya dinilai cukup melimpah untuk membawa penumpang penuh maupun melewati tanjakan.
“Dibilang lemot enggak, dibilang kencang juga enggak. Tapi torsinya enak dan cocok buat mobil keluarga,” ungkap reviewer dalam video tersebut.
Baca Juga: Review Jujur Polytron Fox-R Setelah 1 Minggu Dipakai, Suspensi Keras hingga Footstep Bikin Pegal
Interior Sederhana Tapi Sangat Nyaman
Meski tergolong mobil lama, kenyamanan Toyota Kijang Kapsul justru disebut masih mampu menyaingi LMPV modern saat ini.
Kabinnya terkenal lega dengan visibilitas luas berkat kaca besar dan pilar yang relatif kecil. Suspensinya juga dinilai empuk meski masih menggunakan per daun di bagian belakang.
Baca Juga: Review Jujur Polytron Fox-R Setelah 1 Minggu Dipakai, Suspensi Keras hingga Footstep Bikin Pegal
Reviewer Motomobi bahkan menyebut kenyamanan Kijang Kapsul lebih baik dibanding beberapa LMPV murah modern.
“Ini lebih nyaman jauh dibanding LMPV LCGC zaman sekarang,” ujar mereka.
Keunggulan lain ada pada konfigurasi kursi yang fleksibel dan ruang kabin yang lapang. Jok baris ketiga bahkan masih cukup nyaman untuk orang dewasa dalam perjalanan jauh.
Baca Juga: 1 Tahun Pakai Polytron Fox-R, Pengguna Bongkar Biaya Asli, Kelebihan hingga Drama After Sales
Namun, fitur pada tipe standar memang masih sangat sederhana. Beberapa varian bawah belum memiliki power window, headrest belakang, double blower, hingga wiper belakang.
Harga Bekas Naik Drastis
Tingginya minat terhadap Toyota Kijang Kapsul membuat harga bekasnya ikut melonjak dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Baterai Polytron Fox-R Dites, Hasilnya Bikin Kaget! Baru 2.000 Km Tapi Kapasitas Tinggal 94 Persen
Unit bensin dengan kondisi bagus kini dijual mulai puluhan juta hingga mendekati Rp100 juta. Sementara varian diesel dan tipe langka seperti Krista manual atau diesel otomatis harganya bisa jauh lebih tinggi.
Bahkan muncul kabar beberapa unit Kijang Kapsul diesel ditawarkan hingga Rp140 juta, menyamai harga Toyota Kijang Innova generasi awal.
Kondisi itu membuat Kijang Kapsul kini tidak hanya dipandang sebagai mobil keluarga biasa, tetapi juga aset koleksi bernilai tinggi.
Masih Jadi Mobil Bekas Favorit
Selain faktor nostalgia, alasan utama Toyota Kijang Kapsul tetap diminati adalah biaya perawatannya yang murah dan spare part yang melimpah.
Mobil ini juga terkenal tahan banting. Tak sedikit unit yang masih digunakan untuk angkut barang berat maupun kendaraan operasional di berbagai daerah.
Dengan karakter mesin sederhana dan konstruksi ladder frame yang kuat, Kijang Kapsul dianggap cocok untuk pemula yang baru belajar merawat mobil.
Tak heran jika hingga sekarang Toyota Kijang Kapsul masih menjadi salah satu mobil bekas paling dicari di Indonesia.
Editor : Dyah Wulandari