JAKARTA - Toyota Kijang Kapsul menjadi salah satu mobil keluarga legendaris yang masih banyak diminati hingga sekarang. Generasi penerus Kijang Super dan Grand Extra ini diproduksi mulai 1997 hingga 2004 dengan banyak tipe dan varian yang membuat calon pembeli mobil bekas sering bingung membedakannya.
Toyota Kijang Kapsul hadir dengan desain lebih modern dibanding generasi sebelumnya. Bentuk bodinya membulat sehingga masyarakat menjulukinya “Kijang Kapsul”. Meski tampilannya sekilas mirip, ternyata setiap tipe Toyota Kijang Kapsul memiliki fitur dan spesifikasi berbeda.
Di pasar mobil bekas, Toyota Kijang Kapsul masih diburu karena terkenal tangguh, mudah dirawat, serta memiliki spare part melimpah. Selain itu, kabinnya juga dikenal lega dan nyaman untuk keluarga besar.
Toyota Kijang Kapsul Punya Dua Jenis Sasis
Sama seperti generasi sebelumnya, Toyota Kijang Kapsul menggunakan dua jenis sasis yaitu short dan long. Perbedaan ini menjadi dasar pembagian tipe pada Kijang Kapsul.
Untuk tipe short, kode depannya menggunakan huruf “S”. Ciri khasnya adalah bangku baris paling belakang masih berhadap-hadapan di samping kabin.
Sementara tipe long memakai kode depan huruf “L”. Pada versi ini, bangku paling belakang sudah menghadap ke depan sehingga terasa lebih modern dan nyaman untuk penumpang.
Empat Varian Toyota Kijang Kapsul
Toyota membagi Kijang Kapsul menjadi empat kategori utama, mulai dari tipe standar hingga varian tertinggi.Baca Juga: Review Jujur Polytron Fox-R Setelah 1 Minggu Dipakai, Suspensi Keras hingga Footstep Bikin Pegal
1. Tipe Standar: SX dan LX
Tipe paling rendah pada Toyota Kijang Kapsul adalah SX dan LX. Meski tergolong varian dasar, mobil ini tetap menjadi favorit karena terkenal sederhana dan mudah dirawat.
Ciri khas tipe SX dan LX antara lain belum menggunakan power steering dan power window. Transmisinya masih memakai manual 4 percepatan dan hanya tersedia dalam pilihan mesin bensin.
Selain itu, panel instrumen belum dilengkapi takometer. Perbedaan utama SX dan LX terletak pada konfigurasi jok belakang.
Baca Juga: Review Jujur Polytron Fox-R Setelah 1 Minggu Dipakai, Suspensi Keras hingga Footstep Bikin Pegal
SX memakai jok belakang saling berhadapan, sedangkan LX sudah menggunakan konfigurasi jok menghadap ke depan.
2. Tipe Menengah: SSX dan LSX
Naik satu tingkat, Toyota menghadirkan tipe SSX dan LSX yang masuk kategori menengah atau super.
Pada tipe ini, fitur mulai bertambah. Kijang SSX dan LSX sudah menggunakan transmisi manual 5 percepatan dan dilengkapi takometer pada panel instrumen.
Power steering juga sudah tersedia sehingga setir terasa lebih ringan dibanding tipe standar. Namun, tipe ini masih belum memiliki power window dan wiper belakang.
Untuk konfigurasi kabin, SSX tetap memakai jok belakang berhadap-hadapan, sedangkan LSX sudah menghadap ke depan.
Pilihan mesinnya juga lebih lengkap karena tersedia versi bensin karburator, EFI, hingga diesel.
3. Tipe Grand: SGX dan LGX
Varian berikutnya adalah SGX dan LGX yang masuk kategori Grand atau kelas atas.
Toyota Kijang Kapsul tipe ini sudah memiliki fitur lebih lengkap dan tampil lebih mewah dibanding tipe sebelumnya.
Beberapa fitur unggulannya antara lain power window di empat pintu, power steering, central lock, double blower AC, electric mirror, fog lamp, hingga wiper belakang.
Tipe ini juga sudah menggunakan velg 14 inci dan interior yang lebih modern. Khusus model tahun 2000 ke atas, warna interior dibuat lebih gelap sehingga terlihat lebih elegan.
Pilihan transmisinya terdiri dari manual 5 percepatan dan otomatis 4 percepatan.
Sama seperti sebelumnya, SGX menggunakan bangku belakang berhadap-hadapan, sedangkan LGX sudah memakai model menghadap depan.
Baca Juga: Review Jujur Polytron Fox-R Setelah 1 Minggu Dipakai, Suspensi Keras hingga Footstep Bikin Pegal
Untuk pilihan mesin tersedia bensin karburator, EFI, dan diesel.
4. Tipe Tertinggi: Rangga dan Krista
Varian paling tinggi dan paling populer dari Toyota Kijang Kapsul adalah Rangga dan Krista.
Kijang Rangga berbasis tipe SSX dengan tambahan overfender, warna dual tone, dan ban serep model jip yang ditempel di pintu belakang.
Sementara Kijang Krista berbasis LGX dengan tampilan lebih elegan. Mobil ini juga mendapat tambahan overfender serta kombinasi warna dual tone khas era 1990-an.
Baca Juga: Baterai Polytron Fox-R Dites, Hasilnya Bikin Kaget! Baru 2.000 Km Tapi Kapasitas Tinggal 94 Persen
Namun, Kijang Rangga disebut kurang diminati pasar sehingga produksinya hanya berlangsung dari 1997 sampai 1999.
Berbeda dengan Krista yang justru menjadi salah satu tipe paling diburu kolektor hingga sekarang, terutama varian diesel manual yang terkenal bandel dan irit.
Masih Jadi Buruan Mobil Bekas
Hingga saat ini Toyota Kijang Kapsul tetap memiliki banyak penggemar di pasar mobil bekas Indonesia.
Baca Juga: 1 Tahun Pakai Polytron Fox-R, Pengguna Bongkar Biaya Asli, Kelebihan hingga Drama After Sales
Selain karena faktor nostalgia, mobil ini dikenal memiliki mesin awet, biaya perawatan murah, serta daya angkut besar untuk keluarga maupun usaha.
Tak heran jika harga Toyota Kijang Kapsul dengan kondisi bagus masih stabil, bahkan beberapa tipe langka kini mulai mengalami kenaikan harga di pasaran.
Editor : Dyah Wulandari